Jenis Ancaman Keamanan Digital yang Harus Diwaspadai

jenis ancaman

Bandung Side, Kabupaten Bandung – Jenis ancaman keamanan yang perlu diwaspadai menyangkut digital adalah malware, digunakan untuk mencuri data melewati kontrol akses dengan berbagai modus penipuan.

Sumarudin, dosen Politeknik Negeri Indramayu mengatakan, mereka ingin mengakses kamera, memory, mic dan lainnya yang ada di perangkat kita tanpa sepengetahuan.

Malware dapat membahayakan sistem misalnya komputer akan tiba tiba mati, terdapat virus dan sebagainya. Banyak jenis malware, di antaranya spyware, mereka melacak dan memata-matai pengguna.

“Adware jenis malware yang mengirimkan iklan biasanya dilengkapi dengan spyware, bot melakukan tindakan secara otomatis. Seakan akan itu iklan padahal Malware. Jenis lain yakni, ransomware ini ada pelaku yang memang sengaja mengunci sistem komputer atau data enkripsi. Pelaku akan meminta bayaran agar sistem dibuka,” jelasnya.

Jenis yang lain, Scareware membujuk hingga mengancam pengguna untuk mengambil tindakan tertentu berdasarkan rasa takut. Ada juga Trrojan Horse, ini termasuk jahat dengan kedok menyerupai aplikasi biasa padahal aplikasi yang membahayakan. Worm mereplikasi diri mereka sendiri dengan mengeksploitasi kerentanan dalam jaringan secara mandiri.

Sumarudin, menjelaskan tanda-tanda perangkat terkena malware, memang ada yang tidak terlihat namun tiba-tiba mati total. Beberapa juga mengeluarkan ciri seperti komputer menjadi lamban atau lemot, itu karena ada peningkatan penggunaan CPU. Penurunan kecepatan komputerbatau sering mengalami freeze atau macet. Terdapat penurunan kecepatan browsing web.

“Seringkali juga komputer bermasalah namun tidak terdeteksi berhubungan dengan koneksi jaringan. Beberapa file terlihat seperti dimodifikasi, ada yang terhapus dan tiba-tiba ada icon desktop yang tidak dikenal. Jika ada tanda-tanda Anda patut waspada segera hubungi teknisi atau ahli IT,” jelasnya.

Tanda lain, ialah ada proses yang tidak diketahui berjalan, program yang dimatikan atau dikonfigurasi ulang sendiri. Kemudian pada email ada pengiriman tanpa tanpa sepengetahuan atau persetujuan pengguna.

Untuk mencegah malware, jangan pernah tergiur untuk mengklik tautan yang tidak dikenal. Ada banyak modus misalnya tautan yang tiba-tiba muncul mengatakan komputer anda ada virus, link yang dikirim melalui SMS atau WhatsApp dari nomor yang tidak dikenal.

Tanaman kan dalam diri bahwa Anda hanya membuka website berasal yang Anda ketik sendiri. Jika terpaksa membuka tautan hanya tautan yang berasal dari orang yang dikenal.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/9/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara Ryzky Hawari (CEO Attention Indonesia), Andro Hartanto (Co-Founder Iojin), Arya Shani Pradana (Founder Tekape Workspace), dan Aflahandita sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Tinggalkan Balasan