Bandung Side, Sariasih – Sekolah Tinggi Ilmu Logistik Indonesia (STIMLOG) membekali mahasiswanya agar memiliki jiwa wirausaha dengan menggelar Sharing Entrepreneur Day, yang dibuka oleh Ketua STIMLOG Rachmawati Wangsaputra,Ph.D., Senin (23/12/2019) digedung Auditorium Stimlog, jl. Sariasih No 54 Sarijadi, Bandung dengan menampilkan enterpreneur sukses dari Kota Bandung.
Kegiatan Entrepreneur Sharing Day yang dibagi 2 sesi menampilkan narasumber diantaranya pada sesi pertama yang dimulai pukul 08.00 – 11.30 dengan pemateri Melvin Mumpuni ST., MBA, CFP, QWP seorang Financial Planner, Financial Consultant, Founder and CEO Finansialku.com dan Muhammad Elvandi seorang Penulis buku Sang Pemuda, Inspirator Wirausaha dan Founder Muda Community.

Sesi kedua yang dimulai pukul 13.00 – 17.00 menempati gedung Melati diruang kelas yang dibagi menjadi Ruang Kelas Bisis 1 dengan pemateri Oki Earlivan Sampurna, Founder and CEO Edulab Indonesia dan Tripolic. Selanjutnya oleh Aditya Kusuma Priandhana, Co Founder Dagelan dan Infia Group. Ruang Kelas Bisnis 2 dengan pemateri Ibrahim Mochamad Bafagih, Direktur Tuneeca Group & Bendahara Umum Tangan Diatas 6.0. Selanjutnya oleh Risa Kariska, Founder and CEO Femme Outfit. Ruang Kelas Bisnis 3 oleh Oza Sadewo, Tea Master, Owner Oza Tea dan Olva Patriani, Co Founder Botania. Ruang Kelas Bisnis 4 oleh Aditia Zulfikar, owner Steak Ranjang dan Aditya Citra Sarjana, owner Dapur GG, online food ayam geprek. Ruang Kelas Bisnis 5 oleh Tito Afrianto, Direktur Business of Ina Cookies Group, Datuik, Resto Mamasakan dan Grahadea Kusuf, Founder and CEO Kuassa Teknika, Kuassa.com, HMGNC. Ruang Kelas Bisnis 6 oleh dr.Najmah Nur Islami, Owner Coffee Toffee Bandung dan Satria Kurniawan Hoedajanto, Owner Ayam Geprek Pangeran.

Adapun pada sesi kedua dengan membagi pemateri dalam ruang kelas, agar peserta lebih fokus pada pilihan dan minat dan bakatnya dalam berwirausaha untuk lebih termotivasi, mendapatkan inspirasi, informasi dan memiliki opportunity dalam mendapatkan materi.
Eka M. Satiadharma ST., MBA, Kepala Unit Pengembangan Inovasi Kewirausahaan (UPIK), STIMLOG mengatakan, “Kegiatan STIMLOG Entrepreneur Sharing Day dalam rangka menyambut tahun 2020 dengan semangat entrepreneurship. Berbagai informasi dan peluang wirausaha dan bisnis akan didapatkan dalam kegiatan Entrepreneur Day dari para narasumber, pembicara baik pengusahanya maupun praktisi usaha. Rencana Entrepreneur Day di STIMLOG menjadi kegiatan rutin tahunan sehingga menjadi kultur wirausaha untuk kampus STIMLOG”.

Entrepreneur Day bisa diikuti oleh semua prodi dan semester berapapun di STIMLOG, lanjut Eka, bahkan bisa dikuti oleh umum yakni peserta diluar kampus STIMLOG. Adapun sebagai narasumber dan pembicara berasal dari industri atau jenis usaha yang berbeda, agar mahasiswa terbuka peluangnya sesuai minat dan semangat wirausahanya.
“Entrepreneurship Sharing Day selain untuk membekali mahasiswa agar berjiwa wirausaha juga memberi pemahaman bahwa kegiatan logistik dan transportasi logistik ada di setiap jenis industri atau usaha, karena logistik memang bagian dari sistem rantai pasok yang jika ilmu logistik ini diterapkan dengan baik maka akan tercapailah efektivitas dan efisiensi pada sistem rantai pasok tersebut. Sejak 2018 STIMLOG telah menyatakan dirinya tidak saja sebagai Teaching University tetapi juga sebagai Entrepreneurial University. Kami persiapkan mahasiswa siap memasuki dunia kerja atau dunia industri tetapi juga siap bergabung di dunia usaha sebagai job creator, “pungkas Eka.

Ketua LPPM STIMLOG Kepala LPPM STIMLOG, Hartati Mediyanti Pakpahan, ST., MT mengatakan, “Kegiatan STIMLOG Entrepreneur Sharing Day lebih membekali mahasiswa untuk jadi enterpreneur baik dari segi memotivasi, menginspirasi, memberikan informasi dan memberikan kesempatan untuk jadi entrepreur sesuai dengan minat dan bakatnya. Ada feedback bagi mahasiswa saat lulus dan kembali ke masyarakat yakni menerapkan disiplin ilmu dan jiwa enterpreneurnya, bahkan saat masih kuliahpun dapat mengembangkan diri dari jiwa enterpreneurshipnya sebagai pengabdian masyarakat sesuai dengan goal LPPM STIMLOG”.
Kepala LPPM STIMLOG, Hartati Mediyanti Pakpahan, ST., MT yang juga merupakan Ketua Pelaksana acara Entrepreneurship Sharing Day, mengatakan, “Kegiatan STIMLOG Enterpreneurship Sharing Day lebih membekali mahasiswa untuk menjadi entrepreneur yg baik dengan cara memotivasi, menginspirasi, memberikan informasi dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mewujudkan keinginannya menjadi entrepreneur sesuai dengan minat dan bakatnya.
Hal ini membantu untuk mematangkan mahasiswa agar lebih siap berkontribusi pada masyarakat saat lulus yakni saat menerapkan disiplin ilmu dan memanfaatkan entrepreneur skill-nya. Kemampuan berwirausaha merupakan bagian pengembangan diri pada mahasiswa, melalui jiwa entrepreneurshipnya mahasiswa dapat mengkombinasikan dengan aktivitas pengabdian pada masyarakat. Hal ini sesuai dengan salah satu goal LPPM STIMLOG, lanjut Hartati.
“Entrepreneur Day akan menjadi agenda tahunan yang dikelola oleh UPIK dengan melibatkan mahasiswa sebagai pelaksananya, sehingga mahasiswa STIMLOG juga akan menjiwai dalam berwirausanya, “pungkas Hartati.

Bandung Side menyempatkan bertanya kepada salah satu peserta yang bernama Firqin Indallah Al-Bayani, Jurusan Manajemen Logistik, angkatan 2016 mengatakan, “Acara STIMLOG Entrepreneurship Sharing Day memberikan saya kesempatan untuk menambah wawasan, membangun networking dan membangkitkan kembali semangat juang saya untuk menjadi seorang entrepreneur muda. Yang bukan hanya mahir dalam bidangnya tapi lebih kepada menebar kebermanfaatannya”.
Begitu juga dengan Maria Eka Oktaviany Panjaitan, dari Jurusan Manajemen Logistik, Semester 5, “Kegiatan Entrepreneur Day sangat bagus karena Saya dan teman teman mempunyai tambahan ilmu dari berbagai narasumber. Saya bisa membuka peluang online bisnis dengan tanpa adanya keraguan. Namun sayang, waktunya diakhir tahun saat ujian semester selesai yang jadwal selanjutnya libur diakhir tahun. Ada beberapa mahasiswa yang sudah pulang ke daerah masing-masing. Semoga tahun depan insyaAllah diadakan dengan pembicara yg lebih handal dengan waktu yang pas. Sayangkan banyak mahasiswa yang sudah pulang tidak mendapatkan ilmu yang sangat berharga ini”.***