Bandung Side, Kabupaten Karawang – Kenali profesi saat pandemi Covid -19 membuat penyebaran informasi dan keilmuan semakin cepat dan dapat menghadirkan peluang kepada masyarakat semakin terbuka dan luas ke segala bidang.
Sehingga kesempatan untuk mendapatkan sumber penghasilan semakin lebar dengan kenali profesi kreator konten.
Nurlana Sanjaya, Kepala bidang penelitian dan sumber daya manusia RTIK Karawang menjelaskan, tren profesi yang muncul di era digital.
Pertama ada kreator konten, kenali profesi membuat konten menarik dengan tema tertentu saat bekerja.
“Model bisnis pekerjaan ini bekerja sama dengan brand tertentu untuk mempromosikan suatu produk,” kata Nurlana Sanjaya.
Bisa juga untuk dirinya sendiri karena dia punya usaha sendiri.
“Membuat konten menarik untuk melejitkan usahanya,” ungkap Nurlana Sanjaya, saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (27/9/2021).
Menjadi kreator konten juga harus memiliki keterampilan khusus seperti menulis, videografi, fotografi dan ilustrasi.
Kreator konten dapat membuat kontennya di platform platform digital seperti Instagram, YouTube, juga Tiktok.
Profesi lain adalah software engineer pekerjaannya ialah membangun sebuah sistem aplikasi berbasis atau cloud.
Keterampilan yang harus dimiliki keterampilan pemrograman beserta bahasa bahasanya.
Pekerjaan software engineering biasanya bekerja di perusahaan startup atau perusahaan besar lainnya.
Ada juga social media specialist hampir serupa dengan content Creator untuk mengelola dan membuat konten untuk media sosial tapi bedanya ini untuk perusahaan atau orang lain.
Keterampilan untuk social media specialist ini lebih kompleks karena membutuhkan analisis trend dan strategi kampanye audience.
Biasanya social media specialist ini bekerja di seluruh platform media sosial yang ada lalu banyak juga di perusahaan-perusahaan karena hingga UKM Karena sekarang sosial media digunakan untuk branding usaha.
Selanjutnya ada profesi cyber security engineer atau sebagai pengaman siber untuk melindungi komputer, perangkat seluler, server, sistem elektronik dan data dari risiko serangan hacking atau kejahatan cyber lainnya.
Dulu cyber security ini tidak populer, tetapi setelah ada pandemi Covid-19 ini, jnformasi yang begitu dinamis sehingga seluruh perangkat elektronik bisa saja terkoneksi dengan internet.
Keberadaan cyber security menjadi hal yang sangat krusial bagi perusahaan-perusahaan maupun start up juga pribadi.
Pekerjaan-pekerjaan cyber security engineer ini bermacam-macam ada yang disebut security engineer bertugas membangun dan memelihara sistem keamanan.
“Lalu ada security architect bertugas membangun sistem keamanan. Security analyst untuk mendeteksi mencegah adanya ancaman serangan siber,” kata Nurlana Sanjaya.
“Developer software security yang bertugas mengembangkan software keamanan yang diintegrasikan pada sistem. Ada juga auditor security bertugas memeriksa sebuah sistem keamanan,” jelas Nurlana Sanjaya.
Profesi lainnya yaitu igital marketing atau aktivitas pemasaran yang menggunakan teknik atau pemanfaatan media digital dengan tujuan untuk mendapatkan perhatian calon konsumen juga pelanggan.
Dulu kita tahu marketing itu menggunakan media konvensional seperti media masa dan sekarang dengan era digital semua aktivitas marketing digunakan untuk membagikan secara digital.
Sekarang banyak perusahaan yang membutuhkan talenta-talenta untuk pemasaran ini.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (27/9/2021) juga menghadirkan pembicara Martin Anugerah (Director & Content Creator Cameo Project), Richard Paulana (COO TMP Event), Andi Astrid Kaulika (Digital Creator), dan dr. Wafika Andira sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***