Bandung Side, Pasteur – Modernisasi Wastra tampak mendominasi diatas panggung Bandung Fashion Parade 2026 yang digelar di D’Botanical Mall, jl. Pasteur, Bandung yang digelar dari 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Mengangkat konsep besar “East Meets West” menampilkan harmonisasi desain busana Timur yang kaya akan tradisi budaya Indonesia dengan sentuhan mode Barat (Western) yang kontemporer dan up to date digawangi oleh desainer-desainer mumpuni menjadikan Bandung Fashion Parade yang kedua kalinya digelar dengan perlahan naik kelas atas sentuhan modernisasi wastra.
CEO Bandung Fashion Parade, Lina Ve mengatakan bahwa dibalik Bandung Fashion Parade ada industri fesyen, jadi bukan hanya tentang desainer dan model di atas panggung. Di belakang mereka, ada ekosistem padat karya.
“Satu pagelaran busana seperti Bandung Fashion Parade menghidupkan roda ekonomi sector riel dengan efek domino yakni pendapatan bagi perajin kain tradisional (wastra) dan penjahit local, pekerja panggung, vendor lampu, suara (sound system), dan dekorasi, di sektor kosmetik (make-up artist/ MUA) dan penata rambut, sedangkan di sektor ritel dan mal (D’Botanica Mall) yang mendapatkan lonjakan pengunjung (foot traffic),” papar Lina Ve.
Saat ekonomi global tidak menentu, tambah Lina Ve, nilai tukar mata uang biasanya berfluktuasi dan barang impor menjadi lebih mahal. Pameran yang mengangkat Wastra (budaya lokal) mengedukasi masyarakat untuk mengalihkan daya belinya dari produk luar negeri ke produk domestik. Kampanye lokal pride ini adalah momentum emas bagi industri lokal untuk mengambil alih pasar dalam negeri.

Goal atau tujuan akhir dari diselenggarakannya Bandung Fashion Parade 2026 adalah menjadikan kota Bandung sebagai barometer mode nasional yang mampu melestarikan budaya lokal melalui inovasi fesyen global secara konkret, sasaran utama yang ingin dicapai melalui acara ini meliputi komersialisasi Karya Desainer Lokal dengan membantu para perancang busana, brand lokal, dan sekolah mode agar karya mereka dikenal lebih luas oleh masyarakat, sekaligus membuka peluang pasar atau pembeli baru di pusat perbelanjaan.
Selain itu, juga merangsang tumbuhnya atau regenerasi Talenta Mode dalam prakteknya menjadi batu loncatan bagi para model muda dan siswa sekolah pemodelan untuk mendapatkan jam terbang serta pengalaman profesional di atas panggung runway.
“Tidak lepas dari tujuan utama yakni Modernisasi Wastra atau lazim disebut Kain Tradisional akan mengubah persepsi masyarakat bahwa kain tradisional tidak lagi dianggap kuno, melainkan bisa tampil modis, relevan dan diminati oleh generasi muda melalui sentuhan gaya Barat (Western style),” ujar Lina Ve.
“Yang menarik dan membuat greget dan kagumnya pengunjung yakni dengan tampilnya Mode yang Inklusif, hal ini membuktikan bahwa industri fesyen bersifat universal dan ramah bagi semua kalangan, termasuk memberikan ruang bagi anak-anak dan talenta disabilitas seperti Talent Istimewa Indonesia,” tegas Lina Ve.

Ditutup dengan Kemeriahan Competition
Kemeriahan ajang Bandung Fashion Parade 2026 yang berlangsung di D’Botanica Mall, Bandung, Sabtu (31/10/2026), tidak hanya menyajikan keanggunan busana karya desainer ternama. Panggung gelaran tahunan ini juga makin hidup dan dinamis dengan hadirnya dua kompetisi kreatif yang menyedot perhatian ribuan pengunjung, yakni Fashion Show Competition dan KPop Dance Cover Competition pada Minggu (1/11/2026).
Langkah penyelenggara memadukan peragaan busana profesional dengan ajang unjuk bakat anak muda ini dinilai menjadi strategi cerdas dalam mengintegrasikan sektor industri fesyen, pariwisata urban, serta ekonomi kreatif Kota Bandung.
Inkubasi Bakat dan Regenerasi Lewat Fashion Show Competition
Kompetisi fashion show yang digelar di sela-sela agenda utama menjadi wadah pembibitan (scouting talent) bagi calon-calon bintang runway masa depan. Diikuti oleh puluhan peserta dari kategori anak-anak hingga remaja, ajang ini memberikan pengalaman dan jam terbang profesional bagi para model muda untuk tampil percaya diri di panggung megah.
Keterlibatan para talenta muda ini terbukti tidak hanya mengasah bakat individual, tetapi juga menghidupkan ekosistem pendukung fesyen. Mulai dari orang tua, desainer busana anak, hingga penata rias (makeup artist) turut terlibat langsung meramaikan kompetisi ini, yang sekaligus menjadi bukti bahwa industri mode Bandung memiliki fondasi regenerasi yang kokoh.

Adapun Pemenang Fashion Show Competition adalah,
Kategori A (usia 3-7 tahun):
Juara Harapan 3 : Alenka Launa Erlangga
Juara Harapan 2 : Melviana Vukie Arunika Myesha
Juara Harapan 1 : Ayura
Juara 3 : Shaqueena Amara Claretta
Juara 2 : Gabriella Grace Pho
Juara 1 : Valleria Bellvania Rahman
Kategori B (usia 8-12 tahun)
Juara Harapan 3 : Bilqis Rania
Juara Harapan 2 : Rania Shakila
Juara Harapan 1 : Azkeiya Perishya
Juara 3 : Queena Audy Ariansyah
Juara 2 : Dinda Dwi Asmarani
Juara 1 : Zidane Fahlevi Irtafais
Kategori C (usia 13-18 tahun)
Juara Harapan 3 : Blessya Benoti
Juara Harapan 2 : Clerisse Elena
Juara Harapan 1 : Mikaela Yoga Btari Anjani
Juara 3 : M. Farhat
Juara 2 : Kirana Lubis
Juara 1 : Azalia

KPop Dance Competition, Gesekan Kreativitas dan Daya Tarik Wisata
Suasana atrium D’Botanica Mall kian memuncak saat panggung diambil alih oleh para peserta KPop Dance Competition. Gerakan energik dan kostum ciamik yang dibawakan para grup tari muda ini berhasil menyedot ratusan penonton dari kalangan Generasi Z dan Milenial.
Masuknya sub-kultur populer Korea dalam rangkaian Bandung Fashion Parade 2026 membuktikan adaptability gelaran ini terhadap tren global. Secara industri dan pariwisata, kompetisi tari ini mampu menciptakan lonjakan foot traffic yang signifikan di pusat perbelanjaan. Para pendukung dan pencinta budaya pop berbondong-bondong memadati lokasi, yang pada akhirnya memberikan efek pengganda (multiplier effect) bagi sektor ritel, kuliner, dan pariwisata Kota Kembang.
Adapun Pemenang KPop Dance Competition adalah,
Kategori Solo (min.10 tahun)
Juara 2: Kamea Helga Kostyaphelia
Juara 1: Jacelyn Rose
Kategori Group Anak (maks. 12 tahun)
Juara 2: Lumelle
Juara 1: Wonder Squad
Kategori Group Remaja Dewasa (maks. 20 tahun)
Juara 2: Noctive One
Juara 1: Zymotion
Melalui kolaborasi lintas sub-sektor ekonomi kreatif yang memadukan fesyen, seni pertunjukan, dan music, Bandung Fashion Parade 2026 sukses bertransformasi menjadi festival gaya hidup yang inklusif. Perhelatan ini menegaskan kembali posisi Bandung sebagai kota kreatif yang tidak hanya menjaga kelestarian budaya lokal, tetapi juga selalu relevan dengan jiwa muda.***