Satgas Sektor 4 Bersama Pegiat Lingkungan Tanam Pohon Keras di Bantaran Sungai Citarum

Bandung Side, Majalaya – Bantaran Sungai Citarum di Kampung Kondang, Desa Majalaya, Kecamatan Majalaya telah terpola menjadi jalan arteri akibat normalisasi Sungai Citarum menjadi prioritas Pegiat Lingkungan untuk segera ditanam pohon sebagai upaya mitigasi longsor.

Bersama Satgas Sektor 4 Citarum Harum, Pegiat Lingkungan menanam 500 pohon dari berbagai jenis ditanam di kawasan pemakaman umum yang berada di sekitar bantaran Sungai Citarum di Kampung Kondang, Minggu (19/1/2020) pagi hari. Terdapat jenis pohon ekaliptus, afrika, mahoni, jabon, kiara, trembesi dan jenis tanaman lainnya merupakan hasil pembibitan sendiri oleh Pegiat Lingkungan.

Satgas Sektor 4 Citarum harum bersama Pegiat Lingkungan menanam pohon keras di bantaran Sungai Citarum, Kampung Kondang, Desa Majalaya, Minggu (19/1/2020).

Gerakan penanaman pohon itu dengan tema, “Nambah Pohon“. Selain itu, sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk sama-sama menanam pohon, digelorakan kalimat “Hayu Hejokeun Lembur Sangkan Warga Teu Kalabur Tur Endah di Pandang Batur“.

Kegiatan menanam pohon dalam gerakan penghijauan ini, menjadi komitmen Pegiat Lingkungan diantaranya Badega Lingkungan, Yayasan Saung Monteng Rumah Konservasi, Perhimpunan Pendaki Gunung, Serimba Barudak Pecinta Alam, Eyy Ema, B-Pass, Destana Majalaya dan masyarakat umum di warga Majalaya bersama-sama Satgas Sektor 4 Citarum Harum melakukan aksi spontanitas.
Hal tersebut dilakukan secara spontan saat melihat kawasan di pemakaman umum Kampung Kondang sangat minim pohon tegakan sebagai pelindung maupun sebagai tanaman penahan longsor bantaran Sungi Citarum.

Masyarakat sekitar Kampung Komdang, desa Majalaya juga berpartisipasi dalam menanam pohon di bantaran Sungai Citarum, Minggu (19/1/2020).

Komandan Sektor 4 (Dansektor 4) Citarum Harum, Kolonel Inf. Asep Nurdin yang diwakili Komandan Kompi (Danki) Sektor 4 Letda Arh. Dwi Iswantoro turut menyerahkan pohon simbolis kepada perwakilan warga dan bersama-sama menanamnya bantaran Sungai Citarum.

“Kami merasa terbantu dengan adanya perhatian dari sejumlah Komunitas Pegiat Lingkungan dan masyarakat secara umum dalam gerakan penghijauan lahan kritis ini. Karena ini adalah bagian dari tugas Satgas Citarum Harum dalam gerakan perbaikan kerusakan DAS Citarum sehingga ekosistemnya kembali lebih baik,” kata Letda Dwi Iswantoro di hadapan Pegiat Lingkungan saat melakukan apel pagi sebelum melaksanakan tanam pohon.

Dwi Iswantoro kembali mengatakan, untuk gerakan penghijauan lanjutan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Sektor Pembibitan Satgas Citarum Harum di Cisanti Kertasari dan pembibitan Kamojang Ibun. “Kita akan terus support dan membantu masyarakat dalam melaksanakan program penghijauan. Kita akan support semaksimal mungkin program penghijauan,” tegas Dwi.

Gerakan Penghijauan di bantaran Sungai Citarum, Minggu (19/1/2020).

Menurutnya, gerakan penghijauan di bantaran Sungai Citarum tersebut dapat menjadi kawasan resapan air untuk menampung air disaat turun hujan. Apalagi saat ini kalau sudah turun hujan banjir di mana-mana dan terjadi banjir di sekitar kita.

Penyebab banjir selain karena kerusakan lingkungan akibat ulah manusia sendiri, misalnya banyaknya lahan yang dibeton, sehingga mengurangi resapan air. Akibatnya daya dorong air semakin kencang, dan aliran air Sungai Citarum pun meluap dan menggenangi ruas jalan maupun permukiman warga.

Dwi melanjutkan, berdasarkan hasil pengamatan di lapangan sebelumnya aliran air Sungai Citarum mencapai 78.000 meter kubik per jam, dan sekang mencapai 95.000 meter kubik per jam. “Derasnya aliran air Sungai Citarum karena daerah resapan air semakin berkurang di sekitar kita.

“Hayu Hejokeun Lembur Sangkan Warga Teu Kalabur Tur Endah di Pandang Batur”, Minggu (19/1/2020).

Dwi berharap selain melaksanakan gerakan penghijauan, juga pembuatan biopori di sekitar kawasan Sungai Citarum. Pembuatan biopori itu untuk membantu daya serap air supaya bisa mengurangi aliran air ke Sungai Citarum.

Satgas Citarum pun berusaha untuk mengajak para Pegiat Lingkungan dan masyarakat umum untuk berinisiatif dan berinovatif dalam upaya gerakan penghijauan dalam upaya perbaikan lingkungan. “Kami percaya, bahwa mereka akan terus berinovatif dan berinisiatif dalam pelestarian lingkungan. Hal itu demi kelestarian lingkungan di kawasan Sektor 4 yakni Kecamatan Majalaya,” pungkasnya.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan