Air Limbah Masih Tinggi Parameternya, Dansektor 4 Beri Final Peringatan Keras Pemilik Pabrik

Bandung Side, Majalaya – Peringatan Keras diberikan Komandan Sektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf.Asep Nurdin kepada Pemilik pabrik tekstil yang ada diwilayah Kecamatan Majalaya setelah menerima laporan anggota Satgas Sektor 4 parameter baku mutu air limbah masih tinggi, Selasa (21/1/2020).

Hal tersebut dilakukan Komandan Sektor 4 (Dansektor 4) Kolonel Inf.Asep Nurdin saat memanggil Pemilik pabrik di Posko Utama Sektor 4 Citarum Harum jl. Rancajigang, Majalaya dan menyampaikan sudah tidak ada toleransi lagi dari pelaksanaan progres perbaikan IPAL yang ternyata tidak jalan sebagaimana mestinya. Pengajuan progres perbaikan ternyata disalah presentasikan dengan tidak melaporkan apa yang dilakukan selama perbaikan dan diperbolehkan membuang air limbah saat uji coba kesaluran IPAL.

Satgas Sektor 4 Citarum Harum

“Ada kemandegan komunikasi antara Pemilik pabrik dengan Satgas Sektor 4 setelah mendapat sangsi lokalisir dan menjalankan progres perbaikan. Dianggapnya boleh membuang air limbah ke aliran anak sungai atau langsung ke Sungai Citarum, ada hal-hal yang tidak kita inginkan masih berjalan karena tidak adanya kepedulian Pemilik pabrik untuk perbaikan IPALnya dan bersama memperbaiki lingkungan, khususnya ekosistem DAS Citarum,”jelas Kolonel Inf. Asep Nurdin.

Progres yang dijalankan untuk perbaikan IPAL, harusnya dilaporkan kepada Satgas Sektor 4 karena Satgas akan memonitor perkembangan perbaikan tersebut. Hal tersebut agar tidak menjadi temuan kembali oleh anggota Satgas saat melakukan patroli sungai dianggap membuang air limbah yang tidak sesuai dengan baku mutu, lanjut Kolonel Asep.

“Upaya monitor dan pembinaan secara terus-menerus tetap dijalankan oleh anggota Satgas Sektor 4 agar wilayah Kecamatan Majalaya seluruh pabriknya sudah beres air limbahnya sesuai dengan baku mutu dan pabrik bisa disiplin, paham akan mengelola IPALnya,”tegas Kolonel Asep.

Dari hasil evaluasi dilapangan maupun laporan uji sampel air limbah secara bertahap hingga 3 kali laporan Satgas cenderung nilai parameter baku mutu meninggi. Ada indikasi SDM IPAL sudah tidak disiplin saat memberi kimia pada olahan IPAL nya, hal tersebut bisa jadi juga karena ketidakpahaman dalam memberi kimia karena tekanan atau main mata dengan penjual obat kimia atau atas perintah konsultan yang juga tidak kompeten dengan profesinya, lanjut Kolonel Asep.

“Hendaknya Pemilik pabrik peduli dengan pegawai IPAL nya, karena IPAL merupakan jantungnya pabrik dalam proses produksi, sudah saatnya pegawai IPAL dipilih orang yang terlatih, profesional, bila perlu sudah bersertifikasi. Jangan sampai ada mafia didalam pabriknya yang cenderung menguntungkan pihak tertentu secara pribadi,”pungkas Kolonel Asep.***

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan