Bandung Side, Bojongsoang – Kopdar FUN merupakan ajang silahturahmi pelaku UMKM kembali digelar sekaligus gelar produk untuk dipamerkan disambut antusias oleh anggota.
Kopi darat (kopdar) bagi komunitas pelaku UMKM yang terhimpun dalam Forum UMKM Nuswantara (FUN) teragendakan secara rutin bulanan sesuai situasi dan kondisi.
Sebagai ajang silahturahmi antar anggota, perkenalan, diskusi, sekaligus sharing session mengalir dengan tujuan kemakmuran bersama serta mencari solusi bersama agar permasalahan UMKM baik secara manajemen maupun pemasaran produk dapat terpecahkan.
Bertempat di Caffee Kanuragan, jl. Bojongsoang (samping BCA Bojongsoang), Kamis 23 September 2021, kopdar FUN tetap menjalankan protokol kesehatan 3M serta sudah 100% anggota FUN yang hadir sudah vaksin Covid-19.
“Kopdar FUN kali ini sesuai agenda tetap yakni sosialisasi legalitas usaha, karena dengan adanya legalitas bagi anggota UMKM berarti ada komitmen untuk tetap terus melakukan usaha,” kata Kang Zen Herbalis, Ketua FUN Kota Bandung.
Kopdar FUN ini atas dorongan anggota sejak Kota Bandung sudah berada di level 1 usai berlakunya PPKM Darurat, lanjut Kang Zen.

Kebutuhan silahturahmi dengan kopi darat antara anggota FUN sangat dibutuhkan, karena ada juga sessi sharing sassion yang membahas tentang produk, baik cara penjualan, perluasan pasar, kemasan yang menarik dan yang utama adalah manajemen kelola keuangan.
“Kekuatan UMKM bukan hanya karena produknya yang unik, namun pada disiplinnya mengatur dan mengelola keuangan, kuncinya jangan campur uang modal dengan uang rumah tangga,” jelas Kang Zen.
Tampak dalam sharing sassion sekaligus mengenalkan diri yakni anggota baru, Ardi Wilson yang mempunyai usaha hospitality pelatihan sumber daya manusia untuk dikirim keluar negeri.
Ardi mengatakan bahwa, dimasa pandemi ini semua mengalami dampak yang sama, baik usaha maupun dari sisi ketenaga kerjaan. Namun kita harus tetap berjuang memperbaiki diri saat bekerja, dengan cara menambah ilmu, wawasan dan mengasah keahlian hingga memiliki budaya kerja yang lebih baik.
“Kadang bila kita sudah menekuni suatu kegiatan, baik dalam usaha maupun sebagai kerja, setiap tahunnya bukannya mengalami peningkatan produktifitas, malah semakin lama semakin merosot,” kata Ardi Wilson.
“Dibawah payung hukum Yayasan Alma Karya Indonesia dapat bekerjasama dengan siapapun baik institusi maupun personil guna meningkatkan produktifitas tenaga kerja melalui pelatihan dapat bergabung dengan saya,” pungkas Ardi Wilson.
Begitu juga motivasi yang disampaikan oleh Umi Qudel, seorang entrepreneur membagikan pengalamannya dari mulai sebagai karyawan showroom mobil brand internasional, hingga menjadi entrepreneur sekarang ini.

“Umi Qudel membagikan dan memberi motivasi bahwa secara pribadi Umi, tidak mau dikasihani meskipun secara fisik tidak sempurna, namun ada tekad untuk bisa dalam berusaha dan Tuhan sealu bersama hambaNya,” ungkap Umi Qudel.
Selain perkenalan dan berbagi pengalaman, ada juga anggota yang memberi kursus singkat atau pelatihan singkat pijat, yakni Kang Mumu, Master Terapis Pijat.
Kang Mumu langsung mempraktekkan keahliannya pada anggota yang mengalami nyeri pinggang, maupun migren.
Antusias anggota FUN yang kebetulan mengalami gangguan pinggang saat melakukan aktifitas sholat segera dibereskan oleh Kang Mumu dengan memberikan trik kunci terapi sampai tindakan pijitan hingga pasien merasakan nyaman.

Anggota Forum UMKM Nuswantara mulai dari pedagang gorengan, pemilik coffee, terapis pijat dan bekam, terapis kebugaran, herbalis, tukang cukur, peternak ayam, hingga yang memiliki usaha pelatihan dan keterampilan bersatu padu secara mandiri menemukan solusi.
Ketahanan dalam berusaha sudah teruji saat Indonesia mengalami pandemi Covid-19, pelaku UMKM tetap masih eksis sampai saat ini.
Pasang surut dalam berusaha, ditambah dengan pengetahuan dan strategi perluasan pasar hingga dapat dicarikan solusinya bila kita berkomitmen dan selalu menyertakan Tuhan Sang Pencipta dalam perjalanan usaha, lanjut Kang Zeen.
“Selain itu, cintai usaha yang sedang dijalani, Enjoy Your Business & Having FUN,” pungkas Kang Zen Herbalis.***