Menteri Luhut Dorong Pembangunan IPAL Komunal Baru Dilokasi Yang Lebih Luas

Bandung Side, Cisirung – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan selaku Ketua Pengarah Tim Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum melakukan kunjungan kerja dibeberapa lokasi sepanjang DAS Citarum, Rabu (28/8/2019).

Adapun kunjungan kerja yang dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dalam rangka meninjau perkembangan kinerja Satgas Citarum Harum. Diantaranya lokasi yang dikunjungi adalah Sektor Pembibitan yang berlokasi di Desa Tarumajaya, kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, Situ Cisanti, Sektor 8 di Terowongan Nanjung, Sektor 6 di Oxbow Bojongsoang dan lokasi tungku bakar sampah/insinerator dan Sektor 7 di IPAL Komunal Cisirung/PT Mitra Citarum Air Biru (PT. MCAB), jl. Cisirung No.34, Desa Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, kabupaten Bandung.

Komandan Sektor 7 Citarum Harum, Kolonel Inf. Purwadi sedang mempresentasikan perkembangan IPAL Komunal Cisirung pasca dilokalisir, Rabu, (28/8/2019)

Saat memasuki lokasi IPAL Komunal Cisirung di Sektor 7, rombongan yang terdiri dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan; Kementerian Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir Mochamad Basoeki Hadimoeljono,M.Sc; Kepala BNPB Doni Monardo; Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Naser; Deputi Bidang Koordinasi SDM IPTEK dan Budaya Maritim, Dr Safri Burhanuddin, DEA; Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, KLHK; Dirjen SDA Kementerian PUPR; Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil, Kementerian Perindustrian; Direktur Pengairan dan Irigasi, Bappenas; Kepala Badan Litbang Kemenperin; Kepala BPN Kabupaten Bandung; Kepala BPN Kota Cimahi; Kepala Puslitbang Air PUPR; dan Dinas LH Provinsi Jawa Barat disambut hangat oleh Komandan Sektor 7, Kolonel Inf. Purwadi beserta Direktur PT MCAB, Lucky Candradinata dan Komandan Sektor 4, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso.

Rombongan segera memasuki lokasi IPAL Cisirung untuk mendapatkan presentasi perkembangan yang dilakukan PT MCAB oleh Komandan Sektor 7, Kolonel Inf. Purwadi. Dalam paparannya Kolonel Purwadi mengatakan,”Pasca dilokalisir, IPAL Cisirung telah menambah mesin DAF sebanyak 3 unit dengan kapasitas 3.500 m3 permesinnya. Selain itu, pabrik yang menjadi pelanggan IPAL Cisirung diharapkan limbah cairnya sebelum dialirkan ke inlet IPAL Cisirung diola dulu sebagai pretreatment”.

Tampak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan; Kementerian Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir Mochamad Basoeki Hadimoeljono,M.Sc; dan Deputi Bidang Koordinasi SDM IPTEK dan Budaya Maritim, Dr Safri Burhanuddin, DEA antusias mendengarkan presentasi Kolonel Inf. Purwadi tentang perkembangan IPAL Komunal Cisirung, Rabu (28/8/2019).

“Namun dengan perkembangan progres yang dilakukan oleh beberapa pabrik lain diwilayah Sektor 7 yang bukan pelanggan IPAL Cisirung juga melakukan hal yang sama dengan membangun IPAL baru baik sebagai penambahan kapasitas atau penambahan filterisasi untuk mengejar baku mutu air limbah yang diperbolehkan dibuang ke Sungai Citarum,”lanjut Kolonel Purwadi.

Dari 24 pabrik pelanggan IPAL Cisirung, lanjut Kolonel Purwadi, memang belum secara merata dapat dikelola, hal tersebut dikarenakan kapasitas IPAL Cisirung hanya mampu mengelola 11.000 m3. Kondisi sekarang, inlet IPAL Cisirung mengalami sedimentasi. Dengan kedalaman 5 meter tersisa hanya 1,5 – 2 meter saja, sehingga bila normalkan kembali dengan mengangkat sedimentasi maka kapasitas inlet dapat menampung sekitar 7.500 m3. Bila dijumlahkan dengan kapasitas kelola 3 mesin DAF sekitar 10.500 m3 jadi total kemampuan bila normal sekitar 18.000 m3. Ada selisih sekitar 7.000 m3 yang menjadi masalah, sehingga dipaksakan tiap pabrik hanya bisa membuang sekitar 300 m3 saja perpabriknya untuk mengejar kemampuan mesin DAF.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan sedang melakukan dialog perkembangan IPAL Cisirung, Rabu (28/8/2019)

“Solusi yang ditawarkan dengan menambah kembali mesin DAF agar bisa mengejar limbah cair dari 24 pabrik pelanggan IPAL Cisirung dengan keterbatasan lahan yang ada. IPAL Cisirung memiliki luas sekitar 1,2 Hektar tidak mungkin bisa melayani semua pabrik yang ada, baik pelanggan maupun permintaan pabrik lain yang ingin jadi pelanggan. Sehingga solusi kedua yang ditawarkan kepada pihak pengusaha untuk pindah atau membuat IPAL Komunal yang baru dengan kapasitas yang lebih luas,”pungkas Kolonel Purwadi.

Sementara itu, Direktur PT MCAB Lucky Candradinata saat diwawancarai bandung Side mengatakan,” Ucapan terima kasih kepada Menko Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan beserta Kementerian Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ir Mochamad Basoeki Hadimoeljono,M.Sc; dan Kepala BNPB Doni Monardo telah melakukan kunjungan kerja ke IPAL Komunal Cisirung. Kami berkomitmen dan mendukung atas Program Citarum Harum yang dicetuskan oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo. Upaya yang telah kami lakukan sesuai dengan saran Komandan Sektor 7 Kolonel Purwadi dengan menambah mesin DAF dan himbauan preteatment kepada pabrik pelanggan sudah dilakukan. Bila nantinya ada upaya lain dengan penambahan mesin DAF kembali atau dengan membangun kembali IPAL Komunal yang baru dilokasi yang memiliki kapasitas area lebih luas, akan kami upayakan dengan koordinasi terlebih dahulu kepada para pengusaha,”pungkas Lucky yang akrab dipanggil Aan.

Secara lisan, Menko Bidang Kemaritiman Republik Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan menyetujui dengan pindah kelokasi baru yang lebih luas, tinggal diupayakan lokasi dan studi kelayakannya agar segera terealisasi. Upaya lain bila membangun IPAL Komunal baru prioritaskan menggunakan bahan lokal, jangan import agar bisa menekan biaya pembangunan.

“Kita agendakan rapat Hari Senin untuk membahas lebih lanjut tentang IPAL Komunal di Jakarta,”pungkas Luhut Binsar Panjaitan.***

Facebook Comments

Leave a Reply