Bandung Side, Pasteur – Dua perusahaan bergabung melakukan kesepakatan antara Artotel Indonesia dan Dafam Hotel Management menghimpun kekuatan guna meluaskan pasar yang sempat stagnan saat pandemi Covid-19.
Artotel Indonesia dan Dafam Hotel Management merupakan perusahaan manajemen perhotelan yang mempunyai karakter berbeda namun memiliki tujuan yang sama yakni mempercepat peningkatan pertumbuhan bisnis.
Artotel Indonesia mengoperasikan kurang lebih 25 hotel, baik hotel miliki sendiri maupun yang bekerjasama dengan mitra.
Sejak berdiri pada 2011, Artotel Indonesia memiliki visi dan semangat untuk memperkenalkan seni kontemporer Indonesia kepada para tamu hotel.
Sejak berubah menjadi Artotel Group dan memiliki beberapa lini bisnis baru, visi dan semangatnya ditingkatkan untuk lebih memperkenalkan komunitas kreatif lokal Indonesia ke masyarakat luas dan dunia.
Keunikan Artotel Group dalam mengelola hotelnya yakni melakukan transformasi dan perluasan bisnis yang dikelola, antara lain di bidang hospitality, event management, dan curated merchandise.
Sedangkan Dafam Hotel Management (DHM) tercatat ada sekitar 24 hotel di 16 kota di Indonesia yang termasuk di dalamnya milik sendiri.
DHM saat ini juga memiliki properti di wilayah Bali, Lombok dan Ternate, yakni Hotel Dafam Savvoya Seminyak Bali, Villa Savvoya Seminyak Bali, The Beverly Hills Bali, dan Mola-mola Resort Gili Air, Lombok, NTB, Grand Dafam Bela Ternate, Grand Dafam Q Hotel Banjar Baru di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
DHM memiliki misi sebagai perusahaan The Biggest Hotel Company in Indonesia dan ingin mendedikasikan bisnisnya untuk kemajuan pariwisata Indonesia.
Selain itu, karakter unik DHM memiliki hotel yang berada di Kabupaten lebih banyak menyasar untuk kebutuhan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition).
DHM saat ini memiliki empat brand yakni, Dafam Expres untuk budget hotel, Moetel by Dafam, Hotel Dafam untuk para pebisnis, dan Luxury Hotel Grand Dafam.
CEO PT Dafam Hotel Management, Andhy Irawan saat dihubungi bandungside.com melalui pesan singkatnya membenarkan penggabungan antara Artotel Indonesia dan Dafam Hotel Management.
“Kita merger kok. Lho tahu dari mana ?,” jawab Andhy Irawan membalas pesan singkat bandungside.com, Minggu 3 Oktober 2021.
“InshaaAllah nanti ada waktunya akan kami umumkan, masih preapare segala sesuatunya, Mas,” pungkas Andhy Irawan pencetus ide buku “Road to Owner”.
Menurut Iswardi Lingga, Praktisi Pasar Modal dan Technical Analyst bahwa merger atau penggabungan dua perusahaan atau lebih saat ini menjadi solusi terbaik guna memulai bisnis kembali sejak 2 tahun pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini.
“Pandemi Covid-19 memberi dampak yang berat bagi sektor perhotelan dalam memenuhi biaya operasionalnya,” kata Iswardi Lingga.
Banyak hotel yang tidak bisa beroperasi sekarang ini atau tutup, PHK karyawan besar-besaran, hingga capaian pertumbuhan bisnisnya terganggu, tambah Iswardi.
“Dibutuhkan modal besar untuk memulai operasional hotel kembali, dikarena tidak berputarnya bisnis sejak dua tahun ini bahkan adanya kesempatan bisnis yang hilang,” ungkap Iswardi.
Dapat dipastikan dengan merger dan penggabungan perusahaan akan memberi dampak positif kembalinya beroperasi, mengembalikan sistem pemasaran, beradaptasi dengan teknologi dan menguatkan brand, lanjut Iswardi.
Meskipun memiliki market masing-masing tentunya dua perusahaan bergabung akan mendapatkan bisnis baru yang belum terealisasi bahkan akan mengembangkan memiliki hotel baru.
“Yang menjadi catatan penting, saat memasuki Pandemi Covid-19 banyak bisnis yang hilang, maka dari itu harus segera dikembalikan lagi saat sudah beroperasi, ada resiko diambil pihak lain,” jelas Iswardi.
“Semoga dengan bangkitnya perekonomian dan didukung kesadaran masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 sektor perhotelan dan pariwisata dapat berjalan kembali,” pungkas Iswardi Lingga.***