Bandung Side, Kab Tasikmalaya – Jurnalisme warga menangkap perkembangan teknologi yang pesat membuat banyak hal yang berubah dan berpengaruh pada setiap sektor menjadi sebuah berita/ informasi faktual.
Sebagai masyarakat, kita perlu mempersiapkan diri untuk perubahan tersebut karena harus terlibat di dalamnya.
Salah satu manfaat internet yang bisa kita rasakan ialah menjadi jurnalisme warga. Dalam artian, kita memiliki aktivitas dan berpartisipasi dalam menyampaikan sebuah berita/ informasi melalui platform-platform online.
Menurut Duddy Rachayu Suhada, Founder dari Kapol.id, jurnalisme warga ini bisa menjadi aktivitas lapangan alternatif yang membuat masyarakat bisa menghasilkan karya serta kinerja produktif yang bermakna.
“Jurnalisme warga, kewirausahaa, dan etika informasi nantinya akan menjadi satu kesatuan langkah,” kata Duddy.
“Kita juga harus paham tools-toolsnya dalam menjadi jurnalisme warga,” tutur Duddy dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (29/9/2021) pagi.
Jurnalisme warga sendiri bisa dilakukan dengan cara yang sangat sederhana, misalnya melaporkan tempat wisata menarik, atau kuliner terkenal di wilayah setempat.
Duddy Rachayu Suhada mengatakan, siapapun bisa menjadi seorang wartawan di masa kini. Hal itu karena, proses penulisan dan penyebarluasan berita sama, pembedanya hanya pada skill masing-masing individu dalam menulis berita.
Dalam menjadi jurnalisme warga, kita bisa memproduksi dan menyebarkan karya ke berbagai media. Warga bisa terlibat dalam proses kreatif jurnalisme di lapangan dan menjadi kontributor.
“Paling tidak yang harus kita perdalam dalam menjadi seorang citizen journalism yaitu harus menguasai dan memahami apa itu berita, nilai-nilainya, unsur, struktur naskah, tata bahasa, dan etika penulisan sebuah berita,” papar Duddy Rachayu Suhada.
Duddy menuturkan, prinsip dasar jurnalisme warga pun tidak jauh berbeda dengan jurnalisme arus utama, seperti akurasi dan ketepatan informasi.
Artinya, hal ini akan menjadi aktivitas kita sebagai masyarakat untuk menerapkan konten-konten positif pada ruang digital.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (29/9/2021) pagi juga menghadirkan pembicara Frendy Winardi (Founder Royals Rejuvia), Arya Shani Pradhana (CEO & Founder Tekape Workspace), Chiara Ciasman Co-Founder Forest Sangjit), dan Tanisha Zharfa sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***