Satgas Subsektor 8 Desa Jelegong, “Perintah Datang Karangpun Dihantam”

Bandung Side, Kutawaringin – Amanah Perpres No 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum merupakan payung hukum dalam mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan yang mengakibatkan kerugian besar bagi kesehatan, ekonomi, sosial, ekosistem, sumber daya lingkungan sehingga mengancam tujuan perllindungan dan pengelolahan lingkungan hidup. Hal tersebut lah yang membuat Satgas Sektor 8 Citarum Harum tidak hentinya melakukan giat dan menjaga kelestarian Sungai Citarum dengan patroli sungai dan sidak kebeberapa pelaku usaha yang memberi potensi limbah ke Sungai Citarum, Sabtu (10/8/2019).

Dalam giatnya, Satgas Subsektor 8, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin yang dipimpin oleh Serda Safei melakukan pembersihan bantaran Sungai Citarum yang rumputnya sudah mulai memanjang. Giat tersebut dilakukan setiap pagi, selain itu membabat rumput juga menyiram dan merawat tanaman flamboyan yang sudah tumbuh subur setahun lalu ditanamnya. “Alhamdulillah giat yang dilakukan Satgas Subsektor 8 Desa Jelegong dalam merawat tanaman dan perapian bantaran sungai mendapatkan apresiasi oleh warga, yakni dengan diberinya bantuan berupa alat potong rumput. Kami sangat bersyukur, ada juga warga berpartisipasi dalam memulihkan kerusakan Sungai Citarum dengan memberi bantuan tersebut,”kata Serda Safei.

Mesin potong rumput bantuan warga Desa Jelegong meningkatkan kinerja Satgas Subsesktor 8 Desa Jelegong

“Satu buah alat pemotong rumput dari warga tersebut akan dimanfaatkan semaksimal mungkin, bersama warga lainnya akan bergerak memulihkan kembali ekosistem Sungai Citarum dengan merawat rumput, tanaman dan pohon keras yang sudah mulai meranggas karena musim kemarau,”lanjut Serda Safei.

Aktifitas pagi dan giat merawat bantaran Sungai Citarum tidak berhenti begitu saja, setelah melakukan pengarahan lebih lanjut pada anggota Satgas Subsektor 8, Desa Jelegong untuk melanjutkan perawatan, Serda Safei bersama Serda Rahmad serta Bandung Side melakukan sidak perusahaan yang bergerak dibidang washing atau pencucian kain yang lokasinya tidak jauh dari melakukan korve.

Filter yang akan dipasang di CV Berka Abhipraya, Desa Jelegong

Sidak dilakukan di CV Berkah Abhipraya yang dimiliki oleh Iwan Rohaendi Setiawan di Jl. Raya Soreang- Cipatik, Kampung Ciharuman, RT 01/RW 10, Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin yang sedang beraktifitas. Disambut oleh bagian IPAL, Nur Rukma langsung menuju lokasi IPAL yang berada dibelakang tempat produksi.

“Kami sedang mengembangkan IPAL dengan menambah filter atau penyaringan, agar kualitas air limbah yang nantinya dibuang ke Sungai Citarum sesuai dengan baku mutu,”kata Nur Rukma. Kedepan, lanjut Nur Rukma, kami akan membuat penampungan air bahan baku atau kolam air bahan baku yang diambil dari Sungai Citarum. Dari proses produksi pencucian kami menggunakan air kurang lebih 16 m3, sehingga saat kemarau kami tidak kesulitan bahan baku air yang dikarenakan air Sungai Citarum surut. “Tahap demi tahap perbaikan kami lakukan demi mendukung Program Citarum Harum, sehingga investasi yang dilakukan pemilik akan sebanding dengan kualitas hasil pekerjaan CV Berkah Abhipraya,”pungkas Nur.

Kolam air baku untuk proses pencucian CV Berkah Abhipraya

Selanjutnya sidak bergeser ke wilayah Kampung Ciharuman, RT 01/RW 11, Desa Jelegong, washing atau pencucian kain milik H. Hapisuddin. Tampak tidak ada aktifitas bagi pekerjanya, yang ada hanya juru tagih dan bagian administrasi. Pencucian kain milik H. Hapisuddin begitu lenggang dari kebiasaannya, hal tersebut juga tampak pada bagian IPAL yang sedang dilakukan pengeringan sludge atau lumpur pada kolam inletnya. “Saat ini tidak ada pekerjaan, aktifitas pencucian celana jeans juga sudah mulai menurun. Kadang order pekerjaan sebulan hanya 2x, karena sudah agak sulit yang membayar dengan tunai jika memberi order,”kata Neng bagian administrasi.

“Saat situasi normal karyawan yang bekerja sampai 20 orang, sejak berkurangnya order sekarang tinggal 5 orang saja. Bagian penagihan pada order yang dicicil pun seminggu hanya hadir 2x saat penagihan, itu pun hasilnya selalu tertunda terus. Alasan beberapa konfeksi yang memberi order karena penjualannya juga sepi,”jelas Neng.

Suasana lenggang usaha pencucian kain H. Hapisuddin

Serda Safei mengatakan,”Saat order sepi pun jangan lupa dengan memperhatikan lingkungan, terutama sludge atau lumpur harus diperlakukan dengan baik, diangkat dari kolam dengan menampungnya kekarung agar bisa kering dan limbah cairnya tidak masuk keselokan yang menuju Sungai Citraum”. Saran Serda Safei pun di-Amin-in dan diperhatikan serta akan disampaikan kepada bagian IPAL yang kebetulan juga sedang libur oleh Neng.

Sidak berlanjut kewilayah Kampung Gunung Pancir RT 03/RW 08 Desa Jelegong, lokasi tempat usaha pencucian kain H. Yayat. Sama kondisinya dengan pencucian H. Hapisuddin, tampak lenggang karena aktifitas pencucian celana jeans dilakukan dimalam hari. Saat siang hari aktifitas yang dilakukan karyawan yang berjumlah 7 orang ini hanya menyetrika dan menyortir celana jeans yang belum dicuci.

Serda Rahmat anggota Satgas Subsektor 8 Desa Jelegong sedang memperhatikan mesin cuci milik H. Yayat

Hari sudah mulai siang, saatnya Dansubsektor Serda Safei dan Serda Rahmat bergabung kembali dengan anggota Satgas Subsektor 8 Desa Jelegong dibantaran Sungai Citarum melanjutkan pemeliharaan bantaran secara berkelanjutan. “Giat ini dilakukan semaksimal mungkin tanpa melihat Hari Sabtu atau Minggu atau hari lainnya. Dengan sigap Satgas Subsektor Desa Jelegong harus siap sedia mensukseskan Program Citarum Harum. Seperti pada lirik lagu, “Perintah datang, karang pun dihantam” ,”pungkas Serda Safei tegas.***

Facebook Comments

Leave a Reply