Percaya Diri Membuat Konten Sesuai Passion

percaya diri

Percaya diri menjadi cara terbaik untuk membuat orang terkesan saat melihat kita untuk pertama kali adalah menjadi diri kita sendiri atau mungkin ciri khas diri sendiri sesuai passion.

Hal tersebut disampaikan Vania Almira seorang kreator konten, digital creative manager dan entrepreneur fashion dan skin care.

Hal itu juga menjadi kunci utama saat menjadi kreator konten sehingga kini kerap dipercaya menjadi seorang influencer. Bagaimana mencari keunikan diri sendiri, ciri khas diri karena karakteristik ini akan membuat kemudahan dalam membuat konten.

“Kita tidak menjadi orang lain, nantinya ide-ide dalam menghasilkan konten itu sesuai dengan apa yang memang kita sukai, inginkan. Kalau mengerjakan sesuatu yang memang kita suka pasti akan lebih menyenangkan,” tutur Vania Almira saat menjadi Key Opinion Leader dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (8/9/2021) pagi.

Vania Almira pun menjabarkan jika konten yang “dia banget” biasanya bertema lifestyle yang lebih spesifik yaitu tentang fashion, gaya rambut dan perawatan, serta shopping dan wisata kuliner.

Gaya hidup lain yang sering dia bagikan ke media sosial yakni mengenai kehidupan sebagai seorang ibu muda dan aktivitas anaknya.

Sementara itu untuk jenis konten yang sering dibagikan berupa ulasan, edukasi seputar skin care. Misalnya mengapa penting memakai sunscreen walaupun di rumah dan perbedaan UV A&UV B dan lain sebagainya.

“Saya juga sering membagikan mengenai tips dan trik untuk melihat perbedaan produk bisa dari packaging yang teksturnya karena beberapa produk skin care yang sangat banyak permintaannya itu ada KW nya. Selain foto dan di caption penjelasannya itu juga berbentuk foto seperti slide. Jadi kalau mau di Instagram tanpa perlu caption panjang, mereka membaca di foto lalu digeser,” jelasnya.

Untuk ulasan sebuah produk, Vania tidak mau salah buat konten. Ia selalu mencoba produk tersebut maka biasanya ia meminta kepada brand untuk menunggu selama 2-3 minggu. Sehingga yang diulas adalah sesuatu dari hasil pemakaian sendiri, lebih jujur dan apa adanya. Di akhir konten dia memberi kesimpulan juga harga yang ada di toko official agar dapat dibandingkan jika membeli di toko kosmetik lainnya.

Pemilik akun instagram @almiravania dengan jumlah pengikut 26,5 ribu ini juga memberikan tips menjadi content creator selain menjadi diri sendiri yakni untuk selalu melibatkan followers dalam kegiatan aktivitas digital. Misalnya bertanya apa konten yang mereka inginkan, lalu melakukan polling untuk produk yang harus dia gunakan hingga melakukan QnA.

“Pokoknya di tengah perjalanan kita menjadi seorang influencer ini, harus tetap menjadi diri sendiri dan siap mental untuk menghadapi setiap komentar yang datang. Tapi kita juga harus bertanggung jawab dengan apa yang kita bagikan. Maka, saya selalu menghindari topik-topik yang memang terlalu sensitif, jadi saya selalu berbagi sesuatu yang tidak kontroversi,” ucapnya.

Tips lainnya, harus terus belajar perkembangan baru dari segi teknologi, harus lebih cakap digital. Karena perkembangan baru terus ada di media sosial khususnya bagaimana mereka menggunakan fitur-fitur baru untuk membuat konten-konten yang lebih baik dan lebih menarik lagi.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (8/9/2021) pagi juga menghadirkan pembicara Bambang Sadono (Akademisi dan Pemilik kanal Inspirasi untuk Bangsa), Oktoberi Surbakti (Program Director TMP Event), Ira pelitawati (Pegiat Literasi), dan Richard Paulana (COO TMP Event).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan