Digital Marketing di Sosial Media Jadi Strategi Bisnis

Digital Marketing

Bandung Side, Kabupaten Bogor – Digital marketing di media sosial saat ini sangat dimanfaatkan dalam menyusun strategi bisnis untuk memaksimalkan bisnis dan penjualan produk.

Oleh karenanya para pemiliki bisnis bahkan pelaku UMKM pun harus belajar digital marketing atau akan tertinggal dengan kemajuan cara mempromosikan barang atau jasanya.

Memanfaatkan berbagai platform sosial media, sesuai sasaran konsumen pun menjadi straegi marketing yang tepat untuk memaksimalkan potensi meraih jangkauan pelanggan baru dan cuan lebih besar.

Strategi tersebut diungkapkan Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand dari Hello Morning Monday saat webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I, Kabupaten Bogor pada Senin (28/6/2021).

Lewat platform sosial media, pelaku usaha hanya perlu menyajikan konten-konten yang bisa membangun brand awareness agar produknya lebih dikenal lebih luas.

Yakni dengan memiliki akun di sosial media dan membangun branding yang kuat dalam bisnis di digital marketing.

“Ide konten harus bagus begitu pun dengan penyajiannya jadi syarat mutlak sebuah konten disebut menarik,” kata Andry.

Pertama berbicara mengenai ide konten dia memberi rumus A.I.D.A yaitu singkatan dari attention, interest, detail, dan action yang jika dibahasakan menjadi sorotan, ketertarikan, detail dan aksi. Rumus ini menurut Andry sudah dipakai di mana-mana dan berhasil.

“Saat membuat konten kita harus membuat orang mau klik, AIDA ini bisa dipakai di TikTok, YouTube maupun Instagram,” tutur Andry.

Lebih jauh dia mencontohkan di platform Instagram agar memberi atensi dari audiens gunakan huruf yang besar, berikan warna yang unik, sehingga saat orang mau men-scroll orang ingin melihat dan meng-klik.

Nah kalau konten berupa foto makanan maka berikan fokus gambar yang besar sehingga siapa pun yang melihatnya tertarik.

Judulnya pun harus memantik rasa penasaran audiens. Agar audiens bereaksi, berikan apa harapan dari orang setelah membaca konten yang dibuat.

“Tips untuk mendapatkan perhatian audiens , gunakan kalimat yang memancing rasa penasaran. Gunakan kalimat yang melawan apa yang biasanya terjadi. Gunakan font atau huruf yang mudah dibaca, gunakan warna kontras dan tulisan harus besar,” kata Andry.

Nah, perhatikan juga detail pada konten yang ternyata juga penting sebagai pesan yang akan disampaikan.

Andry menyarankan untuk membuat kata-kata yang to the point, dan penggunaan bahasa konsisten, serta tidak keluar dari konteks, gunakan juga bold warna, kotak berbeda untuk kata yang penting dan tulisan jangan sampai terlalu mepet ke pinggir.

Ketika membuat konten perhatikan juga sisi soft selling, sehingga tidak terang-terangan langsung menawarkan produk. Namun beribsisi gratis dulu dengan misalnya konsultasi gratis.

Jangan lupa di bagian konten permudah cara orang menghubungi, misanya dengan mencantumkannya di link bio akun sosial media sehingga orang yang memerlukannya tidak perlu mencatat lagi.

“Konten itu disebut menarik karena memiliki dampak positif, misalnya sisi hiburan sesimpel itu sebenarnya,” ujar Andry.

Berlanjut dari segi isi konten, tips dari Andry adalah dengan melihat kompetitor atau akun sejenis sebagai referensi dalam membuat konten.

Lalu catat ide apa yang ingin ditambahkan dalam konten, bisa dikembangkan dengan sudut pandang atau opini pribadi. Setelahnya lakukan lebih sering agar semakin bisa belajar.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Jawa Barat I Kabupaten Bogor merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Ninik Rahayu, Pimpinan Ombudsman RI 2016-2021 dan Oriza Sativa seorang Psikolog Klinis, serta Geri Sugiran Dosen TIK Stikes Sukabumi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan