Bandung Side, Majalaya – Anggota Satuan Tugas (Satgas) Sektor 4 Citarum Harum memaknai Nuzulul Qur’an pada 17 Ramadan dengan buka bersama sekaligus meneguhkan hati sebagai Maung Siliwangi dikarenakan pada tanggal 20 Mei merupakan Hari Ulang Tahun ke-73 Kodam III/Siliwangi yang dilaksanakan di Posko Utama Sektor 4 Citarum Harum, jl. Rancajigang – Majalaya, Rabu (22/5/2019).
Buka bersama yang diselenggarakan secara sederhana namun khitmad dihadiri oleh Komandan Sektor (Dansektor) 4 Citarum Harum, Kolonel Inf. Kustomo Tiyoso dan Komandan Kompi (Danki) Sektor 4, Letda Rusnoto serta Anggota Satgas Sektor 4 Citarum Harum menunjukkan bentuk rasa bersyukur yang selalu menerima anugerah dari Allah SWT hingga saat ini masih menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan dan dapat memperingati Nuzulul Qur’an serta Ulang Tahun ke-73 Kodam III/Siliwangi.
Dalam amanah dan arahannya saat menunggu waktu buka puasa, Dansektor 4 Citarum Harum, Kolonel Inf.Kustomo Tiyoso menyampaikan bahwa dalam memaknai Nuzulul Qur’an secara harfiah adalah turunnya Al-Qur’an yang merupakan kitab suci agama Islam kepada Nabi dan Rosul terakhir yakni Nabi Muhammad SAW. Turunnya Surah Al-Alaq ayat 1 – 5 di Gua Hira disampaikan oleh Malaikat Jibril meneguhkan hati Rasulullah Muhammad SAW dan Para Sahabat dalam menapaki jalan dakwah yang sulit dan banyaknya cobaan serta godaan.
“Bila ditarik kedepan, keteladanan Rosulullah SAW dalam proses menerima wahyu pertamanya hingga meneguhkan hatinya sebagai penyampai amanah dari Allah SWT seperti Maung Siliwangi ini saat menerima amanah Perpres No 15 Tahun 2018 tentang percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum yang konsentrasi pada Bidang Penataan Ekosistem,”ungkap Kolonel Kustomo.

Hal tersebut sebagai pemaknaan sederhana saja, lanjut Kolonel Kustomo, saat Perpres No 15 Tahun 2019 turun dan memerintahkan sesuatu maka bagaikan Prajurit Maung Siliwangi dengan Komandan jika ada intruksi langsung dikerjakan.
“Kondisi kerusakan DAS Citarum sangatlah komplek penyebab dan akibatnya bila tidak segera ditangani, baik kerusakan secara sosial masyarakat atau kerusakan secara budaya berpenghidupan. Tercermin pada saat itu, masyarakat suku Qurais mengalami era kegelapan atau disebut jaman jahiliyah. Banyak tradisi-tradisi yang sangat tidak manusiawi dibudayakan. Mulai dari mengubur hidup-hidup setiap bayi perempuan yang baru lahir, wanita dijadikan objek sebagai barang yang di perjual-belikan, penyembahan terhadap berhala-berhala yang sudah menjadi tradisi secara turun-temurun,”jelas Dansektor 4 Citarum Harum.
Perlakuan masyarakat sekarang juga mengisyaratkan hal seperti itu, tambah Kolonel Kustomo, membuang sampah rumah tangga di Sungai Citarum, membuang limbah industri yang belum dikelolah dengan baik sebelumnya langsung ke Sungai Citarum sehingga air sungainya berwarna hitam akibat cairan limbah dan zat warna yang berakibat racun.
“Kata kuncinya “sabar” dalam mengedukasi masyarakat Majalaya yang pernah berjuluk Kota Dollar, karena industri tekstil mengalami kejayaan, tapi bila tidak mengikuti aturan dalam pengelolahan limbahnya, maka dalam waktu tidak terlalu lama masyarakat Majalaya akan sakit akibat terpapar racun limbah secara terus-menerus,”kata Kolonel Kustomo kembali.
“Selain itu, dalam rangka Hari Ulang Tahun Kodam III/Siliwangi kita bersama-sama berdo’a untuk dapat merefleksikan diri bahwa peran Maung Siliwangi tidak mengecewakan, karena Kodam III/Siliwangi adalah Kodam yang hebat dalam sejarahnya sebagai cikal bakal dari Kopassus sehingga kita harus tetap semangat dan kita harus dapat meningkatkan kinerja kita dalam mengembalikan Sungai Citarum kembali Harum,”tegas Kolonel Kustomo.
Tidak berapa lama dari arahan dan amanah yang diberikan Dansektor 4 Citarum Harum Kolonel Kustomo Tiyoso, terdengar adzan magrib sebagai tanda berakhirnya waktu puasa ramadan yang ditandai dengan berbuka puasa. Anggota Satgas Sektor 4 Citahum Harum dipimpin oleh Danki, Letda Rusnoto membacakan do’a buka puasa, dilanjutkan dengan santap takjil terlebih dahulu kemudian melaksanakan sholat magrib berjamaah.
Kenikmatan yang patut disyukuri dengan bersama-sama menyantap makanan yang sudah dihidangkan dalam kotak dengan menu sunda menandakan buka bersama dimulai.***