Bandung Side, Jl Sariasih – Peserta kompetisi STIMLOG LSC memasuki babak semifinal berjumlah 8 tim dari 42 tim saat babak penyisihan atau preliminarie.
Antusias peserta kompetisi LSC berkelanjutan saat pada Tanggal 14 Juni 2021 dan 21 Juni 2021 dimulai kegiatan pelatihan simulasi aplikasi SCM Globe yang rata-rata belum pernah mengoperasikan.
“Dari proses pengenalannya dengan menggunakan Aplikasi SCM Globe yang sebelumnya sudah di training di session training Tanggal 14 dan 21 Juni lalu, tentang penggunaannya bagaimana, ada juga link yang disediakan pada fitur SCM Globe sehingga mereka bisa latihan diawal sebelum memulai kompetisi,” Yodi Nurdiansyah. M.T., Ketua penyelenggara 2021 STIMLOG LSC Comp.
Sessi pelatihan dibutuhkan agar peserta dapat di standarkan dalam mengenal aplikasi SCM Globe, karena pada finishingnya dalam menganalisa problem kopetisi tool utamanya aplikasi tersebut, tambah Yodi.
“Jadi meskipun peserta kompetisi berasal dari lintas prodi, dasar-dasar SCM atau supplay chain manajemen rantai pasok yang ada di Indonesia yang lebih spesifik ke transportasi dan distribusinya bisa dipahami,” ujar Yodi.
Variabel dari rantai pasok seperti pabrik, gudang, dan pengiriman barangnya, intermodanya bila antar pulau dapat tersampaikan pada peserta yang seperti telah memahami bila ada aliran barang hinga ke konsumen.
Dari tujuan pelatihan tersebut, set problem yang diberikan kepada peserta tugasnya memperbaiki situasi rantai pasoknya, sehingga peserta setelah mengenal tahu ada apa saja yang menjadi variabel akan melakukan apa dan seterusnya, imbuh Yodi.

Fase Penilaian 2021 STIMLOG LSC Comp.
Fase penilaian ada 3 ronde, babak penyisihan preliminarie pada senin 28/62021, babak semifinal selasa 29/06/2021, dan Rabu 30/06/2021 babak final sekaligus di umumkan pemenangnya.
Pada babak penyisihan atau priliminarie hanya paper base, yakni dengan menilai laporan terbaik dan hasil simulasi terbaiknya, jadi belum terjadi presentasi.
Pada set problem ada batasan-batasan yang tidak boleh dirubah atau dilanggar oleh peserta, misalkan ada aturan jumlah barang yang di gudang tidak boleh diganti sebagai basic-nya.
Walaupun ada yang memberikan keuntungan lebih tinggi tapi ternyata batasan tersebut dilanggar maka dinyatakan diskualifikasi.
“Hal tersebut sudah disosialisasikan sejak pelatihan, bahwa ada batasan yang tidak boleh dirubah atau dilanggar dan aturan tersebut ada di guide book,” ungkap Yodi.
Pada babak penyisihan didapatkan dari 42 tim dipilih 8 tim yang masuk babak semi final dari 6 kampus yang berbeda yaitu Universitas Maranatha, Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Universitas Pertamina (2 tim), Universitas Islam Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Universitas Diponegoro (2 tim).
Penyelesaian Tugas Secara Marathon
Kompetisi LSC yang dimulai pada Senin (28/06/2021) saat dibuka secara daring kepada 42 tim peserta sudah bisa mendownload soal pada situs yang sudah disiapkan panitia.
Pada hari Senin 28/06/2021 pukul 12.00 sudah ada pengumuman peserta yang masuk semi final dan peserta yang masuk semi final sudah bisa mendownload soal berikutnya.
“Rata-rata peserta belum pernah menggunakan aplikasi SCM Globe dan menjadi hal baru bagi peserta untuk menjadikan sebuah tantangan dan menarik untuk direspon peserta,” kata Yodi.
Pengerjaan secara marathon tampak saat pengumuman tim peserta yang masuk pada babak semifinal stelah mendownload soal semifinal yang tentunya bertambah tingkat kesulitannya, ungkap Yodi.
Adapun peserta yang masuk babak semifinal terdapat 8 tim diantaranya, Universitas Maranatha, Institut Teknologi Telkom Purwokerto, Universitas Pertamina (2 tim), Universitas Islam Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Universitas Diponegoro (2 tim) yang akan mempresentasikan laporannya pada keesokan harinya.

Apresiasi dari SCM Globe Corporation
Michael Hugos, Co-Founder SCM GLOBE CORPORATION sangat apresiasi, berespon positif, kagum, salut dan bangga dengan mahasiswa Indonesia, khusus peserta 2021 STIMLOG LSC Comp.
Hugos berkomentar bahwa ternyata peserta kompetisi cepat memahami dengan memberikan sudut pandang menggunakan butuh analisa apa dulu sebelum menggunakan simulasi SCM Globe. Peserta sudah memiliki rancangan mainset melakukan apa dulu sebelum memecahkan masalah menggunakan SCM Globe meskipun bukan prodi logistik.
Pada babak semi final selain presentasi dari penyelesaian soal, peserta akan melalui tanya jawab dari juri, mengenai materi solusi pemecahan masalah. Selain itu juga tentang penguasaan wawasan tentang logistik yang menjadi pemahaman peserta akan persoalan yang diberi panitia.
“Kita tahu tingkat kesulitan pada case di semi final akan bertambah, saat penyisihan permasalahan logistik hanya dilingkup pulau Jawa saja dengan satu pabrik dan beberapa gudang. Sedang pada babak semi final case nya bertambahnya gudang dan pabrik bagaimana agar tetap optimal masih dalam satu pulau Jawa, namun peserta dapat menyelesaikan tugasnya,” ucap Michael Hugos.
Peserta kompetisi LSC tingkat internasional ini memang banyak berasal dari perguruan tinggi di pulau Jawa, namun ada juga peserta dari Sumatra dan Bali juga Singapore. Ada sekitar 20 kampus yang berpartisipasi yang berbeda atau tidak memiliki prodi logistik bahkan tidak mengenal dunia logistik.
Hingga babak semifinal, peserta yang gugur pun masih menyaksikan berjalannya kompetisi. Tampak di notifikasi zoom 200 audien bertahan, menandakan bahwa kompetisi ini sungguh menarik dan menjadi pengalaman baru bagi mahasiswa yang bukan ber-prodi logistik.
Wakil Ketua III Bidang Kerjasama, Promosi dan Penerimaan Mahasiswa Baru STIMLOG DR. Nurlaela Kumala Dewi, S.T.,M.T. menambahkan bahwa kolaborasi STIMLOG dengan SCM Globe-USA dalam 2021 STIMLOG LSC Competition, sesuai target kinerja di rencana strategis (Renstra) STIMLOG, adalah bagian dari langkah nyata mewujudkan STIMLOG menjadi perguruan tinggi unggul.
Di level internasional STIMLOG wajib bermitra dengan Universitas/ Institusi/ College, perusahaan internasional, foundation dan assosiasi keahlian global.
Saat ini STIMLOG sudah melakukan kerjasama dengan penguruan tinggi luar negeri yaitu Universiti Petronas, Multi Media University (MMU), Uni Kuala Lumpur (UniKL), Uniten yang tergabung dalam Government Link University Malaysia.
Selain itu, kerjasama dengan Kuehne Foundation di Eropa, DACUM S4C di Eropa, Temasek Foundation di Singapore dimana Republic Polytech dan Singapore Polytech berkolaborasi dalam meningkatkan kemampuan mengajar para dosen STIMLOG.
Jadi kegiatan 2021 STIMLOG LSC Competition sebagai bukti bahwa STIMLOG menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang logistik telah siap menyambut globalisasi.***