Keteledoran Karyawan IPAL CV Piramid Jaya Berbuah Lokalisir Saluran Limbah Cairnya

Bandung Side, Majalaya – Keteledoran karyawan IPAL CV Piramid Jaya yang berada di jl. Laswi No.10, Desa Padamulya, Majalaya berakhir sangsi tegas Satgas Sektor 4 Citarum Harum berupa saluran yang dicurigai sebagai biang terbuangnya limbah cair dari IPAL, Jumat (2/8/2019).

Sangsi tegas Satgas Sektor 4 Citarum Harum yang dipimpin oleh Komandan Sektor (Dansektor) Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso menutup saluran yang dicurigai sebagai biang terbuangnya limbah cair CV Piramid Jaya. Hal tersebut terungkap setelah Satgas Sektor 4 melakukan uji sampel air limbah pada Hari Kamis (1/8/2019) yang keluar dari selokan yang berada didepan pabrik menunjukkan nilai parameter COD tinggi sekali yakni 898.

Dansektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso sedang memberi pengarahan kepada pemilik CV Piramid Jaya, Dodi tentang penampungan limbah B3

Tak hayal setelah mengetahui nilai parameter yang membahayakan bagi kehidupan dan rusakknya ekologi lingkungan, Satgas Sektor 4 melakukan sidak pada keesokan harinya untuk mengetahui IPAL dan proses kelolanya. Bersama menyaksikan saat melakukan sidak dan penutupan saluran limbah cair Bhabinkamtibmas dari Polsek Majalaya, Aiptu Apip; Babinsa Koramil Majalaya, Serka Ujang Sopian, Pemilik perusahaan oleh Dodi serta Sekretaris Desa Padamulya, Endang Rediana.

Saat menyaksikan IPAL CV Piramid Jaya sudah sesuai proses yang digunakan, dikarenakan kapasitas sesuai dengan keluaran mesin tenun yang digunakan yakni 76 mesin. Pemanfaatan air sebagai bahan baku proses tenun kurang lebih 300 m3 dengan menggunakan air PDAM yang direcycle kembali agar lebih efisien dalam pembiayaan pengelolahan limbah cairnya dengan proses kimia.

IPAL CV Piramid Jaya dengan proses kimia

Namun setelah ditelusuri lebih jauh, ada 2 saluran yang mencurigakan yang dapat digunakan sebagai jalan untuk membuang limbah cair. Menurut pengakuan Dodi pemilik industri tenun CV Piramid Jaya bahwa saluran tersebut adalah saluran pembuangan air yang tidak terpakai dari hasil recycle kelola limbah cairnya. Sementara saluran yang satunya merupakan saluran pembuangan air hujan.

Satgas Sektor 4 tidak patah arang terus mencari kedalam pabrik saluran yang mengakibatkan parameter limbah tinggi tersebut yakni FAU 370, COD 898, PtCo tidak terdeksi, TSS 349 dan Ph 8,3. Hal tersebut dikarenakan saluran atau selokan tempat pembuangan limbah yang menjadi prioritas pencarian limbah cair tersebut dilalui oleh 3 pabrik yakni CV. Piramid Jaya, PT. Tri Bintang dan PT. Sinar Baru Maju Jaya.

Pipa pembuangan air recycle CV Piramid Jaya yang dilokalisir Satgas Sektor 4 Citarum Harum

Setelah beberapa saat penelusuran, akhirnya ditemukan penyebabnya yakni adanya kebocoran atau rembesan yang berasal dari tumpukan karung yang berisikan sludge atau lumpur yang dihasilkan dari pengolahan IPAL CV Piramid Jaya. Sludge yang merupakan hasil proses kimiawi hasil pemecahan zak organik masih dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) harusnya ditempatkan pada lokasi yang sesuai aturan diantaranya ditempatkan pada lokasi yang terlindung dari hujan dan sinar matahari. Selain itu tempat limbah B3 harus berventilasi dan dilengkapi dengan saluran dan bak penampungan tumpahan. Namun yang terdapat pada CV Piramid Jaya tidak sedemikian idealnya, bahkan akan berdampakkan membahayakan bagi kehidupan bahkan bagi karyawan CV Piramid sendiri.

Lokasi dan tempat yang digunakan untuk menampung limbah B3 dari CV Piramid Jaya tidaklah representatif dan berkesan tidak layak. Sehingga menyebabkan rembesan yang mengalir kesaluran yang menuju selokan karena mengalami proses pen-tirisan atau menurunnya kadar air kebawah dari sludge tersebut. Hal tersebut diakui oleh Dodi bahwa tempat atau lokasi limbah B3 memang tersedia seadanya dan untuk perijinan belum ada karena masih dalam proses.

Saluran limbah CV Piramid Jaya usai dilakukan lokalisir dengan penutupan.

Semula Dodi mengelak bahwa limbah cairnya tidak sesuai baku mutu pada saat dibuang, karena sudah dikelola dengan baik. Namun setelah ditunjukkan bukti-bukti yang ditunjukkan oleh Komandan Kompi (Danki) Satgas Sektor 4, Lettu Arh. Dwi Iswantoro berupa rekaman video dan foto, maka Dodi mengakui ada keteledoran karyawan bagian IPAL dalam menyimpan limbah B3 berupa karung sludge tersebut dengan ditumpuk saja. Selain itu, diakui juga oleh Dodi bahwa untuk memperlakukan limbah B3 nya belum dikelola dengan baik terutama penempatan dan lokasinya dilokasi yang memang sangat terbatas dari luas pabrik yang hanya 2.400 m2.

Dodi pemilik pabrik tenun, CV Piramid Jaya

Dansektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso mengatakan bahwa yang membuat kaget dan takjub adalah nilai parameter COD CV Piramid Jaya hingga 898 tersebut. “Setelah mengetahui sumber dari nilai parameter COD 898 tersebut berasal dari rembesan limbah B3 CV Piramid Jaya dan meminimalkan resiko yang berkelanjutan, maka Satgas Sektor 4 menutup saluran yang mencurigakan untuk kembali dibuangnya limbah cair yang berbahaya,”papar Kolonel Kustomo.

“Lokasi tempat limbah B3 harus segera dibuat dan berijin oleh CV Piramid Jaya dan Satgas Sektor 4 akan tetap mengawasi dan patroli tiap harinya,”pungkas Kolonel Kustomo.***

Facebook Comments

Leave a Reply