Limbah Domestik Dapat Berdampak Serius Hingga Kematian

Bandung Side, Majalaya – Limbah domestik dari kotoran manusia dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan bahkan pencemarannya menimbulkan stroke dan kematian. Hal tersebut diungkap oleh Komandan Sektor 4 Citarum harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso pada kegiatan sosialisasi Program Citarum harum di Gedung Olah Raga, Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, Sabtu (21/12/2019)

Dalam paparannya, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso didampingi petugas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Noor Rochman mengatakan bahwa dampak dari kotoran manusia bisa menimbulkan bakteri e-coli, yang dapat menimbulkan penyakit kram perut, diare berdarah, gagal ginjal kronis, stoke dan kematian. Masyarakat harus memiliki WC yang dibarengi dengan pembuatan septictank untuk menampung kotoran manusia, supaya tak dibuang ke Sungai Citarum”.

Dansektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso saat memberikan materi sosialisasi Program Citarum Harum di Desa Majakerja, Kec. Majalaya, Sabtu (21/12/2019)

Kustomo mengungkapkan, 150.566 jiwa penduduk Kecamatan Majalaya dalam sebulannya menghasilkan tinja sebanyak 903.396 ton. Untuk itu, ia mengaku prihatin karena masih ada warga yang membuang air besar di selokan yang bermuara ke sungai. “Kita harus berpikir positif dan tidak menimbulkan kerusakan pada alam atau lingkungan,” ujar Kustomo.

Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso juga menginformasikan selama bertugas di Sektor 4 yakni wilayah Kecamatan Majalaya, pihaknya sudah menutup saluran air limbah cair di 61 pabrik industri di Kecamatan Majalaya, dari 109 pabrik yang ada. “Dari 61 yang ditutup saluran limbahnya, 58 pabrik sudah dibuka lagi dan 3 lainnya masih dilokalisir.

Ia menyatakan, jajaran TNI dari Satgas Citarum Harum tidak menutup perusahaannya, tapi menutup saluran pembuangan limbah yang dibuang ke Sungai Citarum karena tidak ramah lingkungan. “Persoalan limbah pabrik industri tak bisa dianggap main-main. Untuk diketahui oleh masyarakat luas, dampak keracunan limbah industri (merkuri) juga bisa menimbulkan gangguan otak dan mental, tremor, radang dan pembengkakan gusi, gangguan perut serta ginjal. Lebih membahayakan lagi, dampak keracunan merkuri bisa mengganggu perkembangan otak janin pada wanita hamil, tangan dan kaki bengkak serta kulit tubuh mengelupas,” papar Kustomo.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Noor Rochman saat memberikan materi tentang mengelola sampah pada kegiatan sosialisasi Program Citarum Harum di Desa Majakerta, Kec. Majalaya, Sabtu (21/12/2019).

Kustomo pun mengaku khawatir jika ada ibu-ibu yang terkontaminasi racun merkuri tidak akan memiliki keturunan. Dampak dari racun merkuri itu, katanya, ikan yang hidup di Sungai Citarum juga bisa tercemar. Salah satu contoh ikan yang sudah tercemar racun merkuri di antaranya ikan lele di Cilampeni, ikan lele di Cimaranggi dan ikan mas di Cisanti Kertasari. Kustomo pun turut mengedukasi warga yang hadir dalam sosialisasi itu, terkait dengan sampah organik dan anorganik yang volumenya mencapai 20.462 ton per hari. Namun dari jumlah itu 71 persennya tak terangkut. Sampah tersebut merupakan sampah industri, domestik, dan sampah lainnya yang berasal dari rumah tangga.

Disamping itu, Kustomo pun mengungkapkan tentang sedimentasi sebanyak 8.465 ton per tahun yang berasal dari hutan, kebun dan tanah longsor. Panjang Sungai Kecamatan Majalaya 11.780 meter. Tak hanya itu, ia pun menerangkan hutan seluas 690.108 hektare di daerah aliran Sungai Citarum. Dari luas lahan tersebut, potensi kritis 212.186,16 ha, agak kritis 166.571,80 ha, kritis 78.877,82 ha, sangat kritis 2.670,19 ha. Untuk memperbaiki lahan kritis itu membutuhkan 125 juta pohon.

Tungku Inovatif Pembakar Sampah karya Anggota Satgas Sektor 4 Citarum Harum dipresentasikan penggunaannya oleh Serka Aat, Sabtu (21/12/2019).

“Kami mengajak masyarakat untuk sama-sama menghijaukan lahan kritis,” ajaknya. Ia pun mengatakan, Satgas Citarum Sektor 4/Majalaya sudah melaksanakan upaya mengatasi sedimentasi, di antaranya pengerukan sedimentasi sepanjang 1.800 meter di aliran Sungai Cibotor, Sungai Cipeujeuh, Sungai Cipadaulun, Sungai Cisaraya, dan Sungai Cijunti.

Dalam akhir kegiatan sosialisasi, Anggota Satgas Sektor 4 Citarum Harum menyerahkan 1 unit tungku inovatif untuk pembakar sampah kepada pihak pemerintahan Desa Majakerta. Sebelumnya, tungku inovatif pembakar sampah yang dapat digunakan untuk 3 – 4 rumah tangga diberi pelatihan dalam penggunaannya.***

Tinggalkan Balasan