Strategi UMKM Bangun Usaha di Masa Pandemi

Strategi UMKM Bangun Usaha di Masa Pandemi

Bandung Side, Kota Bandung – Strategi UMKM selama pandemi mengalami banyak tantangan, seperti saat PPKM berlangsung wajib memiliki strategi baru guna melayani pelanggan.

Diondy Kusuma, Pemilik Diana Bakery mengungkapkan, strategi yang diterapkan pada tokonya di kondisi seperti ini dengan mengedepankan delivery service pada produk kuenya.

Meski penjualan offline menurun, dengan adanya delivery service, penjualan online tetap stabil.

Dirinya mengatakan, dalam grand opening toko terbaru, Diana Bakery berhasil menggaet 1.000 lebih pelanggan dalam satu hari.

Diondy Kusuma mengungkapkan karena Diana Bakery memanfaatkan teknologi digital untuk promosi.

“Mainin di Instagram dan website. Kita iklanin juga di Instagram. Supaya orang-orang di sekitar pada datang,” ujar Diondy Kusuma.

“Kita juga buat konten proses pembuatannya di TikTok,” terang Diondy pembicara Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (9/8/2021) pagi.

Dengan adanya internet, pemilihan lokasi bisnis tidak hanya secara fisik, tetapi perlu melalui media sosial sebagai lokasi ‘baru’.

Hal ini disebabkan semua orang saat ini bermain media sosial dan bertransaksi secara online. Untuk itu, kita dapat memulainya dengan membuat akun media sosial untuk bisnis, serta aktif membuat konten.

Karena media sosial harus selalu aktif, tentu kita juga perlu memikirkan strategi agar akun kita terus berkembang.

Tips yang dapat dilakukan antara lain;
1. Fokus membuat konten video.
2. Manfaatkan fitur Instagram Reels yang baru.
3. Fokus untuk membuat konten menarik di Tiktok karena lebih mudah viral.

Selanjutnya;
4. Berkolaborasi dengan brand atau orang lain.
5. Pandai bernarasi melalui video atau tulisan.
6. Ajak followers untuk berdiskusi.
7. Menggunakan fitur iklan di media sosial.

Diondy menyampaikan, kita juga harus membuka toko di marketplace. Membuka toko di marketplace tidak memerlukan biaya sepeserpun. Selain itu, agar lebih memudahkan pencarian, masukkan toko ke dalam Google.

“Waktu yang tepat untuk memulai adalah sekarang. Karena orang-orang banyak beraktivitas di rumah dan sering lihat gadget. Peluang kita sebagai UMKM dan profesional itu besar banget,” ujar Pemilik Diana Bakery ini.

Apabila kita paham terkait dunia digital, tentu manfaat yang dituai sangat banyak saat kita mengetahui pentingnya literasi digital.

Di antaranya, memperbaiki ekonomi keluarga, membantu orang lain dan membuat lapangan kerja, memajukan ekonomi Indonesia, serta bisa meningkatkan potensi karier.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (9/8/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara Iwan Febrianto (Owner Yuk Bisnis Kost), Mario Antonius Birowo (Universitas Atma Jaya Yogyakarta), Rinda Cahyana (RTIK Indonesia LPPM STT – Garut), dan Rio Silaen sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan