Pullman Bandung Mempersembahkan Legenda Batik Parahyangan

pullman bandung

Bandung Side, Diponegoro – Pullman Bandung Grand Central memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada Tanggal 02 Oktober dengan mempersembahkan Legenda Batik Parahyangan.

Legenda Batik Parahyangan digelar dari Tanggal 30 September – 11 Oktober 2021 di area Pullman Bandung Grand Central jl. Diponegoro, Bandung dari hasil kolaborasi dengan Batik Komar, Pameran UMKM Batik Bandung hasil kurasi Dekranasda Kota Bandung dan kegiatan canting persembahan rumah Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM).

Batik Komar memamerkan koleksi batiknya yang dikenal dengan tema Sangkuriang dan Panji Semirang berkarakter Cirebonan, dapat dijumpai di lobby Hotel Pullman Bandung Grand Central.

Dilokasi yang sama, digelar secara langsung demo canting yang di peragakan oleh 2 siswi disabilitas gangguan pendengaran dari LPK Putri-Dago.

Legenda Batik Parahyangan
Legenda Batik Parahyangan, ajang pameran batik menyambut Hari Batik Nasional di Pullman Bandung Grand Central, Sabtu 02 Oktober 2021.

Sedangkan Pameran UMKM Batik Bandung hasil kurasi Deskranada Kota Bandung berlokasi di foyer Grand Ballroom masih dilantai lobby yang diikuti oleh Hasan Batik Bandung, Bandung Batik Shibori, Galeri Bulan, Galeri Putri Batik Dago, Galeri Abstrak Batik Indonesia dan Batik Komar.

Dominique Albero, GM Pullman Bandung Grand Central merasa bangga mempersembahkan Legenda Batik Parahyangan bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang jatuh pada Tanggal 02 Oktober.

“Legenda Batik Parahyangan merupakan event pameran pertama bagi Pullman Bandung yang ikonik, sekaligus momen penting karena bertepatan dengan memperingati Hari Batik Nasional,” kata Dominique Albero.

Saat pandemi Covid-19, semua lini usaha mengalami dampak serius dan kemandegan dalam usaha, baik sektor perhotelan maupun pengusaha dan pengrajin batik di Kota Bandung, lanjut Dominique.

Siti Muntamah Oded
Siti Muntamah Oded, Ketua Dekranasda Kota Bandung sedang membatik usai membuka Pameran Legenda batik Parahyangan di Pullman Bandung Grand Central, Sabtu 02 Oktober 2021

Bersama-sama Pullman Bandung dan UMKM Batik Kota Bandung kita menggeliatkan perekonomian dalam ajang pameran yang tidak menutup kemungkinan adanya transaksi jual-beli yang besar.

“Kota Bandung yang dikenal dengan kota kreatif, masyarakatnya mencintai dan memiliki budaya seni yang tinggi. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan Pullman Bandung yang dibangun dengan cita rasa seni tinggi pada bangunan, interior, eksterior hingga pada room memiliki kebanggaan tersendiri bagi tamu yang berkesan saat menginap,” jelas Dominique.

“Saya sangat mencintai Kota Bandung dan saya mencintai Batik, semoga Legenda Batik Parahyangan dapat diterima oleh semua, baik tamu yang menginap di Pullman Bandung maupun pengunjung pameran,” pungkas Dominique Albero.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Ir.H. Elly Wasliah mengatakan bahwa momen Legenda Batik Parahyangan yang bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang diakui oleh UNESCO.

“Penetapan Batik Indonesia dikarenakan telah memenuhi 3 dari 5 kriteria UNESCO, yakni bahwa pertama; batik merupakan tradisi dan ekspresi lisan, kedua; kebiasaan sosial, adat istiadat masyarakat, ritual dan perayaan, ketiga; kemahiran kerajinan tangan tradisional budaya.

Pullman Bandung
Siswa LPK Putri-Dago, Bandung sedang mendemontrasikan membatik menggunakan canting pada ajang Pameran Legenda batik Parahyangan di Pullman Bandung Grand Central

“Sehingga dari pengakuan UNESCO menetapkan bahwa Batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan Karya Agung Budaya Lisan dan Nonbendawi atau Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity,” jelas Elly Wasliah.

Sejak diakui pada sidang UNESCO di Abu Dhabi pada 30 September 2009 dan oleh Pemerintahan Indonesia dimulailah penetapannya 02 Oktober 2009 sebagai Hari Batik Nasional, lanjut Elly.

“Kota Bandung memiliki “Kampung Batik” yang lokasinya di jalan Cigadung Raya Timur, ada dua destinasi wisata batik ternama, yakni Batik Komar dan Batik Hasan,” kata Elly Wasliah.

Ada juga Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ikhwan Tematik yang santri dan gurunya memiliki kegiatan membatik, tambah Elly.

“Upaya lain guna memajukan dan melestarikan batik yakni dengan menggelar pelatihan membatik bagi pemula, pelatihan produksi batik hingga pelatihan merketing bagi usaha batik,” papar Elly.

Pullman Bandung
Pembukaan pameran batik mengusung tema Legenda Batik Parahyangan di Pullman Bandung Grand Central dihadiri oleh Siti Muntamah Oded, Ketua Dekranasda Kota Bandung

Salah satu program unggulan Disdagin Kota Bandung, saat ini dan masih berlangsung dilaksanakan selama 2 bulan di 9 titik lokasi pusat perbelanjaan di Kota Bandung yakni digelarnya Pasar Kreatif.

“Pasar Kreatif yang di buka pada Tanggal 17 September – 17 Oktober 2021 diikuti oleh 252 pelaku UMKM yang didalamnya termasuk pengusaha batik,” ungkap Elly Wasliah.

Selain itu, Pemerintah Kota Bandung melalui Disbudpar mengadakan sayembara desain logo Hari Jadi Kota Bandung ke-211 dengan simbol desain Bunga Patrakomala dan Burung Cangkurileung.

Legenda Batik Parahyangan di Pullman Bandung Grand Central dibuka oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung, Siti Muntamah Oded, S.AP.

Siti Muntamah dan Dominique Albero tidak segan mencoba membatik menggunakan canting saat meninjau Kegiatan Canting di area lobby dan selanjutnya menyapa pengunjung dan peserta Pameran UMKM Batik Bandung.***

Tinggalkan Balasan