Bandung Side, Kabupaten Bekasi – Bahasa Indonesia yang kita pilih untuk berinteraksi di media sosial menentukan personality diri kita dan menjadi alat pemersatu bangsa.
Dalam keseharian, bahasa sangat penting untuk memahami satu sama lain dalam berinteraksi.
Pentingnya bahasa digunakan sebagai alat komunikasi untuk mengungkapkan perasaan, emosi, dan ide serta mengirimkan informasi.
Bahasa juga menjadi alat pemersatu bangsa, karena bahasa daerah di Indonesia sangat banyaj, maka digunakan bahasa Indonesia untuk menghindari misskomunikasi.
Bahasa digunakan untuk menambah pengetahuan seperti sejarah. Selain itu, digunakan juga untuk membangun identitas suku bangsa.
“Bahasa yang baik belum tentu benar sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia. Penggunaannya disesuaikan dengan situasi dan keadaan. Tergantung kepada siapa kita berbicara dan bahasa baik itu lebih mengutamakan fungsi komunikatif,” tutur Irma Nawangwulan, Dosen International University Liasson Indonesia, dalam Webinar di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/7/2021).
Sedangkan, bahasa yang benar menggunakan kaidah teks bahasa normatif, penggunaan lafal baku dalam bahasa lisan, adanya penggunaan kata-kata baku dan ejaan resmi, dan penggunaan kalimat secara efektif.
Akan tetapi, ada saat tertentu dimana seseorang perlu menggunakan bahasa yang baik dan benar sekaligus.
“Fenomena pergeseran penggunaan bahasa Indonesia di media sosial dapat berdampak negatif. Banyak pengguna yang mencampurkan antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Pergeseran ini memang sedang terjadi, tidak bisa dipungkiri, dan tidak bisa dinormalisasi.,” tambah Irma.
Irma menjelaskan, dalam menggunakan tata bahasa yang sopan di media sosial, hindari penggunaan, memposting, dan berkomentar di media sosial saat sedang emosi.
Kata-kata yang ditulis pada saat emosi selalu tidak enak dibaca orang lain. Hindari menggunakan kata kasar dan jorok. Hindari menggunakan huruf besar. Kemudian, periksa kembali tulisan anda.
Apapun yang di posting dalam sosial media, harus berhati-hati. Apapun yang ditulis akan meninggalkan jejak digital. Oleh karena itu, pengguna harus menghindari hoaks. Selalu cek sumber utama postingan.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat juga menghadirkan pembicara, Indah Jiwandono (Brand Owner of Coolsugarwax), Fibra Trias Amukti, Editor in Chief Mommies Daily, Mardiana R.L, Vice Principal in Kinderhouse Pre-School, dan Fanny Febriana sebagai key opinion leader.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.
Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***