Bandung Side, Cihampelas – Dishub Kota Bandung dalam rangkaian memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) luncurkan Buku Pegangan untuk anak usia 6 – 8 tahun sebagai bahan edukasi Sadar Lalu Lintas Usia Dini atau SALUD, Rabu 21/9/2022.
Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) yang diperingati setiap tanggal 17 September, didasarkan pada Keputusan Menteri Perubunngan Nomor SK. 274/G/1971 pada tanggal 26 Agustus 1971.
Keputusan Menteri tersebut memuat tentang Hari Perhubungan Nasional, hari jadi atau hari bakti dari setiap organisasi/lembaga sektor perhubungan disatukan menjadi Harhubnas yang kemudian diperingati setiap tanggal 17 September dengan berbagai macam kegiatan diantara oleh Pemerintah Kota bandung melalui Dishub meluncurkan Buku Pegangan SALUD.
Seperti yang disampaikan oleh Bunda PAUD Kota Bandung, Yunimar Mulyana bahwa Buku SALUD ini adalah program dari dinas perhubungan, kita akan mengajarkan sedini mungkin cara berlalu lintas yang baik kepada siswa dan siswi PAUD dan SD di kota bandung karena sasarannya adalah anak diusia 6 sampai 8 tahun.
“Mudah-mudahan program nasional ini bisa diturunkan ke seluruh kota dan kabupaten dan di Kota Bandung hari ini lounchingnya.

“SALUD merupakan buku yang luar biasa yaitu memuat banyak cara berlalu lintas, bagaimana cara menyebrang bagi anak-anak sangat mudah diterapkan, sehingga untuk bisa menjadi gerakan yang masif saat lounching ini dihadirkan peserta-peserta untuk mendapatkan sosialisasi sehingga nanti bisa menyebarkan informasi ke Paud-Paud dan SD-SD di Kota Bandung,” ujar Yunimar Mulyana.
Gerakan Sadar Lalu Lintas untuk Usia Dini ini baru memulai, Paud di Kota Bandung kurang lebih berjumlah 1.800 tentunya tidak mudah menjangkau sosialisasi dengan cepat. Insya Allah mudah-mudahan dengan kolaborasi seluruh Paud dan mitra dalam menjalankan program baik dengan dinas terkait, lanjut Yunimar.
Hubungan kolaborasi yang paling dekat adalah dengan dunia pendidikan yakni dinas pendidikan, karena berkaitan dengan sekolah agar dapat menemukan cara yang kita berikan dengan menghadirkan dahulu pesertanya mendapatkan pelatihan yang terdiri dari tempat kelompok belajar atau kelompok bermain sebagai mitra baru gerakan SALUD dijalankan.
“Setelah peatihan, nanti peserta tersebut yang akan menyebarkan informasi dan bergerak menjangkau anak-anak PAUD dan SD,” ujar Yunimar Mulyana.
Buku SALUD oleh dinas Perhubungan disediakan secara bertahap dari rencana cetak sebanyak 2.500 buku, tahap awal ini baru tersedia 500 buku terlebih dahulu.
Menurut Bunda Paud Kota Bandung bahwa kesadaran pengguna jalan saat berlalu lintas di Kota Bandung perlu pembenahan-pembenahan, dengan meluncurkan Buku SALUD merupakan salah satu cara memberikan edukasi sedini mungkin.
“Sasaran Buku SALUD kepada anak-anak karena akan lebih cepat paham dan mudah mengingat sehingga harapannya kedepan jika mereka sudah bisa berkendara akan selalu mematuhi peraturan lalu lintas berkat mengingat yang dulu pernah diajarkan,” ungkap Yunimar.
“Metode penyampaian atau megajarkan materi pada buku SALUD nanti diserahkan pada pihak terkait seperti PAUD, Mitra, Dinas Pendidikan yang pasti akan ada muatan-muatan edukasi saat praktek berlalu lintas,” pungkas Yunimar Mulyana.
Dilokasi yang sama, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Dadang Darmawan, menyampaikan bahwa hari ini Dinas Perhubungan Kota Bandung melounching buku panduan untuk sadar berlalu lintas khususnya untuk usia dini.
“Judul Bukunya Salud Usia Dini, jadi kependekan dari Sadar Lalu Lintas Usia Dini sebagai salah satu upaya dari Pemerintah Kota Bandung mealui Dinas Perhubungan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak usia dini untuk mengetahui dan sadar baagimana berlalu lintas yang baik dan keselamatan,” kata Dadang Darmawan.
Sadar Lalu lintas ini kenapa kita harus berpikir disosialisasikan dan diedukasi pada anak usia dini karena tadi disampaikan oleh Bunda Salud Nasional bahwa tingkat kecelakaan lalulintas di indonesia ini masih dibilang sangat tinggi di Asia Tenggara dan di dunia Indonesia mempunyai urutan nomer 9, lanjut Dadang.
“Dan mirisnya lagi jumlah kecelakaan lalu lintas itu didominasi oleh anak-anak usia dini korbannya,” ungkap Dadang Darmawan.
Oleh karena itu, maka lounching buku Salud ini sebagai salah satu upaya kita mengurangi, meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas dan khusus di Kota Bandung ini mudah-mudahan dengan sadar berbudaya lalulintas dengan disiplin berkeselamatan maka tingkat kemacetanpun bisa dikurangi.
“Berbicara masalah kemacetan di Kota Bandung merupakan kumpulan dari berbagai masalah, dan salah satunya adalah Disiplin Pengguna Jalan,” pungkas Dadang Darmawan.***