Rasa Bangga Budaya Sendiri Cara Mengekspresikan Bagaimana ?

rasa bangga

Bandung Side, Kabupaten Sukabumi – Rasa Bangga seringkali kita temukan di ruang digital menjadi tempat masyarakat untuk saling berdebat yang tidak sehat malah cenderung kebablasan. Sebab, di saat itu masyarakat sedang membawa identitas budaya.

Beberapa dari masyarakat sering menganggap kelompok masyarakat lain tidak sesuai atau sama dengan mereka. Kemudian merasa paling benar atau budayanya yang paling cocok untuk diterapkan.

Eunika Iona Saptaji, seorang trainer dan educator menyebut, sifat-sifat itu tidak menghargai dan tidak bertoleransi maka terjadilah bentrokan di dalam ruangan digital.

Rasa bangga idealnya menunjukkan sikap-sikap yang diterapkan bisa menjadi sarana berkomunikasi yang baik atau debat yang sehat. Seperti apa seharusnya warganet di ruang digital terutama jika ingin membanggakan kebudayaan mereka?

“Terlebih dahulu memahami produksi, distribusi, partisipasi dan kolaborasi. Memahami makna dari sebuah masalah atau isu yang sedang berkembang dan juga kita bisa memproduksi sesuatu atau konten yang positif dan mempunyai keahlian untuk menduplikasi konten budaya mereka,” tutur Eunika Iona Saptaji saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat Kamis (16/9/2021).

Para netizen juga dapat membagikan konten budaya di sosial media memberikan konteks dan mengkategorikan konten itu. Bahkan mereka juga dapat terlibat secara langsung interaktif dan kritis di ruang diskusi yang membahas mengenai budaya.

Tidak lupa untuk berkolaborasi membuat konten bersama pihak lain seperti contohnya pameran budaya virtual.

Eunika mencontohkan sebuah kegiatan yang ada di Yogjakarta membuat pameran virtual tapi konsepnya seperti di e-commerce jadi ketika masuk websitenya mereka seperti jualan lukisan.

“Pengunjung dapat melihat lihat dan memiliki karya tesebut. Hasil dari penjualan tersebut akan dibuat charity,” lanjut Eunika Iona Saptaji.

Ini juga bentuk kolaborasi ada seni dan sosial, contoh-contoh bagaimana kolaborasi di dalam ruang virtual seperti itu. Menggabungkan acara maupun menyatukan beberapa komunitas atau organisasi.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (16/9/2021) juga menghadirkan pembicara Allana Abdullah (Pengusaha Online), Geri Sugiran (Dewan Pembina RTIK Jawa Barat), Didin Miftahudin (Founder Gmath Indonesia), dan Martin Kax sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan