Bandung Side, Kosambi – Kolaborasi berbahaya musik alternatif antara dua kekuatan besar Alone At Last dan 510 siap menggetarkan panggung music alternatif Indonesia dengan tour di 4 titik kota dan kabupaten Jawa Barat.
Musik alternatif Indonesia siap menjadikan momen yang tak terlupakan dengan kolaborasi berbahaya di satu panggung megah dimulai dari Dahan Kopi, Kabupaten Bandung pada Tanggal 15 Juni 2025.
Kolaborasi Berbahaya tersebut terungkap saat digelarnya press conference, Sabtu, 14 Juni 2025 di The MallWay Space, Kosambi, Kota Bandung.
Band rock modern 510 dan Alone At Last bersatu dalam satu pertunjukan spesial yang mengedepankan interaksi, kejutan musikal, dan eksplorasi artistik di luar batas pertunjukan biasa sehingga Berani Bersuara Besar.
Dengan formasi terdiri dari Yas Budaya (vokal), Balum (gitar), Ubey (bass), dan Athink (drum) band Alone At Last dengan bersahaja sanggup menghimpun penggemar dari Bandung, Jakarta, Surabaya, Jogja, Bali, Semarang, dan Makasar.
Sedangkan 510 yang digawangi oleh Faizal Halim Permana (vokal), Pras Goldinantara (gitar), dan Winaldy Senna (drum) sempat menggemparkan jagad music saat berkolaborasi dengan Fanny Soegi.
Konser Spiritual vs Dunia ini dipromotori oleh Madness tidak sekadar menyatukan dua nama dengan karakter berbeda—tetapi merancang sebuah panggung bersama, di mana masing-masing unit saling membaur, saling tukar peran, bahkan berbagi momen dalam format kolaboratif yang dirancang secara khusus.
Menurut Yas Budaya sang vokalis Alone At Last bahwa kolaborasi ini memadukan genre yang berbeda bukan berarti mengkotak-kotak sebuah genre namun semakin banyak referensi musikal dan lebih berkembangnya genre musiknya.
“Karena kolaborasi ini dalam satu panggung bahkan banyak kejutan buat penonton dan fans saat berpadunya genre music yang berbeda, namun dapat dimainkan dengan karakter music masing-masing,” ujar Yas.
Jadi tidak terlalu berbahaya sich kolaborasi ini, malah saling eksplor antar band dan keseruan dipanggung hanya untuk penonton, pungkas Yas Budaya.
Faizal Halim Permana yang akrab disapa Ical, vokalis 510 membenarkan yang disampaikan oleh Yas, karena selain saling mengeksplor warna music juga memadukan pasar yang berbeda dalam satu tontonan menarik dari atas panggung saat berkolaborasi.
Ubey sang bassis Alone At Last pun menimpali,” Dengan kolaborasi ini, dapat menginspirasi grup band lainnya bahwa dua kekuatan besar music alternatif dapat berkolaborasi tanpa memandang senioritas.

Panggung Interaktif dan Kreatif
Penonton konser Spiritual vs Dunia akan disuguhkan setlist yang dinamis, aransemen musik baru, hingga momen pertukaran personel dan tampil bersama secara live, menjadikan malam ini lebih dari sekadar pertunjukan musik yang menggebyar, tapi Berani Bersuara Besar.
Baik 510 maupun Alone At Last dikenal dengan pendekatan musikal yang kuat, penuh energi dan konsistensi. Melalui kolaborasi ini, mereka menciptakan ruang baru yang menyatukan kekuatan masing-masing—bukan hanya untuk tampil, tetapi untuk membangun narasi bersama di atas panggung.
Desain konser ini mengedepankan unsur kejutan dan pengalaman langsung yang membaurkan batas antara penonton dan performer. Format panggung yang terbuka, tata cahaya sinematik, dan interaksi langsung antara dua unit musik akan menciptakan atmosfer yang personal dan intens.
Kolaborasi berbahaya ini bukan hanya bentuk perayaan kreativitas, tapi juga penanda penting bahwa kerja sama lintas karakter bisa melahirkan sesuatu yang segar, kuat, dan relevan dengan Berani Bersuara Besar.
Bersiaplah untuk menyaksikan momen ketika dua kekuatan besar bersatu dan menciptakan sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tanggal, 15 Juni Dahan Kopi Kabupaten Bandung, 22 Juni Ruang Ide Tasikmalaya, 29 Juni Cafe Vanmila Sukabumi, dan 6 Juli Bragasky Kota Bandung.
Siapkan Suara dan Semangat Besarmu.***