Aplikasi Kantor Online Gratis Saat WFH

aplikasi kantor

Bandung Side, Kabupaten Karawang – Aplikasi kantor membuat para pekerja yang sedang Work from Home (WFH) dapat berkolaborasi bersama-sama online gratis.

Kita tahu sebelum pandemi semua pekerjaan dilakukan bersama di kantor, rapat diskusi saling memberikan pendapat semua dilakukan di ruang meeting kantor.

Setelah pandemi semua pekerjaan dilakukan bersama di rumah masing-masing dan sendiri bertemu dengan teman-teman terasa ramai walaupun hanya di ruang digital.

Ada kantor digital, bagaimana bekerja dalam aplikasi kantor berkontribusi dalam dokumen bersama-sama persembahan dari Google. Google suite sebagai alternatif aplikasi kantor untuk beraktivitas layaknya di kantor.

Oman Komarudin, Ketua TIK Kabupaten Karawang menjelaskan, keuntungan yang dapat dirasakan yakni berkolaborasi maksudnya para pekerja dapat mengetik di satu dokumen yang sama.

Dapat saling berkomentar, memberi masukan jika ada perubahan pun bisa tercatat. Kalau ada perubahan bisa dilakukan tracking kapan orang melakukan perubahan riwayat perubahan pun tercatat dan bisa dikembalikan.

“Prinsipnya sama dengan di Microsoft Word tapi biasanya kita melakukan undo atau mengulang tapi itu bisa dilakukan saat dokumen itu dibuka,” kata Oman Komarudin .

“Sementara kalau aplikasi kantor ini kita bisa request jika ada yang terhapus di bulan sebelumnya, dan kita tracking dilihat sampai ke riwayat pertama kali file dibuka,” jelas Oman Komarudin webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat Rabu (1/9/2021) siang.

Keunggulannya adalah tanpa instalasi lokal hanya melalui browser aplikasinya, file semua ada di awan atau cloud tidak perlu ada kekhawatiran ketinggalan file atau filenya terhapus atau harus instal dulu aplikasi tertentu baru bisa dibuka.

“Kalau kita gonta-ganti gawai perangkat tidak masalah karena semua sudah ada di ke cloud filenya tidak perlu bawa flash disk lagi atau hardisk,” lanjut Oman Komarudin.

Aplikasi ini gratis walaupun ada yang berbayar tapi itu hanya untuk layanan tambahan premium namun untuk yang standar dan untuk itu gratis. Aktivitas biasa kita tidak perlu membayar itu sudah cukup untuk beraktivitas.

Multiplatform jadi kita bisa mau pakai laptop pakai PC, HP, tablet semua bisa dilakukan semua didukung kapan saja dan dimana saja kita bisa bekerja.

Produk aplikasi kantor yang dimaksud adalah:
1. Google docs sebagai pengolah kata alternatif yang paling dikenal kita tahu ada Microsoft word dari browser kita hanya ketikan googledocs.com. Kita bisa berkolaborasi bersama mengetik bersama di satu dokumen.

2. Google sheet, sebagai pengolah data alternatif, kita dapat memanfaatkan Google saat ini layaknya Microsoft Excel kita bisa menggunakan formula standar, integrasi Google form integrasi kode app script add-ons sesuai kebutuhan dan mail merge.

Misalnya kita membuat kuesioner hasilnya langsung dalam bentuk script sheet tanpa perlu mengetik ulang. Kita buat form-nya, nanti orang lain mengisi hasilnya berupa file yang rapi sudah dalam bentuk Excel looks.

3. Google presentation sebagai alternatif aplikasi presentasi layaknya PowerPoint.

4. Gsuite, di sini dapat bekerja sama secara efektif teman satu kantor bisa bekerja bersama.

Hasilnya kinerja akan meningkat karena tidak ada batasan lagi. Kerja dengan siapa aja di mana saja bisa dilakukan produk produktivitas meningkat.

Menghargai karya hasil karya orang lain karena Google menggratiskan, pengguna tidak perlu membeli layanannya. Kita tidak perlu memberi lain layanan lain harus membayar harusnya lisensi beli tapi di Google tidak.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat Rabu (1/9/2021) siang juga menghadirkan pembicara lain, Taufik Aulia (penulis dan kreator konten), Stefani Anggriani (Makeup Influencer), Ria Aryanie (Praktisi humas dan Komunikasi) dan Rio Silaen sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan