Pentingnya Skill untuk Pekerjaan di Dunia Digital

pentingnya skill

Bandung Side, Kabupaten Karawang – Pentingnya skill pengguna internet di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya hingga mempengaruhi kebutuhan pekerjaan di ranah digital.

Data terakhir yang dihimpun oleh Hootsuite pada Januari 2021 menyatakan total pengguna internet di Indonesia sudah mencapai tiga per empat populasi yakni sekitar 202,6 juta pengguna.

Dari perkembangan internet tersebut, akan mempengaruhi pekerjaan-pekerjaan di masa mendatang.

Anwar Sodik, Wakil Kepala Sekolah Kurikulum SMA Darul Falah memaparkan, pekerjaan teratas yang dicari di Indonesia.

Di antaranya, pekerjaan retail, IT perangkat lunak, akutansi, penjualan bisnis, perbankan, personalia, sampai IT jaringan.

“Sekarang tinggal kita memilih mau bergerak di bidang pekerjaan apa. Programmer, designer, content creator, copywriter, atau data analyst,” ujar Anwar.

“Penguasaan aplikasi itu dunia-dunia yang harus kita pegang dari sekarang,” tutur Anwar Sodik dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (23/10/2021) pagi.

Anwar Sodik mengatakan, semakin canggih orang mempelajari pekerjaan, basicnya tetap, karakter masing-masing orang bisa dibedakan.

Pilihan-pilihan pekerjaan tersebut akan mempengaruhi digital skills yang akan kita pelajari.

“Dari beberapa pilihan bidang, kita harus fokus pada satu bidang yang ingin kita perdalam,” kata Anwar Sodik.

Jadi, tidak mudah ketika kita ingin menguasai bidang pembuatan website, jadi pentingnya skill diterapkan.

“Banyak disiplin ilmu yang harus kita kuasai dan lain sebagainya,” ujar Anwar Sodik.

Anwar menyampaikan bahwa kita bisa memanfaatkan situs-situs weschools, coursera, digital talent scholarship, indonesiaX, dan prakerja untuk mendapatkan pelatihan-pelatihan yang bisa memperdalam dan meningkatkan skills kita.

Anwar Sodik mengatakan, ada sebuah proses yang harus kita pelajari dan perdalam terkait satu bidang pekerjaan.

Selain itu, kita juga harus memperbanyak pengalaman dan jam terbang, tujuannya agar kita mampu bersaing di dunia luar.

Menurutnya, pengalaman merupakan guru terbaik. Ketika kita salah dan belajar dari pengalaman, maka akan muncul sebuah ide atau gagasan dalam menghadapi masalah-masalah di bidang pekerjaan.

Hal terpenting lainnya, kita harus selalu mau belajar mengenai perkembangan dan ilmu baru.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (23/10/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Diana Balienda (Pengusaha – Digital Trainer), Ranita Claudia Akerina (Training & Development Officer), Aditianata (Dosen IT – Universitas Esa Unggul), dan Inayah Chairunnisa sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan