Etika Mengirim Pesan Pribadi di Ranah Digital

etika mengirim pesan

Bandung Side, Kab Karawang – Etika mengirim pesan yang harus kita lakukan saat mengunakan media digital dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar.

Di media sosial tentu berbeda saat kita harus mengirim pesan secara pribadi maupun yang umum.

Ada tata cara dalam berkomunikasi cara pesan pribadi karena langsung kepada sosok yang dituju.

Yayah Nurasiah, dosen Politeknik Negeri Media Kreatif mengatakan, tentu yang pertama kita harus tahu siapa lawan bicara kita sebagai peran etika mengirim pesan.

Sehingga kita bisa menempatkan diri seperti bersikap lebih sopan, jika dia lebih tua daripada kita.

Sebelum mengirim pastikan kita lihat waktu pengiriman, jangan sampai kita mengirim pesan di waktu-waktu seseorang sedang beristirahat apalagi sudah malam hari.

Gunakan bahasa yang baik dan benar, sebaiknya, kita tidak lagi menggunakan singkatan karena di dunia digital ini tidak ada batasan.

“Tidak seperti SMS dahulu ada minimal karakter. Lebih baik kita menggunakan teks yang tepat tanpa disingkat selain bahasa yang baik, sehingga tidak ada kesalahpahaman,” ungkap Yayah Nurasiah saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (23/10/2021) pagi.

Mulailah dengan salam. Bisa salam formal, atau kalau kita mengenal asal daerah lawan bicara, kita dapat menggunakan bahasa daerah ataupun bahasa keagamaan.

Jika ini merupakan pesan yang baru pertama kali kita kirim ataupun kepada orang yang tidak terlalu dekat dengan kita.

Misalnya dosen, guru atau juga atasan kita yang harus dilakukan adalah memulai pesan dengan mengenalkan diri kita.

“Karena belum tentu mereka menyimpan kontak kita. Agar lebih memudahkan mereka juga untuk mengetahui siapa pengirim pesan, tanpa nanti bertanya kemudian,” tutur Yayah Nurasiah.

Selanjutnya sampaikan maksud dan tujuan dengan jelas dan singkat tanpa berbasa-basi terlebih dahulu atau juga tanpa permulaan yang panjang dan terakhir ketika akhiri jangan lupa mengucapkan terima kasih.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Sabtu (23/10/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Yudha Adyaksa (Vice Coordinator Rumah Millenials), Riski Dwi Amanda (UI/UX Designer), Muhammad Fajar Muharram (RTIK Indonesia), dan Olivia Zalianty sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan