Bandung Side, Padalarang – Sektor pariwisata dan perhotelan di Jawa Barat terus menunjukkan perkembangan positif, tumbuh pesat dengan lebih dari 17 juta perjalanan wisatawan nusantara pada akhir tahun lalu serta tingkat hunian hotel berbintang yang sempat mencapai kisaran 58%.
Mendukung momentum pertumbuhan sektor pariwisata Jawa Barat, Archipelago—hotel manajemen terbesar di Indonesia—bersama CV. Bangun Lestari Parahyangan resmi membuka hotel Archipelago yang ke-22 di provinsi Jawa Barat, Hotel Neo Kota Baru Parahyangan, sebagai wujud komitmen dalam menyediakan akomodasi berkualitas dan mendorong potensi pariwisata di wilayah tersebut, Kamis, 18 Desember 2025.
John Flood selaku CEO dari Archipelago menyampaikan “Pembukaan Hotel Neo Kota Baru Parahyangan menegaskan komitmen kami untuk terus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata Jawa Barat. Dengan potensi pasar yang terus berkembang, kami percaya kehadiran hotel ini akan memberikan pengalaman menginap yang modern, nyaman, dan bernilai bagi seluruh tamu, sekaligus memperkuat posisi Archipelago sebagai penyedia akomodasi terkemuka di Indonesia”.
Hotel NEO telah menarik perhatian dan loyalitas dari generasi milenial berkat komitmennya terhadap kenyamanan, keterjangkauan, dan pengalaman menginap yang unik. Daya tarik Hotel NEO terletak pada pendekatan modernitas dan inovasi, brand yang tidak konvensional dalam industri perhotelan, menawarkan pengalaman yang unik dan tak terlupakan bagi para tamu.
“Desain modern dan futuristik mencerminkan komitmen kami untuk terus berada di garis depan tren pariwisata. Kami ingin menjadi pilihan di antara kategori hotel konvensional bagi wisatawan yang mencari akomodasi sesuai anggaran dan gaya hidup. Tujuan kami bukan sekadar menyediakan tempat menginap, tetapi juga menciptakan kenangan yang tak terlupakan. Elemen desain yang khas dan lokasi yang menarik menjadikan Hotel NEO pilihan utama bagi milenial,” ungkap John Flood.

Pasar sebenarnya untuk hotel budget atau hotel dengan layanan pilihan di Indonesia sangat besar. Bagi orang-orang yang datang dari Jakarta atau daerah sekitarnya, ini adalah produk yang bagus karena memiliki semua faktor kunci keberhasilan yang dibutuhkan orang. Hotel berteknologi tinggi ini punya Wi-Fi bagus, kamar berukuran nyaman, desain keren, teknologi bagus, sangat bersih, AC bagus, staf ramah, sarapan enak.
Jadi fasilitas yang dimiliki Hotel Neo adalah hal-hal utama, menjadi faktor kunci keberhasilan untuk hotel layanan pilihan yang Anda butuhkan di Indonesia. Orang-orang menghargai itu. Oke, tidak masalah, tidak masalah tenggelam dengan hotel yang lebih besar, karena masing-masing memiliki segmen atau pasar sendiri-sendiri.
Pasarnya cukup besar bagi wisatawan. Dan setelah Covid, semakin banyak orang bepergian. Maksud saya, pariwisata Indonesia sekitar 260 juta orang per tahun untuk pariwisata domestik. Pasar domestik di Indonesia adalah yang terbesar keempat di dunia. Kedatangan wisatawan asing masih cukup kecil, tetapi pasar domestik Indonesia sangat besar sehingga Anda membutuhkan hotel-hotel budget seperti ini. Pasar saat ini, khususnya Jawa Barat yang sudah dikunjungi 18,75 juta wisnu dan sekitar 800 wisman pada Juni 2025 sehingga ada peluang terutama dengan Generasi Z, mencari produk seperti Neo Hotel,” pungkas John Flood optimis.
Terletak di jantung kawasan Kota Baru Parahyangan(KBP), tepatnya di Jalan Panyawangan, Hotel Neo Kota Baru Parahyangan menawarkan akses strategis bagi wisatawan maupun pebisnis. Hotel ini memiliki 116 kamar bergaya modern dengan empat tipe: Standard, Superior, Deluxe, dan Executive Suite.
Sedangkan fasilitas hotel meliputi, Sundara Ballroom dan 3 ruang pertemuan (Denaya, Gantari, Baswara), Restoran Noodles Now dengan sajian makanan Indonesia dan Internasional.

Akses cepat ke Stasiun Kereta Cepat Padalarang (hanya 8 menit)
Hotel Neo Kota Baru Parahyangan memiliki lokasi yang ideal bagi wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi populer di sekitar Bandung, seperti Wahoo Waterworld – 4 KM (10 menit, dengan mobil), Parahyangan Golf Bandung – 7 KM (13 menit dengan mobil), Museum Geologi Karst Citatah – 10 KM (25 menit dengan mobil) Air Terjun Pelangi – 14 KM (30 menit dengan mobil) dan Kedekatan hotel dengan area wisata serta pusat aktivitas menjadikannya pilihan tepat bagi tamu rekreasi maupun bisnis.
“Kami menyambut baik hadirnya Hotel Neo Kota Baru Parahyangan. Harapannya, hotel ini tidak hanya menjadi simbol baru kenyamanan dan keramahan di kawasan ini, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif dan berkelanjutan bagi perkembangan pariwisata Jawa Barat” ujar Felix Setiawan, Direktur Bangun Lestari Parahyangan
Kami menggandeng dari Arhipelago karena mereka sangat berpengalaman di hotel operator, saya yakin di project-project sebelumnya yang kami punya maupun yang lainnya sudah disusun segala rencana-rencananya untuk memberi kejutan kepada program tanggung jawab sosial perusahaan, yaitu komitmen perusahaan untuk berkontribusi positif pada pembangunan berkelanjutan dengan memberi dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari operasinya, melampaui sekadar keuntungan finansial,tunggu saja nanti.
Kehadiran Hotel Neo di Kota Baru Parahyangan mungkin awalnya berangkatnya dari bisnis hotel karena lokasi kita dekat dengan KIC dengan UOS. Kemudian saya perhatikan ini juga bisa menjadi transit juga antara warga Bandung dan Jakarta. Ke depannya Neo Hotel bisa menjadi spot untuk tempat mereka bertemu dari Bandung Jakarta untuk jadi peta poin di KBP.
Selain dari bisnis juga sudah disampaikan dari pihak instansi pemerintah bahwa wilayah Bandung Barat ini sedang naik daun ya baik bisnis maupun pariwisatanya. Untuk kawasan pariwisata dan mungkin dari dulu juga sudah menjadi tujuan utama di daerah Bandung Barat, tambah Felix Setiawan.

Hotel Neo Brand Favorit Kaum Milenial
Hotel NEO menjadi brand favorit di kalangan kau milenial karena memiliki karakter yang mewakili mereka, diantara kesukaannya adalah,
1. Desain Modern dan Futuristik
Saat tamu memasuki Hotel NEO Kota Baru Parahyanagan, mereka akan langsung merasakan atmosfer chic kontemporer ciri khas utama hotel ini. Konsep desain yang diusung merupakan kombinasi estetika modern dan futuristik.
Gaya kontemporer ini tercermin dari lobi yang memukau, warna-warna mencolok dan inovatif, perabotan asimetris, hingga sentuhan artistik pada dinding dan langit-langit. Suasana chic yang diciptakan menghadirkan pengalaman visual yang tak terlupakan, menjadikannya akomodasi yang menarik secara estetika bagi wisatawan milenial modern yang singgah di Kota Baru Parahyangan.
2. Akomodasi yang Fleksibel
Hotel NEO Kota Baru Parayangan menjembatani kesenjangan antara hotel budget dan hotel berkelas. Melalui dua pilihan para tamu bisa memilih pengalaman menginap yang sesuai dengan kebutuhan, mulai dari opsi yang sederhana dan terjangkau lebih luas dan nyaman. Fleksibilitas ini memungkinkan milenial menyesuaikan pilihan akomodasi dengan preferensi dan anggaran mereka.
3. Fitur Praktis Tanpa Basa-basi
Hotel NEO Kota Baru Parayangan memahami bahwa generasi milenial menghargai kesederhanaan dan efisiensi. Oleh karena itu, fokus utama Hotel NEO adalah menyediakan fasilitas esensial yang menjadikan pengalaman menginap nyaman dan menyenangkan.
Melalui pendekatan fasilitas seperti Google Nest, yang memungkinkan kontrol suara untuk fitur kamar, serta akses media interaktif seperti Smart TV dan Spotify. Sentuhan teknologi ini menjawab ekspektasi milenial modern yang terbiasa dengan kemudahan dan inovasi.
4. Lokasi Strategis bagi Milenial
Hotel NEO Kota Baru Parahyangan telah memperluas kehadirannya di wilayah Kabupaten Bandung Barat dan destinasi eksotis di Jawa Barat. Lokasi hotel yang strategis di pusat kota maupun destinasi wisata menarik memastikan tamu dapat menikmati pengalaman urban sekaligus alam yang memikat.
5. Brand Revolusioner dengan Pengikut Setia
Hotel NEO telah menarik perhatian dan loyalitas dari generasi milenial berkat komitmennya terhadap kenyamanan, keterjangkauan, dan pengalaman menginap yang unik.
Daya tarik Hotel NEO terletak pada pendekatan modernitas dan inovasi. Sebagai brand yang tidak konvensional dalam industri perhotelan, menawarkan pengalaman yang unik dan tak terlupakan bagi para tamu setia di Kota Baru Parahyangan.

Kota Baru Parahyangan dikunjungi 12 juta orang pertahun
“Kehadiran Hotel Neo di Kota Baru Parahyangan sangat ditunggu-tunggu, karakter hotel bintang 3 sesuai dengan segmen Kota Baru Parahyangan yaitu kalangan menengah-atas ingga Bawah dalam artian semua segmen yang datang ada di sini, ujar Ryan Brasali, Direktur Kota Baru Parahyangan.
Kehadiran Hotel Neo menjadi pelengkap fasilitas yang ada di KBP, selain adanya Golf, Wahoo Waterworld, Bumi Hejo Square, IKEA, Pancasona sebagai pusat kebugaran, Pasar Parahyangan yakni pasar modern dengan konsep pasar tradisional yang bersih, lengkap, dan nyaman, menawarkan bahan makanan segar, kebutuhan pokok, hingga kuliner.
“Sehingga semakin banyak fasilitas yang dipunyai akan semakin banyak pula kalangan atau segmen market yang dapat masuk di KBP,”ungkap Ryan Brasali.
Hotel Neo memiliki segmen Harga yang lebih terjangkau, sehingga bukan hanya sekedar kaum milenial atau sector bisnis saja, lebih kesemua segmen tersebut yang disasar.
Kota Baru Parahyangan juga masih terbuka untuk bagi investor yang hendak masuk, bahkan ada satu hotel lagi yang akan buka di tahun depan dari Hilton Worldwide, hal tersebut dikarenakan pengunjung di KBP begitu banyak dan dari segala segmen.
“KBP juga sudah mulai menjadi tempat transit warga Jakarta yang hendak ke Bandung dan sekitarnya, selain ada kereta api cepat, KBP juga menyediakan fasilitas kamar untuk menginap, jumlah kamar di Mason Pine 270, Neo di 116, Hilton Worldwide sekitar 200an jadi masih sekitar 586 kamar, karena saat musim libur KBP dikunjungi sekitar 25.000 orang perharinya dan 12 juta pertahunnya,” papar Ryan.
Hotel Neo Kota Baru Parahyangan ini diresmikan dengan rangkaian acara pemotongan pita pada 17 Desember 2025 yang dilakukan oleh pihak owning company, Archipelago dan perwakilan dari pemerintah setempat Kabupaten Bandung Barat seperti Bupati, Dandim, Kapolres dan pejabat daerah lainnya.***