Bandung Side, Otista – Pemimpin perubahan diantara persaingan di industri perhotelan Kota Bandung yang semakin ketat dengan munculnya berbagai konsep hotel unik dan modern sangat dibutuhkan dewasa ini.
Di tengah dinamika tersebut, sosok pemimpin perubahan yang visioner dan mampu menginspirasi tim menjadi kunci utama untuk menjaga daya saing.
Vue Palace Bandung, salah satu hotel terkemuka di Bandung yang berada di bawah jaringan Artotel Curated, kini dipimpin oleh sosok General Manager yang memiliki filosofi kuat, yaitu Aditya Maulana.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, Aditya berbagi pandangan mengenai pemimpin perubahan di industri hospitality dan bagaimana beliau mengarahkan timnya di tengah ketatnya persaingan pariwisata Kota Bandung.
Bagi Aditya, leadership di industri hospitality bukan sekadar tentang mencapai target. Pria Flamboyan ini mengartikan kepemimpinan sebagai “kemampuan pemimpin perubahan sambil menjaga kehangatan”.
Aditya juga menyadari bahwa industri ini sangat dinamis, namun satu hal yang tidak boleh berubah. “Tamu akan tetap ingat bagaimana perasaan mereka saat dilayani oleh tim kita,” ungkapnya.
Filosofi ini telah menjadi pegangan teguh sejak awal kariernya dan menjadi fondasi utama gaya kepemimpinannya di Vue Palace Bandung.
Urus Tim Dulu, Baru Urus Tamu
Dalam mengelola SDM, Aditya menerapkan filosofi yang unik namun efektif, “Urus tim dulu, baru urus tamu”. Dalam prinsipnya percaya bahwa tim perhotelan yang diperhatikan, dihargai, dan dimotivasi akan secara alami menciptakan pengalaman tamu yang luar biasa.
Teamwork dibangun di atas landasan kepercayaan, komunikasi terbuka, dan apresiasi. Menyadari adanya perbedaan generasi di dalam struktur tim, Aditya beradaptasi dalam berkomunikasi sesuai dengan karakter masing-masing generasi. “Gen Z butuh why dan kecepatan, senior butuh how dan keteladanan,” jelasnya.
Namun, Aditya Kembali menekankan bahwa nilai utamanya tetap sama yakni, saling menghargai dan satu tujuan untuk tamu.
Inovasi Tanpa Menghilangkan Kehangatan Humanis
Di era digitalisasi, teknologi perhotelan berkembang sangat pesat. Aditya mendorong timnya untuk berinovasi dan menggunakan teknologi untuk hal-hal yang sifatnya cepat dan berbasis data. Namun, Kembali Aditya menegaskan bahwa untuk urusan hati, sentuhan manusia tetap tidak bisa digantikan.
“Inovasi boleh canggih, tapi kehangatan budaya timur tidak boleh hilang,” ujarnya.
Di Vue Palace Bandung, standar kualitas Artotel Curated yang modern dipadukan dengan kearifan lokal Sunda. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang membuat tamu merasa pulang, bukan sekadar menginap, sehingga memberikan nilai tambah yang membedakan hotel mereka dari kompetitor di pariwisata Kota Bandung.
Navigasi Krisis dan Pelajaran Berharga
Aditya Maulana juga menceritakan pengalamannya dalam menghadapi krisis dan mengambil keputusan krusial dengan berpegang pada prinsip 3T: Tenang, Telaah Data, Tim.
Prinsip ini terapkan untuk menghindari pengambilan keputusan yang panik dan berdasarkan asumsi semata. Aditya juga berbagi pelajaran leadership berharga yang beliau dapatkan, yaitu “jangan pernah menyalahkan tim di depan tamu”.
Bagi Adit, sapaan akrab Aditya mengatakan bahwa kegagalan adalah pelajaran untuk melindungi tim di depan publik dan memberikan koreksi secara privat dengan kepala dingin.
Pesan Untuk Staf Muda
Sebagai penutup, Aditya memberikan pesan dan prinsip utama bagi staf muda yang ingin meniti karier hingga ke jenjang General Manager yakni dengan mendorong mereka untuk “kerja keras, terus belajar, dan jangan pernah kehilangan rasa kemanusiaan”.
Sebuah prinsip yang Aditya pegang teguh: “Hotel bagus bisa dibangun dari batu, tapi hotel hebat dibangun dari hati orang-orangnya.”
Dengan kepemimpinan yang berfokus pada kesejahteraan tim dan inovasi layanan, Aditya optimis bahwa Vue Palace Bandung akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi positif bagi industri perhotelan Kota Bandung dan pariwisata Jawa Barat.***