Bandung Side, Asia Afrika – Unjuk bakat salah satu point penting penilaian kompetisi Puteri Remaja & Puteri Anak Indonesia Tingkat Provinsi Jawa Barat 2022 berlangsung pada hari pertama karantina, Jumat (25/05/2022) di ballroom Grand Hotel Preanger jl. Asia Afrika, Bandung.
Hari pertama karantina Puteri Remaja & Puteri Anak Indonesia berlangsung padat schedul yang harus dilalui peserta dengan beberapa pelatihan menjelang proses penilaian menuju grand final.
Pelatihan Public Speaking, Catwalk dan Beauty Class diberikan panitia sebelum menjadi materi yang diujikan pada peserta memasuki masa karantina.
“Materi public speaking diberikan agar kemampuan komunikasi wajib dimiliki oleh peserta saat berbicara didepan umum,” ungkap Miss Lina Ve, Founder Pro Ve Production.

Peserta harus dapat menguasai atau terbiasa berbicara di depan umum dan harus terus dilatih karena peserta saat diatas panggung kehormatan saat mengenalkan diri atau menampilkan bakatnya dapat menguasai audiens, tambah Miss Ve, sapaan akrab Miss Lina Ve.
Berbicara di depan umum merupakan hal yang sulit untuk dilakukan, hal tersebut terjadi karena peserta kadang merasa tidak percaya diri dan tidak menyiapkannya secara baik pesan apa yang disampaikan pada audiens.
Penyampaian pesan yang disampaikan melalui public speaking lebih terstruktur dengan menggunakan tata bahasa yang lebih formal dibandingkan dengan percakapan sehari-hari.
“Selain itu, ada metode dalam melakukan public speaking menjadi lebih berbeda yang mana dalam penyampaiannya dibutuhkan dengan sikap tubuh yang lebih sopan supaya terkesan baik dan nyaman jika dilihat oleh publik,” jelas Miss Ve.

Selain public speaking peserta Puteri Remaja & Puteri Anak Indonesia juga dibekali catwalk yang merupakan dasar cara berjalan anggun seorang puteri saat diatas panggung.
Seperti yang disampaikan oleh Dara Armelita, Juara Puteri Remaja Top Model Jawa Barat 2019 salah satu coach catwalk mengatakan bahwa seorang puteri remaja & puteri anak harus memiliki sikap baik cara berbicara maupun cara berjalan.
“Peserta akan dilatih dengan dasar-dasar teknik berdiri agar sikapnya manis saat berjalan tampak anggun, dan dapat menjaga keseimbangan tubuhnya,” kata Dara Armelita.
Teknik berjalan dan berdiri dengan keseimbangan tubuh yang terjaga dan terlihat lebih ramping saat mengenakan busana dan pas terlihat lebih indah, tambah Dara.

Dilanjutkan dengan arah pandangan lurus ke depan namun posisi kepala jangan kaku, bisa menoleh ke kiri atau ke kanan bila diperlukan. Posisi bahu ditarik sedikit ke belakang, dada agak dibusungkan dan tahan otot perut. Posisi punggung tegak, pinggul jatuh ke kiri. Sikap tangan panjang lentik dan rileks saat diatas panggung.
Menjadi dasar bagi peserta saat berjalan, posisi satu kaki di depan kaki yang lain, bukan menyilang, bila alur jalan membentuk garis lurus. Ayunkan kaki sejauh mungkin dengan tetap menjaga keseimbangan.
“Sesuaikan langkah kaki dengan irama musik. Hindari langkah dengan hak jatuh lebih dahulu, posisi tumit menapak ke lantai bersamaan bagian depan sepatu agar berat tubuh tetap seimbang,” pungkas Dara Armelita.
Usai menerima pembekalan materi public speaking dan catwalk, peserta finalis Puteri Remaja & Puteri Anak Indonesia mendapatkan pelatihan beauty class dari Martha Tilaar.

Beauty Class diberikan agar peserta memiliki dasar pengetahuan tentang mempercantik diri dengan menggunakan kosmetik saat akan tampil didepan umum.
Tujuan dari diberikan beauty class adalah peserta dapat mempercantik diri untuk menutupi suatu kekurangan yang ada diwajah dan menonjolkan sesuatu yang indah yang sudah dimilikinya.
Dasar materi dari beauty class bahwa peserta dikenalkan pada jenis kulit yakni kulit normal, kulit kering, kulit berminyak dan kulit kombinasi.
Pada remaja dan anak dapat menyesuaikan jenis kulitnya saat akan menggunakan kosmetik untuk mempercantik diri, agar tidak salah pilih yang nantinya malah menjadi tidak percaya diri saat diatas panggung dengan penampilan wajahnya.

Usai mendapatkan pelatihan dan pembekalan, peserta Puteri Remaja & Puteri Anak Indonesia bersegera memulai persiapan untuk unjuk bakat yang dimiliki oleh masing-masing peserta.
Point penilaian pertama di lakukan juri pada Unjuk Bakat diatas panggung juga menjadi prioritas yang wajib ditampilkan peserta.
Juri penilai pada Unjuk Bakat, terdiri dari Derry Dahlan: Ketua Double D Foundation, Miss Lina Ve: Founder Pro Ve Produktion, Winnie: Pengajar vokal Purwacaraka dan seorang penyanyi, Widhie: Dancer Coach, Nikita Patricia: Juara Puteri Remaja Budaya Jawa Barat 2021.
Bakat peserta pada pemilihan Puteri Remaja & Puteri Anak Indonesia sangat beragam, diantara Membaca puisi, Menari, Dance, Menyanyi, Ballet, Pencak Silat, Melukis, instrumen piano, bernyanyi sambil memainkan piano.

Peserta Puteri Remaja & Puteri Anak Indonesia Tingkat Provinsi Jawa Barat lebih unggul menampilkan tari tradisional Jawa Barat, yang dikenal dengan Jaipong.
Penampilan Tari Jaipong baik yang masih klasik maupun sudah ada sentuhan tarian modern dengan luwes bergoyang pinggul dan lambaian tangan lentik memperkaya keluwesan peserta.
Unjuk bakat selain menari, tidak kalah menariknya seperti Dance modern, Menyanyi, Ballet, Pencak Silat, Melukis, instrumen piano, bernyanyi sambil memainkan piano menjadi bekal skill peserta yang patut diajungkan jempol karena peserta sangat kreatif.***