Bandung Side, Kabupaten Bekasi – 8 cara lindungi data pribadi guna waspada terhadap kejahatan siber dan penyalahgunaan yang merugikan diri sendiri.
Identitas pribadi yang sering menjadi target dalam kejahatan siber di antaranya, nama lengkap, nomor telepon, alamat email, alamat domisili, kartu identitas, nomor rekening, data anak, dan OTP.
Baiknya, kita memilah dan berpikir ulang dalam menyebarkan data ini melalui platfrom digital.
Nilai dari sebuah data di dunia digital seperti membayar layanan dari sebuah platform.
Nantinya, data tersebut diolah sedemikian rupa menjadi data baru yang bisa diperjualbelikan kepada data statistic atau analytic.
Akan tetapi, bukan data yang dijual lalu dipakai untuk hal negatif, melainkan digunakan untuk menganalisis tren.
“Data yang disalahgunakan justru kebanyakan berupa data mentah yang belum diolah,” ujar Rizki Arnosa, CEO Codelite dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (13/7/2021).
Kebanyakan, data pribadi belum dianggap hal penting dan ada nilainya oleh masyarakat luas di Indonesia. Karena, kalau tidak dijaga bisa merugikan kita atau salah satu pihak saja.
Data pribadi perlu dilindungi untuk mengurangi potensi masalah yang timbul dari pencurian data.
Masalah tersebut berupa penipuan, pencurian data finansial, penyalahgunaan data, pemerasan, pelanggaran privasi, serta pencurian dan perampokan.
Contoh penipuan, seperti orang berpura-pura menelepon untuk meminta kode verifikasi karena ada kesalahan.
Kemudian, setelah berhasil mendapatkan akunnya, pelaku akan meminjam uang menggunakan data korban. Ini merupakan indikasi penipuan.
“Kita perlu banget tegas untuk menolak dan enggak kasih OTP ke orang lain sama sekali. Karena itu bisa aja terjadi dan kerugiannya antara akun login kita yang dipakai atau akses kita yang diambil atau transaksi perbankan kita yang dicuri,” tambah Rizki Arnosa.
Rizki memaparkan, ada 8 cara lindungi data pribadi menghindari kejahatan siber, Pertama, sering memperbaharui password sebulan sekali.
Kedua, gunakan kata sandi yang kuat, setidaknya terdiri dari 8 digit kombinasi huruf kapitan, simbol, dan angka.
Ketiga, jangan lupa selalu logout jika sering meminjam gadget orang lain dikala genting. Keempat, melakukan facroty reset jika mengganti handphone.
Kelima, jamgan pernah membuka lampiran dan tautan pada email spam, karena tidak menutup kemungkinan bahwa isinya adalah malware. Keenam, jangan share OTP kepada siapapun. Ketujuh, perhatikan situs web yang dikunjingi.
Kedelapan, usahakan tidak menggunakan wifi publik, penggunaan VPN saat menggunakan wifi publik dapat meminimalisir tracking data.
Apabila data pribadi kita sudah terlanjur dicuri, lapor melalui customer servicer terkait rekening perbankan dan sebagainya. Jika sangat mengganggu, kita dapat melaporkan ke polisi siber melalui website patrolisiber.id dengan melampirkan data-data.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi.
Webinar wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat juga menghadirkan pembicara, Henry V. Herlambang (Co-Founder & Chief Marketing of @Kadobox.id), Maman Suherman (Penggiat Literasi Digital), Sidik Alam Nuari (Guru PPKM SMAN 82 Jakarta), dan Michiko Utoyo.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.
Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.
Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***