Bandung Side, Ngamprah – Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat memasuki Bulan Syawal melaksanakan tradisi saling maaf-memaafkan dalam sebuah kegiatan Halal Bi Halal bersama pengurus dan anggotanya di Saung Makan Jl. Ciloa Km 3 Ngamprah, Jumat (14/6/2019)
Komite Pembentukan Kabupaten Bandung Barat (KPKBB) merupakan elemen masyarakat yang telah menorehkan sejarah atas terbentuknya Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai upaya pemekaran wilayah Kabupaten Bandung agar dapat merasakan pemerataan pembangunan menuju masyarakat yang sejahtera.

“Halal Bi Halal yang setiap tahun diselenggarakan oleh KPKBB merupakan tradisi pengurus dan anggota sebagai ajang silahturahmi serta saling maaf-memaafkan dalam perjalanan mengawal dan mengawasi roda pemerintahan Kabupaten Bandung Barat agar tujuan kesejahteraan rakyat yang dicita-citakan sebagai ruh dan niatan waktu terbentuknya pemerintahan Kabupaten Bandung Barat dapat dicapai,”kata Ketua Panitia Halal Bi Halal, Asep Ridwan H. Wiranata S.Ag. M.Hum.

Senada dengan Asep Ridwan yang juga Direktur KBB TV, Ketua KPKBB H. Zaenal Abidin BcHk. pun mengatakan bahwa Halal Bi Halal yang selalu diagendakan KPKBB di Bulan Syawal dalam rangka silahturahmi, saling maaf-memaafkan antara pengurus dan anggota yang diisi dengan obrolan santai sebagai bahan evaluasi kinerja pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
“Dalam meneguhkan ukhuwah islamiyah kita, silahturahmi dan saling maaf-memaafkan harus menjadi tradisi dan budaya masyarakat Kabupaten Bandung Barat,”kata Zainal Abidin.
Apalagi sekarang sedang menyambut Hari Ulang Tahun Kabupaten Bandung Barat yang ke-12, lanjut Zainal, bahwa dibutuhkan sinergi antara Kepala Pemerintahan yakni Bupati dan jajarannya dapatnya bersilahturahmi dengan DPRD KBB dan anggotanya, elemen masyarakat lainnya termasuk KPKBB. Alangkah indahnya bila sebelum menggelar peringatan Hari Ulang Tahun ke-12 Kabupaten Bandung Barat, pemerintah bersilahturahmi dengan KPKBB sebagai upaya berkonsolidasi.

“Masyarakat juga perlu tahu akan perjuangan KPKBB hingga terbentuknya KBB, sehingga tidak mungkin ada KBB bila tidak ada perjuangan KPKBB,”tegas Zainal Abidin.
“Bila dalam perjalanan roda pemerintahan KBB ada kritik dan saran baik dari elemen masyarakat maupun dari KPKBB, hal tersebut jangan ditanggapi dengan “ambeg” atau marah dari pemerintah. Dalam hal ini pemerintah jangan anti kritik, apalagi di Hari Ulang Tahun ke-12, kalau anti kritik dikuatirkan bisa mengalami celaka 12,”kata Zainal Abidin saat melayani wawanara media.
Kedepan, tambah Zainal Abidin, KPKBB juga mempersiapkan generasi penerusnya untuk tetap mengawal dan mengawasi perjalanan pemerintah. Keinginan elemen masyarakat KBB dengan pemerintah tidak lain adalah masyarakat KBB menjadi sejahterah, pemerataan pembangunan dan seluruh elemen masyarakat mengabdikan diri agar dapat mandiri. Sehingga sinergitas dibutuhkan antar pemerintah dan masyarakatnya.***