Cara Proteksi Perangkat Keras dan Lunak

cara proteksi

Bandung Side, Kabupaten Cianjur – Cara proteksi menggunakan gawai untum mengaksesi platform digital baik itu media sosial ataupun marketplace dan lainnya menjadi hal yang biasa kita lakukan saat ini, untuk berkarya, berjejaring hingga berbisnis.

Segala kemudahan yang ada dalam menggunakan platform digital ini juga harus diikuti dengan cara proteksi bagaimana kita bisa menjaga keamanan digital supaya tidak merepotkan di kemudian hari

Rizky Ardi Nugroho, seorang podcaster dan entrepreneur ini membagikan tips memproteksi perangkat keras dan lunak. Beberapa hal ini sebenarnya menjadi hal mendasar saat kita menggunakan platform digital.

Namun seringkali pengguna internet itu abai atau malas untuk cara proteksi menjaga keamanan platform yang mereka gunakan.

Aktifkan password atau kata sandi atau mungkin face authentication di perangkat keras kita sebagai upaya cara proteksi.

Terlebih saat berkumpul dengan banyak, orang mungkin saja suatu ketika ponsel kita tinggal sementara, tetap aman karena tidak ada yang bisa membuka.

“Hal tersebut juga harus dilakukan di komputer atau laptop kantor, sebaiknya menggunakan password agar saat kita tinggal tidak ada yang bisa membuka komputer kita,” kata Rizky.

“Mencegah tersebarnya data pribadi juga jauh dari pembajakan email atau media sosial kita,” ungkap Rizky Ardi Nugroho, saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (29/9/2021) siang.

Kemudian simpan password kita serta ganti password berkala. Rizky mengingatkan, password ini termasuk password dari perangkat keras kita begitu juga dengan password di aplikasi media sosial ataupun e-commerce.

Buat password yang tidak mudah ditebak bukan tanggal lahir kita, nama diri atau nama anak dan hal lain yang dekat dengan keseharian kita.

Selalu jaga identitas pribadi seperti KTP, nama, alamat email, nama ibu kandung kartu keluarga dan lainnya.

Terbaru adalah sertifikat vaksin yang terdapat barcode berisi data pribadi kita.

Menggunakan OTP dan menyalakan two way verification ini merupakan keamanan ganda untuk akun di platform digital yang kita miliki karena hampir semua sudah menggunakan dua langkah verifikasi ini.

“Jadi jika suatu saat password kita diketahui oleh orang lain dan dua ingin membuka mereka tidak langsung bisa masuk karena akan ada kode yang dikirimkan ke nomor ponsel kita,” tutur Rizky Ardi Nugroho.

Gunakan aplikasi atau software original yang tidak rentan dengan virus-virus. Tidak lupa juga selalu update aplikasi yang kita gunakan agar fitur-fitur baru terutama untuk keamanan dapat kita miliki.

Aplikasi akan upgrade sistem mereka untuk lebih canggih, salah satunya mencegah adanya virus atau fitur untuk membuat pengguna lebih aman.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (29/9/2021) siang juga menghadirkan pembicara Lia A Najib (Relawan TIK Cianjur), Byarlina Gymitri (Konsultan Pemberdayaan SDM), Erri Ginandjar (GA director Radio Oz Bali) dan Ibrahim Hanif sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan