Satgas Sektor 4 Lokalisir Saluran Limbah Cair PT Sinar Baru Maju Jaya Yang Menghasilkan COD Tinggi

Bandung Side, Majalaya – Satgas Sektor 4 Citarum Harum yang dipimpin oleh Komandan Sektor(Dansektor) Kolonel Inf Kustomo Tiyoso memberi tindakan tegas kepada PT Sinar Baru Maju Jaya jl. Racajigang 20, Desa Padamulya, Majalaya dengan melokalisir saluran limbah cairnya yang telah dengan sengaja dibuang di anak sungai Cicakembang menuju Sungai Citarum, Jumat (8/2/2019).

Tindakan tegas yang diambil oleh Dansektor 4 Citarum Harum, Kolonel Kustomo setelah mendapati laporan anggota Satgas Sektor 4 Citarum Harum melakukan uji sampel Chemical Oxygen Demand (COD) dengan menggunakan alat kyopitsu pampet saat patroli sungai pada Hari Rabu, Tanggal 24 Juli 2019 pukul 10.15 WIB. Wal-hasil sampel uji dari limbah cair PT Sinar Baru Maju Jaya parameter baku mutu COD dengan nilai 538, Total Suspended Solid (TSS)dengan nilai 185 sedangkan FAU 370 yang merupakan deteksi kekeruhan warna tidak tampak, yang mengindikasikan tidak segera mengendapnya zat-zat koloid/terapung pada zat organik, jasad renik, lumpur dan lainnya tidak segera terurai.

Komandan Sektor 4 Citarum Harum memberi arahan kepada Andi perwakilan PT Sinar baru Maju Jaya disaksikan oleh Bhabinmas dan Babinsa Majalaya

Jadi dapat disimpulkan bahwa parameter yang di uji oleh Satgas Sektor 4 bahwa limbah cair yang dibuang oleh PT Sinar Baru Maju Jaya tidak sesuai baku mutu dengan nilai uji tinggi semua dari standar yang berlaku membuat Komandan Kompi (Danki) Sektor 4 Lettu Arh. Dwi Iswantoro bersama anggotanya melakukan sidak pada Hari Kamis, Tanggal 1 Agustus 2019, pukul 15.20 WIB.

Sidak yang dilakukan Satgas Sektor 4 dengan langsung mengunjungi lokasi IPAL untuk menyaksikan langsung proses pengolahan limbah cairnya sehingga menghasilkan buangan yang tidak sesuai baku mutu. Dapat dianalisa oleh Satgas Sektor 4 bahwa pada inlet yang ditampung dalam kolam aerasi belum bisa homogen sehingga cairan limbah yang panas, berat dan sedang masih terpisah-pisah jenisnya yang seharusnya tercampur. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya mesin pengaduk. Selain itu belum adanya colling tower yang fungsinya untuk mendinginkan cairan limbah agar mudah dihomogenkan saat masuk kolam aerator. Dari proses tersebut menyebabkan terjadinya 90 % sedimentasi atau over lumpur.

Inlet PT Sinar Baru Maju Jaya tanpa melalui proses pendinginan telah menghasilkan over lumpur.

Setelah proses pada kolam aerator langsung dicampurkan vero dan kapur yang tujuannya untuk mengikat zat agar homogen tidak terjadi, dikarenakan kolam filterisasi tidak berfungsi yang kembali menghasilkan over lumpur yang tidak tersaring. Selain itu, pemberian vero dan kapur yang tidak sesuai dengan komposisi juga mengakibatkan over lumpur kembali dan Ph menjadi tinggi diatas nilai 10. Penggunaan vero dan kapur hedaknya pihak pengola IPAL PT Sinar Baru Maju Jaya juga diimbangi dengan memikirkan dampak dari lumpurnya juga, tampak dalam kolam penampung proses filterisasi dengan kedalaman 1,5m dengan lebar 10 x 10 m hampir memenuhi kolam.

Lokalisir saluran pembuangan limbah cair (outlet) PT Sinar Baru Maju Jaya dilakukan oleh Satgas Sektor 4 Citarum Harum karena menghasilkan COD tinggi

Penutupan atau lokalisir saluran outlet limbah cair PT Sinar Baru Maju Jaya dilakukan agar segera pihak managemen memperbaiki proses pengelolahan dan IPALnya, diantaranya harus tersedianya colling tower untuk proses pendinginan limbah cair dari inlet, selain kolam aerasi harus diperbaiki, proses filtrasi juga membutuhkan instalasi juga harus disediakan serta beberapa mesin pompa untuk menarik air dari mesin belt press agar tidak tercampur dalam kolam aerasi.

Hadir dalam penutupan saluran limbah cair PT Sinar Baru maju Jaya, Komandan Sektor (Dansektor) 4 Citarum Harum; Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso, Bhabinkamtibmas dari Polsek Majalaya, Aiptu Nanang Hendra; Babinsa Koramil Majalaya, Serka Engkus Ernawan, Perwakilan perusahaan oleh Andi serta Sekretaris Desa Padamulya, Endang Rediana.

Komandan Sektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf.Kustomo Tiyoso saat meninjau IPAL PT Sinar Baru Maju Jaya didampingi oleh Bagian IPAL.

Dansektor 4 Citarum harum kustomo Tiyoso mengatakan bahwa limbah cair yang dibuang industri textil yang COD nya tinggi akan menyebabkan kematian bagi individu yang berada di Sungai Citarum. “Zat kimia yang mengikat, membutuhkan oksigen untuk mengoksidasi bahan organik yang terdapat dalam air. Dibutuhkan keseimbangan antara kebutuhan air dan oksigen agar bila limbah cairnya terbuang tidak mengakibatkan kematian atau rusaknya ekologi Sungai Citarum,”jelas Kolonel Kustomo.

Dua karyawan PT Sinar Baru Maju Jaya tampak sedang melakukan pengeringan kain usai diproses pencelupan.

“Lokalisir saluran limbah cair PT Sinar Baru Maju Jaya industri pencelupan dilakukan agar supaya manajemen segera memperbaiki kembali proses dan IPAL nya. Satgas Sektor 4 akan terus mengawasi dan berpatroli kembali pagi, siang dan malam agar kondisi Sungai Citarum terbebaskan dari limbah cair yang berbahaya bagi kehidupan,”pungkas Kolonel Kustomo.

Andi, perwakilan PT Sinar Baru Maju Jaya sedang membaca berita acara yang dibuat Satgas Sektor 4 Citarum Harum yang berkaitan sangsi lokalisir saluran limbah cairnya.

Andi, perwakilan dari PT Sinar Baru Maju Jaya pun mengakui bahwa adanya kealpaan pada proses pengolahan limbah cairnya.”Beberapa mesin yang mati akan segera digantikan dengan yang baru, adanya proses tambahan pengolahan limbah cair akan segera dijalankan, bagian pengelolahan IPAL harus terus belajar karena tidak mengetahui kalau vero dan kapur menyebabkan lumpur yang dihasilkan menjadi lebih banyak dan tidak efisien,”kata Andi.

“Semoga sangsi tegas diberlakukan Satgas Sektor 4 membuat PT Sinar Baru Maju Jaya menjadi lebih baik lagi,” tutup Andi.***

Facebook Comments

Leave a Reply