Komsos Sektor 4 Berakhir Aksi Pembuatan Tungku Pembakar Sampah dan Menjadi Desa Mandiri Mengelola Sampah

Bandung Side, Paseh – Komunikasi Sosial (komsos) yang dilakukan Satgas Sektor 4 Citarum Harum berakhir dengan aksi pembuatan tungku pembakar sampah diwilayah RW 9, Desa Sukamantri, Kecamatan Paseh, Senin (16/3/2020).

Komsos kali ini, Satgas Sektor 4 Citarum Harum mendatangi wilayah RW 9, Desa Sukamantri, Kecamatan saat Ketua RW 9 Haji Acep mengundang Satgas Sektor 4 meninjau lokasi yang oleh warga RW 9 dijadikan tempat kumpulnya sampah bertepatan dibibir Sungai Cipalemahan. “Lokasi dibibir Sungai Cipalemahan yang bertepatan dengan lapangan sepak bola dijadikan tempat kumpulnya sampah warga RW 9 yang nantinya akan dipilah dan dipilih oleh Karang Taruna RW 9. Sampah yang bermanfaat akan seperti botol kemasan minuman bisa dijual kembali, tapi ada kendala yang tersisa belum mengetahui cara mengelolanya,”kata Haji Acep, Ketua RW 9 Desa Sukamantri didampingi tokoh masyarakat Hj Hani.

“Maka dari itu, kami mengundang Satgas Sektor 4 Citarum Harum agar dapat memberi arahan kepada kami warga RW 9 untuk dapat memberi saran dan solusi dalam mengelola sampah warga ini,”ujar Haji Acep.

Komsos Satgas Sektor 4 di RW 9 Desa Sukamantri, Kecamatan Paseh, menghasilkan aksi pembuatan tungku pembakar sampah, Senin (16/3/2020).

Satgas Sektor 4 Sub Desa Sukamantri Serka Engkus dan Serka Aat Solehudin merespon positif undangan Ketua RW 9 dan memberi arahan bahwa untuk sementara dibuat saja tungku pembakar sampah untuk mengurangi dan mengelola sampah dari warga RW 9 tersebut. “Sementara dibuat saja tungku pembakar sampah, karena sampah yang dihasilkan oleh warga kurang lebih 1 kwintal perhari jadi sebelum dibakar hendaknya tetap dipilah, pilih terlebih dahulu. Agar yang bermanfaat dapat dikelola secara ekonomis oleh Karang Taruna RW 9,”kata Serka Aat Solehudin.

Warga RW 9 berjumlah sekitar 350KK yang dibagi jadi 4 RT menghasilkan sampah yang belum maksimal dikelola oleh warganya, tambah Serka Aat. Terutama warga RW 9 yang mayoritas memiliki aktifitas pembuat dan pengrajin makanan ringan seperti tempe, tahu, cireng, cipruk, cuanki dan makanan ringan lainnya. Dari limbah domestik yang berasal dari sampah rumah tangga secara bertahap akan dikelola dilokasi pengumpulan sampah yang akan ada tungku pembakar sampahnya, sehingga tidak dibuang langsung ke Sungai Cipalemahan. Untuk limbah cair dari industri rumahan masih dalam tahapan sosialisasi untuk dibuatkan IPAL Komunal dalam mengelola limbah cairnya yang mencemari Sungai Cipalemahan yang bermuara ke Sungai Cikaroh sebagai anak Sungai Citarum diwilayah Kecamatan Majalaya.

“Dari prospek usaha yang ada di Desa Sukamantri dapat dikembangkan menjadi Sentra Oleh-oleh seperti keripik tempe, dodol tempe dan lain-lain. Namun dengan catatan Sungai Cipalemahan harus bersih dari pencemaran limbah cair dan limbah domestik warganya agar produk olahan berkualitas,”ungkap Serka Aat Solehudin.

“Semoga komsos yang kita lakukan hari ini membawa manfaat dari wacana-wacana yang kita tawarkan kepada warga RW 9, Desa Sukamantri. Sehingga Desa Sukamantri menjadi desa percontohan yang dapat mengelola limbah domestiknya dengan mandiri dan menjadi desa sentra oleh-oleh yang berkualitas,”pungkas Serka Aat Solehudin.***

Facebook Comments

Leave a Reply