Bandung Side, Surabaya – Tiga kandidat Ketua Umum Ikatan Alumni ITB kembali hadir dalam gelar ‘kampanye’ bertajuk Hearing Nusantara, tepatnya di Gedung Pelindo Surabaya, Rabu (18/6/2025) dalam menajamkan visi, misi dan program kerja kepada Alumni ITB di Jawa Timur.
Sebelumnya tiga kandidat Ketua Umum IA ITB menjejakkan kaki di Medan dan Balikpapan adalah Agung Aswamedha, Sarjana Fisika tahun 2002; Agustin Peranginangin, Sarjana Teknik Sipil (1994), dan Puja Pramudya, Sarjana Teknik Informatika (2006).
Dalam paparannya, Agung Aswamedha mengungkapkan misinya adalah menghadirkan pusat kegiatan bisnis alumni yang representatif sebagai ruang kolaborasi usaha alumni, mulai dari UMKM hingga startup, dengan fasilitas akses pasar, modal, mentoring, dan sinergi lintas angkatan.
Keseharian sosok yang biasa dipanggil Atep ini adalah memimpin perusahaan strategis dengan puluhan engineer muda yang mengembangkan teknologi untuk pertahanan nasional, dari drone hingga sistem cybersecurity.
Tetapi yang membedakan bukan hanya inovasi atau skala bisnisnya, melainkan caranya tetap membumi. Atep tahu cara menyentuh realita tanpa kehilangan visi.
Sementara Agustin Peranginangin, meyakini IA ITB harus siap gelar tikar sebagai wadah bersatu dan berkarya para alumnus lintas generasi.
“Visi saya adalah menghadirkan komunitas alumni yang solid dan inspiratif,” tandas Agustin Peranginangin, Dirut Badan Pelaksana Otorita Borobudur ini.
Sosok yang akrab disapa Bang Angin ini menekankan tekadnya untuk menyatukan Ganesha dari segala usia untuk memperkuat ITB dan Indonesia melalui Langkah nyata dan bermakna.
“Saya memiliki dedikasi luar biasa terhadap dunia pendidikan dan inovasi,” demikian ungkap Puja Pramudya, salah satu tiga kandidat Ketua Umum IA ITB.
Melalui dunia akademi, Puja membangun yayasan yang menyediakan pendidikan gratis bagi puluhan ribu siswa.
“Sebagai ‘manusia jembatan’ saya aktif menghubungkan individu dari berbagai jurusan, industri, dan entitas bisnis,” urai Puja Pramudya.
Puja mengatakan, saat ini dia berfokus menciptakan 10.000 talenta digital siap kerja. Salah satu inovasinya melalui program beasiswa AI gratis bagi alumni ITS.

Pemilu IA ITB Gunakan Sistem e-Voting
Ditemui di tengah acara Hearing Nusantara, Erik Tarigan, Ketua Kongres Nasional XI IA ITB mengatakan total alumnus yang sudah mendaftar untuk ikut memilih di Pemilu IA ITB kali ini sebanyak 13.000 orang.
Dari jumlah tersebut, yang berhasil terverifikasi 11.000 alumnus. “Kami ajak seluruh alumnus berpartisipasi aktif dalam Pemilu IA ITB 2025,” ujar Erik Tarigan.
Menurut Erik, penyelenggaraan Pemilu IA ITB 2025 menggunakan sistem e-voting.
“Jadi tidak perlu lagi datang di satu lokasi tertentu, dan mencoblos dengan kertas di bilik khusus. Pemilihan bisa dilakukan dari mana pun,” cetus Erik.
Erik mengungkapkan, semua peserta yang terverifikasi terdaftar di sistem Daftar Pemilih Tetap.
“Yang sudah terverifikasi adalah mereka yang sudah diperiksa dan benar memiliki hak suara,” imbuh Erik.
Rangkaian kegiatan Hearing Nusantara ini selanjutnya dilakukan di Bali dan terakhir di Jakarta.
“Kami berharap Ketua Umum IA ITB terpilih adalah sosok yang mampu mengayomi seluruh alumnus lintas jurusan dan angkatan,” tutur Erik Tarigan.
Ketika anggota guyup dan solid, lanjut Erik, otomatis organisasi semakin berdampak positif bagi kemajuan bangsa ini. “Kami juga sepakat untuk mendukung program pemerintah, khususnya MBG. Di sisi lainnya, juga program-progran pendidikan dan energi,” pungkasnya.
Hadir dalam Hearing Nusantara yang berlangsung di lantai 5 Kantor Pusat Pelindo Surabaya itu antara lain, Ir Joko Irianto MSi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekdaprov Jawa Timur. Juga Dothy, Komisaris Utama PT Pelindo Daya Sejahtera, dan Alda Noviasari, Sekjen Pengda IA ITB Jawa Timur.***