Media Sosial dimanfaatkan Pebisnis Digital Marketing

Media Sosial

Bandung Side, Kabupaten Bekasi – Sosial media dimanfaatkan untuk memaksimalkan digital marketing oleh para pebisnis guna membuka pasar di dunia digital.

Pengguna sosial media di dunia saat ini sudah mencapai 3,78 miliar atau hampir 48% persen dari total populasi dunia.

Sehingga sudah hampir setengah penduduk bumi mengakses sosial media, sebuah perubahan yang membuat siapa pun harus masuk ke dalamnya.

“Rata-rata orang menghabiskan waktu di sosial media adalah sekitar 2,5 hingga 3 jam per hari. Para marketer, penjual atau pebisnis pun merasakan bahwa iklan di sosial media sangat efektif sebab traffic sudah sangat berubah,” kata Digital Strategist Hello Monday Morning, Syarief Hidayatulloh saat webinar Literasi Digital wilayah Jawa Barat I, Kabupaten Bekasi pada Senin (26/6/2021).

Menariknya lagi saat ini orang membaca iklan sudah berdasarkan data, sehingga akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.

Lebih lanjut Syarief mengungkapkan, melihat kondisi pandemi saat ini toko konvensional yang ada di mall meskipun sudah bisa kembali membuka gerainya namun pengunjung dan pemasukannya tak bisa seperti dulu.

Sehingga pada akhirnya toko tutup karena penghasilan dan biaya operasional tidak sebanding dengan pemasukannya.

Tapi ada yang menarik saat ini, toko online selalu ramai. Padahal tokonya berada di rumah di gang sempit, hanya memanfaatkan sosial media.

“Sosial media traffic yang paling strategis saat ini, jadi sayang banget kalau tidak memanfaatkan ini,” ujar Syarief.

Pada akhirnya setiap orang harus beradaptasi dan memanfaatkan peluang di era digital saat ini. Lalu bagaimana proses adaptasi untuk memanfaatkan situasi yang semuanya mengarah pada digitalisasi seperti sekarang ini?

Syarief menyebut pertama-tama lakukan branding atau menunjukan karakter. Kedua berinteraksi dengan costumer potensial dan kumpulan respon dari mereka.

Ketiga tetapkan target audience, seperti umur, lokasi, pendidikan dan hobi. Selanjutnya analisa market, yaitu tentukan apa yang dibutuhkan oleh pasar Anda.

“Di dunia digital semua berdasarkan data, jadi ini menariknya sehingga tidak asal mengira-ngira,” sebut Syarief.

Setiap orang bisa memulainya dari passion apa yang menjadi kesukaan atau keahlian. Selanjutnya jika sudah mengetahui passion beralih ke bagian bagaimana menjual atau memasarkannya.

Apakah dari iklan sosial media, facebook atau Instagram, google atau endorsmen. Kemudian bangun brand dengan menunjukan identitas dengan membuat website, akun sosial media, atau akun di marketplace.

Selanjutnya membuat portofolio dengan konsisten membuat konten. Lalu bangun koneksi dengan bergabung di komunitas dan monetisasi atau adanya pembelian berulang dari costumer.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Jawa Barat I Kabupaten Bekasi merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi.

Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Sukma W Wardono, Ketua Pinsaka Milenial Kwarda Jawa Tengah dan Syukron Jazila Direktur Executive Wahib Institure, serta Diena Haryana Founder SEJIWA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.

Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan