Soccer for Equality 2026 Digelar Plan Indonesia satukan 173 tim perjuangkan hak anak di NTT

Soccer for Equality 2026

Bandung Side, jl. Aceh – Soccer for Equality 2026 resmi digelar di Bandung sebagai tuan rumah babak final sekaligus puncak rangkaian turnamen nasional sepak bola inklusif tingkat nasional,

Di inisiasi oleh Plan Indonesia bersama SalingJaga dari Kitabisa, Turnamen ini menjadi panggung kompetisi sepak bola inklusif serta gerakan solidaritas nasional untuk mendukung akses pendidikan dan kesempatan yang setara bagi anak-anak, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rangkaian Soccer for Equality 2026 dimulai di Jabodetabek (16–17 Mei 2026), berlanjut ke Malang (30–31 Mei 2026), Balikpapan (13–14 Juni 2026), Makassar (4–5 Juli 2026), dan mencapai puncaknya di Bandung pada 18-19 Juli 2026 sebagai kota penutup sekaligus simbol perjuangan kesetaraan gender melalui olahraga. Total terdapat 173 tim dengan 32 di antaranya adalah tim sepak bola perempuan dari usia 10-12 tahun.

Di balik kemeriahan turnamen Soccer for Equality 2026, tersimpan misi sosial yang mendesak bagi kesejahteraan anak perempuan di NTT. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata lama sekolah di Nusa Tenggara Timur pada 2024 baru mencapai sekitar 8,38 tahun, masih tertinggal dari rata-rata nasional sebesar 9,22 tahun.

Kondisi ini kian diperparah oleh tingginya angka perkawinan anak dan diskriminasi berbasis gender yang terus menjadi penghalang besar bagi anak perempuan untuk meraih masa depan.

“Sepak bola adalah ruang yang setara. Di lapangan, tidak ada batasan siapa yang boleh bermimpi atau menunjukkan kemampuan. Melalui Soccer for Equality, kami ingin memastikan lebih banyak anak perempuan memiliki kesempatan berpartisipasi dalam olahraga, termasuk sepak bola yang selama ini identik dengan laki-laki. Kami ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berani memimpin, dan yakin bahwa mereka mampu meraih cita-citanya,” tegas Dini Widiastuti, Direktur Eksekutif Plan Indonesia

Soccer for Equality 2026 Digelar Plan Indonesia satukan 173 tim perjuangkan hak anak di NTT
Soccer for Equality 2026 Digelar Plan Indonesia satukan 173 tim perjuangkan hak anak di NTT

Soccer for Equality turut mendapat dukungan dari masyarakat melalui ekosistem filantropi digital. Melalui inisiatif sport charity, turnamen ini sekaligus menjadi wadah penggalangan dana publik untuk bergerak bersama memberikan kontribusi mendukung pemenuhan hak hak anak terutama hak pendidikan anak-anak di NTT.

Marsudi Wijaya, VP Crowdfunding Kitabisa sekaligus perwakilan dari SalingJaga / Beyond The Game menambahkan, “Kami di SalingJaga percaya, perubahan besar dimulai dari aksi bersama. Dengan semangat gotong royong lewat sepak bola, kami ingin mengajak masyarakat terlibat aktif dalam perjuangan mewujudkan kesetaraan.

Kolaborasi bersama Plan Indonesia memadukan esensi perlindungan, kesehatan dan solidaritas sosial demi memberikan kesempatan yang adil bagi anak-anak perempuan di NTT untuk meraih hak pendidikan mereka.

Pemenang Soccer for Equality 2026:
Kategori U10 PUTRA
JUARA 1: D’CLASS PRIDE asal TASIKMALAYA
JUARA 2: BINA PATRA asal KARAWANG
JUARA 3: TAJIMALELA PANSER asal BEKASI

Kategori U11 PUTRA
JUARA 1: CHARET’S asal BANDUNG
JUARA 2: BINA PUTRA PAMEKAR asal SUMEDANG
JUARA 3: THIKIVARO SIGMA asal BEKASI

Kategori U12 PUTRA
JUARA 1: TAJIMALELA asal BEKASI
JUARA 2: FORSGI JABAR asal BEKASI
JUARA 3: GARUDA MUDA INDONESIA asal LAMPUNG

KATEGORI U12 PUTRI
JUARA 1: AKADEMI PERSIB asal BANDUNG
JUARA 2: LH BULOG JATIM asal SURABAYA
JUARA 3: NONE MUDE LAVENDER asal TANGERANG

Naquita Syahmina Guntara, kapten Akademi Persib yang telah meraih juara 1 kategori U12 Putri
Naquita Syahmina Guntara, kapten Akademi Persib yang telah meraih juara 1 kategori U12 Putri

Jangan Takut dengan Sepak Bola Sampai Kita Setara.
Naquita Syahmina Guntara, kapten Akademi Persib yang telah meraih juara 1 kategori U12 Putri mengatakan bahwa tidak mengalami kesulitan saat babak penyisihan hingga masuk ke grand final.

“Sebelumnya Akadenmi Persib menjadi Juara 1 saat turnamen JSSL (Junior Soccer School and League) Singapore 7’s sekitar Bulan April lalu, jadi kemaren main saat babak penyisihan Soccer for Equality 2026 kami tidak mengalami kesulitan,” ujar Naquita Syahmina Guntara.

Saat ini Naquita menginjak usia 10 tahun dan masih sekolah kelas 5 SD menyemangati teman-teman sesama wanita,”Lebih semangat lagi jangan takut sama yang namya sepak bola, sampai semua setara”, pungkas Naquita.

Usut punya usut ternyata Naquita Syahmina Guntara adalah putri manis dari Sang Legenda Persib, Yudi Guntara sebagai seorang gelandang serang di tahun 90’an.

Yudi Guntara dikenal memiliki visi bermain yang jenius dan pernah membawa Persib meraih gelar juara Kompetisi Perserikatan 1993-1994 serta Liga Indonesia edisi perdana 1994-1995. Setelah itu Yudi Guntara pensiun akibat cedera lutut pada 2001, ia tetap aktif sebagai pengamat dan komentator sepak bola nasional.

“Sebagai orang tua dan dulunya berkarier di sepak bola, saya melihat Naquita sangat antusias saat bermain bola dan happy padahal usianya masih 10 tahun 7 bulan,” kata Yudi Guntara.

Mengikuti turnamen U12 bersama team nya agar kedepannya bisa lebih berkembang dengan baik, seusai Soccer for Equality Nasional targetnya akan mengikuti 3 turnamen lagi, lanjutnya.

Saat ini Naquita dalam tahapan sangat suka dengan sepak bola, saya support sekali, dalam perkembangannya tetap sebagai orang tua kami lebih mengutamakan pendidikan akademisnya dan tidak memaksakan Naquita bermain terus sepak bola.

Tinggalkan Balasan