Satgas Sektor 4 Sosialisasikan Tanaman Hidroponik dan Ternak Lele di Desa Bojong, Majalaya

Bandung Side, Majalaya – Satgas Sektor 4 Citarum Harum Sub Desa Bojong, Majalaya dalam giat Sabtu (7/3/2020) mensosialisasikan manfaat tanaman hidroponik dilahan yang sempit dan cara menanam ikan lele kepada warga RW 3, Desa Bojong, Majalaya.

Teknik penanaman dengan sistem hidroponik sangatlah ramah lingkungan dan memiliki kualitas tanaman yang unggul, ujar Satgas Sektor 4 Sub Desa Bojong, Serda Sofyan saat dikunjungi Bandung Side di Posko Sektor 4 Sub Desa Bojong.

“Sistem menanam tanaman tertentu dengan cara Hidroponik tidak menggunakan media tanah dan air yang banyak. Jadi sangat ramah lingkungan. Selain itu untuk kebutuhan pupuk sebagai nutrisi tanaman juga lebih sedikit jika dibandingkan dengan menggunakan media tanah,”kata Serda Sofyan.

Satgas Sektor 4 Sub Desa Bojong sedang membuat media tanam sistem hidroponik, Sabtu (7/3/2020).

Cara membuat media tanam sistem hidroponik sangatlah mudah, dengan memanfaatkan media bahan-bahan bekas yang sudah tidak terpakai yang terdapat dirumah dapat dimanfaatkan sebagai media tanam, seperti pipa paralon, strerofom, bambu, tempat buah atau tempat telur, ember bekas sampai botol dan gelas air minum kemasan juga dapat, tambah Serda Sofyan.

Dalam obrolan santai dipagi hari yang cerah bersama Serka Sofyan yang sedang membuat media tanam hidroponik dengan menggunakan pipa paralon bekas, Bandung Side diberi arahan cara membuat media tersebut dengan cara teknik Nutrient Film Technique (NFT).

Komunikasi Sosial (komsos) kewarga dalam rangka sosialisasi Program Citarum harum secara intens dilakukan oleh Satgas Sektor 4, Sabtu (7/3/2020).

Bila diilustrasikan dari proses pembuatan media tanam dari pipa bekas, pertama pipa dipotong menjadi beberapa bagian, lalu setelah itu lubangi dengan jarak sama antar lubang. Setelah itu pipa yang telah dipotong dan diberi lubang di susun. Lalu pada ujung pipa dimana letaknya lebih rendah diberi penampung. Barulah dipasang pipa kecil atau selang air yang berguna sebagai media mengalirkan air, pipa kecil atau selang air sebagai media mengalirkan nutrisi atau pupuk organik yang akan secara maksimal tersalurkan bersama air. Hal tersebut berguna agar akar tanaman hidroponik akan mendapatkan nutrisi secara langsung, selain itu tanaman cukup terjaga pencahayaannya, oksigen dan pupuk tersebut diberikan dengan benar.

Tidak berapa lama dari membuat media tanam hidroponik, Serda Sofyan mengajak Bandung Side mengunjungi warga RW 3, Desa Bojong yang sedang menanam ikan lele dikolam salah satu warga. Kunjungan ke warga desa merupakan salah satu program kerja Satgas Sektor 4 sebagai Komunikasi Sosial (Komsos) dalam rangka mensosialisasikan Program Citarum Harum yang diemban oleh Satgas Citarum Harum.

Satgas Sektor 4, Serda Sofyan sedang melakukan komsos dengan warga yang sedang menanam ikan lele dengan menggunakan media kolam dalam pembudidayaannya, Sabtu (7/3/2020).

“Hari ini agenda Satgas Sektor 4 Sub Desa Bojong juga melakukan komsos ke warga, kebetulan kemaren dapat undangan dari warga RW 3 yang akan menanam ikan lele dikolam salah satu warga. Sebelumnya, Satgas Sektor 4 sudah berdiskusi dengan warga yang berniatan akan membudidayakan ikan lele sebagai sarana pembelajaran warga dalam memanfaat lahan yang oleh pemiliknya sudah diijinkan pemanfaatannya,”kata Serka Sofyan.

Secara teknis, Satgas memberi arahan secara umum tentang cara pembudidayaan ikan lele yang nantinya akan dikembangkan oleh Karang Taruna RW 3, Desa Bojong, tambah Serda Sofyan.

Kolam pembudidayaan ikan lele sudah dipersiapkan oleh warga RW 3, Desa Bojong, Majalaya, Sabtu (7/3/2020).

“Sederhana saja arahan yang kami berikan, kebetulan usia bibit yang akan ditanam sudah berumur kurang lebih 2 minggu, jadi agak mudah merawatnya. Terutama kualitas air kolam yang bagus untuk lele biasanya berwarna hijau. Karena lele dapat bertahan hidup di air berlumpur. Air akan berwarna merah menandakan ikan sudah dewasa dan siap dipanen,”jelas Serda Sofyan kepada Bandung Side sambil berjalan kelokasi kolam yang tidak jauh dari Posko Satgas Sektor 4 Sub Desa Bojong.

“Keadaan kolam sebagai media budi daya ikan lele juga perlu jadi perhatian. Tinggi kolam lele di bulan pertama adalah 20 cm, bulan kedua 40 cm dan bulan ketiga 80 cm. Usahakan air kolam tidak terlalu dangkal. Dan ikan lele harus diberi pakan tiga kali sehari yaitu jam 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Sedangkan pakan yang digunakan dapat berupa konsentrat atau pelet, dapat juga dari sisa-sisa dapur atau sampah organik yang tetap harus dipilah-pilih terlebih dahulu agar terhindar dari bahan yang bersifat kimia,” pungkas Serda Sofyan.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan