Bandung Side, Braga — Memasuki usianya yang ke-8, de Braga by ARTOTEL terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ikon lifestyle hotel paling diperhitungkan di kawasan bersejarah Jalan Braga, Bandung. Di balik performa impresif dan pengalaman unik yang ditawarkan kepada para tamu, ada sosok pimpinan yang berdedikasi tinggi, Tri Wenda Agus Setyabudi, General Manager de Braga by ARTOTEL.
Perjalanan karier Tri Wenda di industri hospitality merupakan potret ketangguhan dan kerja keras. Mengawali langkah dari bawah sebagai seorang bartender, Tri Wenda melahap berbagai pengalaman operasional selama belasan tahun. Rekam jejaknya mencakup pengabdian selama 12 tahun di jaringan Accor, 4,5 tahun bersama Santika Hotel & Resort, hingga kiprahnya di Hotel Indonesia Group, Zest Sukajadi, dan Swiss-Belhotel International.
“Bagi saya, menjadi General Manager bukanlah sebuah tujuan akhir, melainkan sebuah tanggung jawab untuk terus belajar, berkembang, dan membawa tim serta hotel menjadi lebih baik,” ujar Tri Wenda disela kemeriahan peringatan 8 tahun de Braga by Artotel, Selasa, 18 Agustus 2026.

Kepemimpinan Berbasis Manusia dan Hasil Nyata
Pengalaman bertahun-tahun di garis depan membuat Wenda mengadopsi gaya kepemimpinan yang berpusat pada manusia namun tetap berorientasi hasil (people-oriented, result-oriented). Ia percaya bahwa keberhasilan sebuah hotel tidak hanya ditentukan oleh kemewahan fisik atau kelengkapan fasilitas, melainkan oleh kehangatan dan keandalan pelayanan dari jajaran stafnya.
Dalam mengelola de Braga by ARTOTEL, Tri Wenda menanamkan tiga nilai utama kepada seluruh jajaran karyawan, yakni Ownership (rasa memiliki), Teamwork (kerja sama tim), dan Service Excellence (keunggulan layanan).
“Saya selalu mengatakan kepada tim bahwa hotel ini adalah rumah kita bersama. Jika kita memiliki rasa memiliki, kita akan menjaganya dengan lebih baik, melayani tamu dengan tulus, dan bekerja sepenuh hati. We win as one team,” tegas Tri Wenda Agus Setyabudi.
Inovasi dan Visi Masa Depan de Braga
Menghadapi persaingan industri perhotelan di Bandung yang kian ketat, Tri Wenda menekankan pentingnya adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen. Saat ini, para wisatawan tidak lagi sekadar mencari kamar yang nyaman untuk tidur, melainkan mencari pengalaman komprehensif (guest journey) yang bisa dinikmati dan dibagikan (shareable).
Guna mendorong peningkatan lama menginap (length of stay) minimal dua hari, de Braga tengah memperkuat integrasi antara F&B experience, aktivitas lokal, serta kolaborasi dengan berbagai mitra kreatif di kawasan heritage Braga.
“Visi saya dalam 2 hingga 3 tahun ke depan adalah menjadikan de Braga sebagai tempat utama untuk stay, dine, meet, experience, and create memories. Kami ingin ketika orang memikirkan kawasan Braga, mereka secara otomatis teringat pada de Braga by ARTOTEL,” pungkas Tri Wenda Agus Setyabudi, yang juga memegang prinsip hidup lead by example, treat people with respect, and always keep learning.***