Sanksi 2 Bulan Usai Dengan Progres Perbaikan IPAL, Lokalisir PT Sinar Baru Maju Jaya Dibuka Satgas Sektor 4

Bandung Side, Majalaya – PT Sinar Baru Maju Jaya setelah melaksanakan sanksi berupa perbaikan IPAL selama 2 bulan, akhirnya saluran limbah cairnya dibuka oleh Satgas Sektor 4 Citarum Harum dan dapat melakukan proses produksi, Kamis (17/10/2019).

Satgas Sektor 4 Citarum Harum bersama Muspika Desa Padamulya, Majalaya menyaksikan pembukaan saluran limbah cair PT Sinar Baru Maju Jaya, Kamis (17/10/2019).

Kerja keras dan keinginan untuk memperbaiki IPAL, PT Sinar Baru Maju Jaya membuahkan hasil dengan dibukanya saluran limbah cairnya oleh Satgas Sektor 4 Citarum Harum yang sebelumnya kedapatan membuang limbah cair tidak sesuai dengan baku mutu air. Hal tersebut dikarenakan proses limbah pada inlet yang ditampung dalam kolam aerasi belum bisa homogen sehingga cairan limbah yang panas, berat dan sedang masih terpisah-pisah jenisnya yang seharusnya tercampur. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya mesin pengaduk. Selain itu belum adanya colling tower yang fungsinya untuk mendinginkan cairan limbah agar mudah dihomogenkan saat masuk kolam aerator. Dari proses tersebut menyebabkan terjadinya 90 % sedimentasi atau over lumpur.

Dansektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso meninjau progres perbaikan IPAL PT Sinar Baru Maju Jaya, Kamis (17/10/2019)

Hal lain yakni, proses pada kolam aerator langsung dicampurkan vero dan kapur yang tujuannya untuk mengikat zat agar homogen tidak terjadi, dikarenakan kolam filterisasi tidak berfungsi yang kembali menghasilkan over lumpur yang tidak tersaring. Selain itu, pemberian vero dan kapur yang tidak sesuai dengan komposisi juga mengakibatkan over lumpur kembali dan Ph menjadi tinggi diatas nilai 10. Penggunaan vero dan kapur hendaknya pihak pengola IPAL PT Sinar Baru Maju Jaya juga diimbangi dengan memikirkan dampak dari lumpurnya juga, tampak dalam kolam penampung proses filterisasi dengan kedalaman 1,5m dengan lebar 10 x 10 m hampir memenuhi kolam.

Kolam Aerasi PT Sinar Baru Maju Jaya

Dari verifikasi sanksi yang diberikan maka PT Sinar Baru Maju Jaya yang berlokasi di jl Rancajigang, Majalaya telah melakukan perbaikan diantaranya dengan melakukan pengangkatan lumpur yang berasal dari kolam pengendapan sekaligus menguras dan membersihkannya. Selanjutnya, kolam aerasi telah dipasang difuser sehingga dapat memproses limbah cair bersifat homogen berfungsi untuk menurunkan COD. Penggunaan PAC 29% drinking grade agar proses koagulasi dan flokgulasi tidak menimbulkan lumpur yang berlebihan serta menggunakan larutan DAC untuk menurunkan warna pada limbah dan menggunakan carbon active pada filterisasi sebelum limbah cair disalurkan pada outlet.

Kolam pengendapan lumpur PT Sinar Baru Maju Jaya

Hadir dalam pembukaan saluran limbah cair PT Sinar Baru maju Jaya, Komandan Sektor (Dansektor) 4 Citarum Harum; Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso, Bhabinkamtibmas dari Polsek Majalaya, Aiptu Nanang Hendra; Babinsa Koramil Majalaya, Serka Ujang Sofyan, Perwakilan perusahaan oleh Andi Santoso serta Kaur. Umum Desa Padamulya Didin Rajudin.

Dansektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso mengatakan,”Setelah menerima surat pengajuan peninjauan atas progres perbaikan IPAL PT Sinar Baru Maju Jaya kami melakukan uji laboratorium terlebih dahulu pada limbah cair yang ada disaluran filterisasi. Hingga hasil uji laboratorium kedua kalinya didapatkan nilai parameter COD=144, TSS=9, pH=8, Colour=118″.

Kolam Aerasi PT Sinar Baru Maju Jaya

Dari hasil uji laboratorium tersebut, lanjut Dansektor 4, untuk PT Sinar Baru Maju Jaya yang kapasitas IPALnya dibawah 1.000 m3/hari masih ada toleransi. Selama menjalankan sanksi lokalisir saluran limbah proses produksi masih ada yang jalan dengan menggunakan recycle, ada bagian yang tidak jalan. Managemen berinisiatif mengarahkan karyawannya untuk membersihkan lokasi pabrik sehingga kondisi pabrik dalam keadaan bersih dan nyaman.

“Selain itu, ada beberapa karyawan yang membantu membersihkan kolam-kolam IPAL yang berisi lumpur, setelah melihat dilokasi kondisi IPAL sudah ada perubahan dan tampak terpelihara. Maka dari itu, hari ini lokalisir dibuka dan PT Sinar Baru Maju Jaya dapat melakukan proses produksi maksimal dengan catatan tetap dalam pengawasan Satgas Citarum Harum limbah cairnya,”kata Kolonel Kustomo.

Tanur Koagulasi dan Flokgulasi PT Sinar Baru Maju Jaya

Andi Santoso, perwakilan PT Sinar Baru Maju Jaya mengatakan,” Lebih baik jangan lagi terkena sanksi lokalisir penutupan saluran limbah cair, saya kapok tidak bisa produksi. Saya baru tahu juga kalo mengelola limbah cair hasil produksi itu tidak bisa sembarangan, ada aturannya dan harus tepat dalam memberikan obat kimia, juga kebersihan lingkungan dan IPAL harus juga dijaga dan diawasi”.

“Saya mengelolah pabrik belum genap 6 bulan sudah kena sanksi begini, karena ketidak tahuan tentang limbah dan IPAL. Teguran keras dari Satgas Sektor 4 menjadi pelajaran berharga bagi saya sebagai pemimpin pabrik. Tapi ada baiknya juga, karena saya ada kesempatan untuk membersihkan kolam-kolam yang sudah bertahun-tahun ada endapan lumpurnya tidak diangkat-angkat juga oleh pengelola sebelumnya,”papar Andi.

Saluran Limbah Cair PT Sinar Baru Maju Jaya dibuka oleh Satgas Sektor 4 Citarum Harum, Kamis (17/10/2019).

“Kedepannya akan terus saya perhatikan IPAL nya agar menghasilkan limbah cair yang sesuai dengan baku mutu, berkat arahan Satgas Sektor 4 juga waktu 2 bulan bisa menyelesaikan perbaikan ini. Semoga dengan IPAL yang bagus, orderan akan semakin banyak,”pungkas Andi.***


Facebook Comments

Leave a Reply