Diganjar Lokalisir, Karyawan IPAL CV Sekawan Tidak Tahu Kelola IPAL

Bandung Side, Majalaya – Satuan Tugas (Satgas) Sektor 4 Citarum Harum kembali melokalisir pabrik tekstil pembuat kain korden dan jok kursi yang membuang limbahnya tanpa proses IPAL sehingga mencemari anak Sungai Cikakembang di jl. Randukurung No.1, RT.04 RW.01, Desa Padaulun Kecamatan Majalaya, Senin (9/9/2019).

Seperti yang disampaikan oleh Komandan Kompi (Danki) Sektor 4 Citarum Harum, Letda Arh. Dwi Iswantoro, bahwa saat anggota Satgas Sektor 4 melakukan patroli malam pada tanggal 2 September 2019 pukul 23.00 WIB, mendapat laporan dari warga bahwa Sungai Padaulun sering membawa bau dan berwarna hitam. Selanjutnya Satgas Sektor 4 melakukan penelusuran sepanjang anak Sungai Cikakembang dan anak Sungai Padaulun dibawah jembatan Randukurung, namun belum mendapatkan sampel limbah cair.

Saluran Limbah Cair CV Sekawan dilokalisir oleh Satgas Sektor 4, Senin (9/9/2019)

Hingga pagi hari Satgas Sektor 4 bergerak menelusuri saluran pembuangan pabrik yang dicurigai membuang limbah cair tersebut, namun belum menemukannya. “Pada Tanggal 5 September, Satgas Sektor 4 mengambil sampel limbah cair CV Sekawan yang dicurigai membuang limbah cair tanpa melalui proses IPAL. Hal tersebut dilakukan karena pada badan Sungai Cikakembang terhalang bangunan yang dimiliki oleh PT Sipatex Putri Lestari,”papar Danki Sektor 4, Letda Dwi.

“Dari hasil pengambilan sampel dioutlet CV Sekawan digunakan 2 metode uji yakni menguji sample limbah cair menggunakan pampet Kyoritsu menunjukkan warna kuning, sesuai parameter pampet menunjukkan nilai lebih besar dari 250 kandungan COD nya. Sedangkan uji sampel limbah cair menggunakan Reaktor Hach menunjukkan angka pH:8,2 ; TSS:103 ; COD:331 ; Colour:+++ (tidak terbaca). Angka parameter tersebut sudah tidak sesuai dengan baku muutu yang sudah ditetapkan oleh aturan LHK tentang Baku Mutu,”jelas Lerda Dwi.

Salah Satu Ruang Pabri Kain Korden dan Jok Kursi CV Sekawan, Senin (9/9/2019)

Pada Tanggal 6 September 2019 pukul 13.00, lanjut Danki Letda Dwi, Dansektor 4 Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso memerintahkan untuk memanggil pemilik atau penanggung jawab CV Sekawan untuk memberikan klarifikasi mengenai kejadian terlapor limbah cair pada outletnya. Dikarenakan pemiliknya berhalangan hadir di Posko Utama Sektor 4, maka CV Sekawan diwakili Joko untuk menghadiri undangan.

“Menurut Bapak Joko, selama ini tidak tahu cara mengelolah limbah cair pada IPAL. Sedangkan petugas IPAL diambil dari karyawan bagian produksi. Maka dari itu pada Tanggal 9 September ini, Dansektor 4 memerintahkan untuk melokalisir saluran limbah cair CV Sekawan agar tidak terus mencemari Sungai Cikakembang dan melakukan perbaikan sistem IPAL nya sampai limbah cairnya sesuai dengan Baku Mutu,”tegas Danki Sektor 4.

Kegiatan lokalisir saluran limbah cair CV Sekawan disaksikan oleh Perangkat Desa Padaulun, Kuswono; Binmas Polsek Majalaya, Bripka. Dadang, Babinsa Desa Padaulun, Serda Sofyan memonitor langsung penglokalisiran saluran limbah cair CV Sekawan. Terdapat 2 saluran yang dilokalisir, pertama adalah outlet limbah cair dan kedua adalah saluran air hujan yang lokasinya bisa memungkinkan bila kolam limbah mengalami luber akan keluar ke Sungai Cikakembang.

Salah Seorang Karyawan CV Sekawan sedang meneliti hasil rajutan, Senin (9/9/2019)

Sandi, Penanggung Jawab CV Sekawan mengakui kesalahannya, bahwa bagian yang mengurus IPAL memang tidak paham dalam mengelola limbah, karena berasal dari karyawan produksi. “Sesuai arahan Dansektor 4 Kolonel Kustomo, CV Sekawan akan secepatnya memperbaiki IPAL dan akan melatih karyawan bagian IPAL agar memahami pengelolahannya,”kata Sandi.

CV Sekawan telah beroperasi kurang lebih 30 tahun yang lalu, namun kondisinya sekarang sungguh memprihatinkan. Kawasan dan lingkungan pabrik berkesan kurang nyaman bagi karyawan dikarenakan menggunakan bangunan lama dan belum ada sentuhan renovasi. Ada juga ruangan yang kosong karena mesin tenunnya sudah rusak, dan banyaknya kumpulan karung penyimpan majun yang sudah berdebu.

Karyawan bagian weaving atau tenun sedang meneliti benang, Senin (9/9/2019)

“CV Sekawan sudah lama mulai mengalami penurunan produksi kain korden dan jok kursi, selain ketatnya persaingan juga mesin-mesin yang digunakan sudah tua. Biaya perawatan jadi lebih tinggi, sehingga untuk mengakali ya dikanibal saja, bahkan sudah banyak yang tidak dioperasikan karena rusak,”ungkap Sandi.

“Teguran keras dari Satgas Sektor 4 dengan melokalisir saluran limbah, secepatnya akan kami perbaiki sistem IPAL nya, karena produksi tidak terlalu banyak maka nantinya limbah cair akan kami rycicle saja,”pungkas Sandi.

Komandan Sektor 4, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso sedang menandatangani Berita Acara Lokalisir saluran limbah cair CV Sekawan dihadapan penanggung jawab CV Sekawan, Sandi. Senin (9/9/2019).

Komandan Sektor 4 Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso mengatakan,”Pabrik tekstil yang sudah berusia lebih 30 tahun dalam operasionalnya tentunya sudah tidak efisien lagi dalam produksinya. Hal itu dikarenakan mesin yang digunakan sudah tidak stabil lagi. Mereka hanya bisa bertahan dengan karyawan yang sudah berpengalaman dalam produksi saja, namun IPAL untuk mengelola limbah cair diabaikan”.

“Kondisi seperti ini tidak boleh terjadi, karena limbah cair yang dikeluarkan tetap akan mencemari sungai, seperti yang kita lihat, mesin-mesin IPAL juga sudah banyak yang tidak berfungsi. Untuk proses adukan pada kolam aerasi hanya sekedar mengaduk saja, tidak membawa dampak penggumpalan zat warna bila diberi PAC karena sudah terlampau jenuh juga dari limbah sebelumnya.

“Dengan dilokalisir saluran limbahnya dan mumpung produksinya belum banyak, CV Sekawan mempunyai kesempatan menguras kolam-kolam pengendapan lumpurnya agar bersih dan dapat difungsikan kembali bila perbaikan IPALnya sudah selesai,”pungkas Kolonel Kustomo.***

Facebook Comments

Leave a Reply