Ketahui Cara Aman Anak Tak Kecanduan Gawai

Ketahui Cara Aman

Bandung Side, Kabupaten Bekasi – Ketahui cara aman faktor internal anak atau kaum milenial mengakses gawai agar tak kecanduan di dunia digital.

Menurut survei HootSuit di Januari 2020, Indonesia menjadi negara urutan ke-3 setelah India dan Cina yang mengalami peningkatan pengguna internet.

Data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2019-2020 pun menyebutkan rata-rata pengguna mengakses internet untuk media sosial sebanyak 51% dan berkomunikasi 32,9%, dengan pengguna usia 15-19 tahun 91% dan usia 20-24 tahun 88,5%.

“Penyebab adiksi gadget pada anak bisa berasal dari faktor internal, situasional, sosial, dan faktor eksternal misalnya karena kurangnya perhatian dari keluarga. Sehingga anak-anak ini mengalihkan sesuatu pada game maupun gadget mereka yang ternyata membuat nyaman,” kata Fika Astridianingrum, seorang Psikolog dan Konselor saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I Rabu (30/6/2021).

Sumber dari Common Sense Media tahun 2014 mengungkapkan sebanyak 72% bayi di bawah 8 tahun dan kurang dari 2 tahun sebanyak 38% telah menggunakan perangkat digital seperti telepon pintar, iPad, iPod dan tablet.

Sementara di Indonesia sendiri di pusat perbelanjaan, di bandara, tempat umum sering terlihat anak usia 3-9 tahun sudah diberikan perangkat digital agar merasa tenang, padahal hal tersebut kesalahan bagi orang tua.

“Sebisa mungkin kita berikan kegiatan agar si anak bisa melupakan sejenak internet atau gadgetnya,” tutur Fika.

Kemudahan akses internet, menyebabkan jadwal penggunaannya jadi tidak terbatas atau teratur sehingga anak menjadi adiksi atau ketergantungan.

Adiksi gawai ini diketahui akan menghambat perkembangan anak, sehingg sulit berteman dan mengontrol aktifitasnya karena terpaku pada gadget maka dari itu ketahui cara aman agar anak tidak kecanduan gawai.

Lalu bagaimana bila sudah terjadi? Tentuny orang tua harus bertindak. Tapi tentuny lebih baik melakukan pencegahan dengan orang tua mendampingi anak, mengontrol dan mengawasi penuh, memberikan pengertian, membatasi aplikasi, hingga membatasi waktu dan melakukan pola asuh yang tepat.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Oleg Sanchabahtiar Creative Concept Planet Design Indonesia, Bentang Febrylian dari Masyarakat Anti Fitnah, dan Reza Hidayat CEO Oreima Films.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan