Sinarmas MSIG Life Resmikan 6 Desa Digital Sadar Sampah

Sinarmas MSIG Life

Bandung Side, Bale Endah – Sinarmas MSIG Life resmikan 6 Desa Digital Sadar Sampah yang akan memiliki masa depan lebih baik bila masyarakatnya dapat mengelola sampah sekaligus membudayakannya agar lingkungan dapat bersih, sehat dan lestari.

Pengelolahan sampah berbasis digital pada Desa Digital Sadar Sampah mendapat perhatian khusus bagi Sinarmas MSIG Life dan MSIG Indonesia merupakan perusahaan asuransi jiwa dibawah naungan Group Sinarmas yang sudah mendahului mempelopori Live for The Future dalam aktifitasnya.

PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG Tbk. (Sinarmas MSIG Life) dan PT Asuransi MSIG Indonesia (MSIG Indonesia) berkolaborasi bersama Smash.id dalam menyediakan Smart Drop Box sebagai bagian dari program pengelolaan sampah berbasis digital di 6 Desa/Kelurahan Kabupaten Bandung.

Adapun 6 Desa di Kabupaten Bandung yang akan mendapatkan Smart Drop Box tersebut yakni, Desa Cipagalo, Desa Dayeuhkolot, Desa Bojongsoang, Desa Wangisagara, Kelurahan Wargamekar dan Kelurahan Baleendah.

Program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Sinarmas MSIG Life dan MSIG Indonesia bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus bertujuan meningkatkan budaya sadar sampah bagi masyarakat.

Sinarmas MSIG Life
Sinarmas MSIG Life dan MSIG Indonesia berkolaborasi bersama Smash.id dalam menyediakan Smart Drop Box sebagai bagian dari program pengelolaan sampah berbasis digital di 6 Desa di Kabupaten Bandung.

Menyambut semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, inisiatif ini sekaligus menunjukkan upaya perubahan untuk masa depan yang lebih baik melalui rutin memilah sampah
sehari-hari.

Sampah yang tidak terpilah dan terkelola dengan baik selalu menjadi masalah utama dalam pencemaran lingkungandan akan memiliki dampak besar bila tidak terkendali.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Erpi Suwandi, ST, MM, mengatakan bahwa timbunan sampah di Kabupaten Bandung mencapai 1.268 ton per hari.

Berdasarkan data neraca pengelolaan sampah tahun 2021, sampah yang terkelola sebesar 62,40% dimana penanganan sampah 24,95% dan pengurangan sampah 37,45% sementara sisanya masih menumpuk di titik-titik tertentu dan belum terkelola.

“Kabupaten Bandung telah memiliki 135 Tempat Pengelolaan Sampah, Reduce Reuse Recycle (TPS 3R), 318 Bank Sampah, 300 Bank Sampah Tematik (BST), dan juga Pusat Edukasi Pengelolaan Sampah (PUSPA),” ujar Erpi Suwandi.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, Erpi Suwandi, ST, MM (kanan) menerima secara simbolis Smart Drop Box dari Lukman Auliadi, Head of Customer & Marketing Sinarmas MSIG Life (tengah) yang didampingi oleh Susana Alamsyah, Administration Dept. Head MSIG Indonesia (kiri)

Meskipun demikian, tetap diperlukan upaya solutif dan keterlibatan aktif berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah yang diproduksi oleh lingkungannya adalah beban masing-masing, jadi setiap orang harus berkontribusi dalam mengelola sampah dari sumbernya dan tidak hanya bergantung pada pemerintah, imbuh Erpi Suwandi.

Sementara itu, saat sessi Q & A, Lukman Auliadi, Head of Customer & Marketing Sinarmas MSIG Life mengatakan, “Sejalan dengan semangat ‘Live for The Future’, Sinarmas MSIG Life akan terus berupaya mewujudkan tujuan utama perusahaan yakni memberikan perlindungan sekaligus menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan melalui tiga inisiatif dalam menerapkan gaya hidup yakni hidup terlindungi, sehat dan lestari”.

Kami percaya bahwa hal ini dapat dimulai dari penerapan gaya hidup berkelanjutan yang sederhana, seperti memilah dan mengolah sampah.

“Kolaborasi ini menjadi salah satu aksi nyata kami dalam menjalankan inisiatif Perusahaan menerapkan ESG (*Environment, Social & Governance), setelah sebelumnya kami mengimplementasikan berbagai inisiatif gaya hidup berkelanjutan melalui pengurangan emisi karbon, penggunaan kertas, dan sampah plastik serta meminimalisir energi listrik di gedung kantor perusahaan kami,” ungkap Lukman Auliadi.

Kontribusi bagi perkembangan masyarakat yang dinamis dan membantu memastikan masa depan yang sehat bagi planet juga menjadi perhatian bagi MSIG Indonesia.

“Kami berupaya untuk terus mengambil peran dalam melestarikan ekosistem yang diperlukan oleh planet ini untuk mengurangi risiko terhadap kerugian akibat bencana,” ujar Susana Alamsyah, Administration Dept. Head MSIG Indonesia.

Kades Bojongsoang
Kades Bojongsoang, Acep Syahrul Mulyaman, ST menerima cinderamata dari Susana Alamsyah, Administration Dept. Head MSIG Indonesia.

Memfasilitasi serta mengedukasi masyarakat akan pentingnya memilah dan mengolah sampah dengan baik menjadi salah satu langkah yang kami ambil dalam menjalankan kampanye perusahaan dalam perlindungan terhadap keanekaragaman hayati yang merupakan jaminan bagi masa depan berkelanjutan, tambah Susana Alamsyah.

Bersama dengan Smash.id, penyediaan Smart Waste Bin oleh Sinarmas MSIG Life dan MSIG Indonesia diharapkan dapat membantu proses pengelolaan sampah agar lebih mudah dan efektif.

Tempat sampah berbasis teknologi digital ini dilengkapi dengan pemindai barcode yang memungkinkan masyarakat mendapatkan konversi berupa poin untuk dibelanjakan dengan mengumpulkan sampah.

Kemudian, sampah yang terkumpul akan diolah oleh Bank Sampah terdekat agar dapat didaur ulang serta dijadikan barang bernilai ekonomi.

Putra Fajar Alam, CEO & Founder Smash.id menjelaskan, “Memiliki semangat yang sama dengan Sinarmas MSIG Life dan MSIG Indonesia, kami ingin mengajak masyarakat Kabupaten Bandung juga turut serta dalam membantu mengatasi permasalahan sampah sekaligus menggerakan roda ekonomi sirkular”.

Edukasi menjadi aspek penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengelola sampah serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk hidup generasi masa depan yang berkelanjutan, tambah Putra Fajar.

Menurut Siska Nirmala, seorang aktivis lingkungan dan pelaku gaya hidup zero waste, sampah bukan masalah yang sederhana. Namun solusi untuk menyelesaikan masalah sampah dapat dilakukan dari cara yang paling sederhana, yaitu dimulai dari diri sendiri dan dari rumah.

“Pertama-tama, kita harus memahami bahwa permasalahan sampah ini adalah urusan bersama. Maka kita semua perlu berkontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” kata Siska Nirmala.

Perlu diketahui, proses daur ulang tidak semudah yang kita bayangkan, namun kita bisa membantu proses tersebut dari sumbernya, dengan memilah sampah dengan baik dan benar.

“Kehadiran Smart Drop Box ini menjadi salah satu pendekatan baik untuk membantu memilah sampah di level rumah tangga yang menjadi salah satu sumber sampah terbesar,” ungkap Siska Nirmala.

“Tidak semua sampah dapat didaur ulang atau digunakan kembali, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah meminimalisir produksi sampah tersebut,” ujar Siska.

Menyadari hal ini, Sinarmas MSIG Life dan MSIG Indonesia berkontribusi dengan penerapan sustainable living dalam pekerjaan sehari-hari melalui cara kerja yang hemat kertas dan bijak plastik seperti menggunakan tumbler minuman, serta mengurangi emisi karbon perjalanan karyawan dengan penerapan work from anywhere.

Upaya dalam menggalakan praktik sadar sampah di tengah masyarakat memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar implementasinya jelas, terarah, dan berkelanjutan.

Kolaborasi dalam mewujudkan Desa Digital Sadar Sampah di Kabupaten Bandung ini diharapkan dapat menjadi solusi bersama dan berkontribusi dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik kini dan masa yang akan datang.

Yuk, pilah sampah untuk kehidupan masa depan!.***

Tinggalkan Balasan