Bandung Side, Kabupaten Pangandaran – Internet sehat dan aman layaknya sandang, pangan, dan papan, internet saat ini sudah menjadi kebutuhan utama sebagian besar orang, serta bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Penting sekali untuk kita menggunakan internet secara sehat,” kata Andi Astrid Kaulika, seorang Account Manager.
Gerakan internet sehat dan aman muncul karena aktivitas internet masih dikatakan bebas dengan banyaknya orang yang mengakses internet untuk konten ilegal. Hal tersebut membuat internet menjadi suatu teknologi yang terbilah berbahaya, imbuh Andi.
“Perlu untuk diri kita mengerem diri sendiri saat berinternet. Caranya dengan menetapkan tujuan kita saat mengakses internet dengan itu kita fokus dengan hal yang kita tuju,” ujar Andi Astrid Kaulika saat menjadi pembicara di webinar Gerakan Nasional Literasi DIgital 2021 di wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis, (9/9/2021).
Selain itu, kita perlu untuk meng-update program atau software dalam perangkat. Juga hindari menyebarkan informasi pribadi, membuat kata sandi yang kuat dan ubah secara berkala, serta jangan lupa untuk selalu logout akun dari situs setelah mengaksesnya.
Media sosial dan e-commerce menjadi platform yang sering digunakan masyarakat untuk berinternet di masa kini. Namun, kita perlu memperhatikan beberapa hal, seperti tidak terlalu oversharing.
Bijak dalam bermedia sosial menjadi salah satu upaya menjalankan internet sehat. Bijak bermedia sosial ini berupa mampu menggunakan media sosial dengan positif, melindungi data dan informasi diri sendiri atau orang lain, serta menjaga privasi dan keamanan menggunakan PIN, password, OTP, dan two factor authentication.
“Selalu cek kebenaran informasi, waspada terhadap sesuatu yang mencurigakan, tidak asal memasang aplikasi menjadi hal yang harus diperhatikan,” imbau Andi Astrid Kaulika.
Hal tersebut perlu diperhatikan untuk menghindari serangan siber atau cybercrime, yang terdiri dari peretasan, hacking, carding, phishing, menyebarkan konten ilegal, dan defacing.
Andi Astrid Kaulika mengatakan, kejahatan ini bisa menyerang kelompok ataupun individu di internet. Apabila kejahatan ini menyerang, kita tidak perlu ragu untuk melaporkannya kepada pihak yang berwenang, seperti situs aduankonten, patrolisiber, dan polisionline.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (9/9/2021) juga menghadirkan pembicara Lim Sau Lion (Owner Madame Lim), Wawan Hermawan (Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung), Supriana (Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran), dan Lady Kjaernett sebagai Key Opinion Leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.
Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***