Satgas Sektor 4 Hadapi Intensitas Hujan Yang Berubah, Hingga Majalaya Siaga Banjir

Bandung Side, Majalaya – Intensitas hujan yang cenderung berubah, dari yang singkat hingga besar periode ulangnya membuat Majalaya dalam kondisi Siaga Banjir, Jum’at (20/3/2020).

Lepas magrib belum juga redahnya hujan di Kecamatan Majalaya secara bertahap membuat permukaan air di Sungai Citarum meningkat berkelanjutan hingga menutupi bibir sungai dan meluap di wilayah Kampung Cikondang, Desa Sukamaju dan sebagian Desa Majalaya. Selain itu, wilayah Desa Majalaya yang terhimpit antara Sungai Citarum dan anak Sungainya Cikaroh juga meninggalkan genangan air diwilayah RW 11, Desa Majakerta.

Salah seorang wargaKampung Cikondang yang rumahnya dilabrak banjir, Jum’at (20/3/2020). (Dok. Serda Muhidin, Satgas Sektor 4 Citarum Harum).

Genangan air rata-rata setinggi 80 cm telah melabrak 309 rumah di RW 10 yang ada di Kampung Cikondang dan 25 rumah di RW 16 Kampung Balekambang, Desa Sukamaju. Menurut data dilapangan yang dikumpulkan oleh Satgas Sektor 4 Sub Desa Sukamaju, Serda Muhidin pada pukul 17.30 Tinggi Muka Air (TMA) : 263cm, berlanjut pukul 18.30 TMA : 400cm, pukul 18.50 TMA : 440cm, pukul 19.45 TMA : 450cm, dan pukul 20.00 TMA mencapai 480cm dengan kondisi Majalaya Siaga Banjir. Namun pada pukul 22.30 genangan air sudah mulai surut.

Berbeda dengan dengan kondisi di Kampung Babakan Jambu RW 11, Desa Majakerta, luapan Sungai Cikaroh setinggi 20 – 40 cm telah merobohkan tanggul bantarannya hingga melabrak area sawah Abah Aep, 2 larik padi yang baru ditanam sekitar 1,5 bulan tertutup tanggul yang roboh. “Tanggul pembatas yang merupakan are tanah desa kurang lebih sepanjang 110meter, tinggal seperempatnya yang masih kokoh berdiri. Tanah yang oleh warga RW 11 Desa Majakerta ditimbuni sampah yang tidak dikelola, sehingga saat hujan mendorong tanggul karena terjadi proses kimia menjadi gas,”kata Sertu Aguh, Satgas Sektor 4 Sub Desa Majakerta.

Sertu Aguh,Satgas Sektor 4 Sub Desa Majakerta sedang meninjau tanggul yang roboh akibat hujan Jum’at malam di majalaya, Sabtu (21/3/2020).

“Warga Desa Majakerta belum memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara bahkan belum juga memiliki TPS Terpadu dalam mengelola sampah rumah tangganya. Dari yang kita amati, warga membuang sampahnya dilokasi tanah desa RW 11 ini, TPS Pasar Bingung dan Pasar Baru padahal peruntukannya bukan untuk warga, selain itu warga dengan suksesnya membuang sampahnya ke Sungai Cikaroh ini,”jelas Sertu Aguh.

Tanggul roboh sepanjang 75 meter menimpah sawah Abah Aep warga RW 11 Desa Majakerta, Sabtu (21/3/2020).

“Kesadaran warga Desa Majakerta belum tumbuh karena cara berpikir yang dangkal. Sampah berasal dari warga, tapi tidak mau ngurus apalagi mengelolanya. Padahal dampaknya sudah mereka rasakan yaitu banjir dan genangan air yang selalu terjadi jika hujan turun. Belum lagi soal penyakit yang ditimbulkan dari sampah yang tidak dikelola tersebut, tanpa disadari itu karena perbuatan mereka sendiri,”ungkap Sertu Aguh sambil menunjukkan tumpukan sampah yang tidak bertuan di RW 11 Desa Majakerta.

Istri Abah Aep sedang membersihkan sampah yang meluber ke area persawahannya diantara robohnya tanggul penahan Sungai Cikaroh, Sabtu (21/3/2020).

Ketua RT 03, RW 11, Abah Adjat mengatakan,”Dulu sempat ada bank sampah yang dikelola warga tp setelah proses pergantian Kepala Desa menjadi pakum dan karang taruna juga pakum kegiatannya, entah karena apa,”terang Abah Adjat (52th).

“Alhamdulillah sekarang ada Satgas Citarum Harum yang selalu memberi support dengan sabar, semoga nanti warga menjadi tergerak dan kembali bangkit semangat gotong-royongnya dalam mengatasi sampah rumah tangga yang semakin hari menjadi beban ini,”pungkas Abah Adjat.***

Facebook Comments

Leave a Reply