Bandung Side, Kabupaten Bandung – Budaya lokal menggelorakan cinta produk dalam negeri menjadi kekuatan UMKM terlebih di saat pandemi menjadi topik webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021.
UMKM sebagai penggerak ekonomi bangsa dianggap bisnis yang paling bertahan, sehingga menjadi penyelamat disaat banyak yang terdampak akibat pandemi.
Pemerintah Indonesia juga terus mendorong UMKM go digital dan selalu mempromosikan cinta produk lokal.
Tidak sulit untuk memahami mengapa cinta produk lokal ini harus ditanamkan. Masyarakat Indonesia memiliki landasan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki nilai.
Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Siberkreasi di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan yang menghadirkan pembicara Al Akbar Rahmadillah (Founder Sobat Cyber), Fakrullah Maulana (Relawan TIK), dan Key Opinion Leader Rayi Putra.
Menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (21/6/2021), Leviane Jackelin Hera Lotulung, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Sam Ratulangi menjelaskan, budaya merupakan gagasan dan rasa yang dihasilkan manusia dalam kehidupan masyarakat.
“Budaya lokal dapat berupa praktik, produk dan perspektif yang dihasilkan Manusia dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Leviane.
Manusia sebagai aktor dari budaya itu serta ruang digital bagian dari wujud praktik, produk dan perspektif budaya, tambah Leviane.
Dalam perdagangan online perlu dipahami di budaya digital yang berlandaskan Pancasila, dalam butir-butir Pancasila terutama dalam poin ketiga dan keempat bahwa kita harus cinta Tanah Air dan bangsa.
“Dalam kehidupan, masyarakat harus bangga sebagai bangsa Indonesia,” tegas Leviane.
Bangga terhadap bumi, alamnya juga cinta produksi dalam negeri. Setiap daerah suku bangsa mempunyai produk yang hanya dimiliki negara kita yang menjadi ciri khas dari daerah itu.
“Produk daerah seperti Angklung dari Jawa Barat bagian dari budaya lokal, negara lain tidak punya,” ungkap Leviane.
Dalam sila ke-5 juga ada butir-butir yang menerangkan tentang menghargai karya orang lain apalagi UMKM daerah kita sendiri.
“Tidak perlu berbangga juga menggunakan produk dari luar negeri. Tidak apa-apa kita tahu tren mengikuti perkembangan tren dunia tapi jangan lupa tetap menggunakan produk dalam negeri,” ucap Leviane.
Kegiatan Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama.
Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.
Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia.***