Prospek Cetak Eksportir Baru, STIMLOG Kolaborasi Sekolah Ekspor

Stimlog Cetak Eksportir Baru

Bandung Side, Sari Asih – Prospek cetak eksportir baru di masa pandemi, STIMLOG kolaborasi dengan Sekolah Ekspor yang siap pulihkan perekonomian Nasional demi kemajuan Bangsa Indonesia.

Hal tersebut terungkap saat STIMLOG mendapat kesempatan dikunjungi oleh Kepala Sekolah Ekspor, Handito Hadi Joewono, yang merupakan institusi menyediakan sarana pembelajaran holistik praktis dalam pengembangan ekspor di Kampus Orange jl. Sari Asih No. 54 Bandung, Sabtu (15/01/2022).

“Sebagai perguruan tinggi, STIMLOG cetak eksportir tidak mungkin bisa tercapai tujuannya bila dilakukan sendiri, hal tersebut ditunjukkan oleh Sekolah Ekspor pada semester 1 ini saja dari 800 peserta, sudah ada 5 peserta melakukan ekspor sedangkan sisanya sudah menyiapkan produk dan sudah pameran,” kata Rachmawati.

Maka dari itu, saat ini bisa dibilang sebagai jamannya kolaborasi sehingga diperlukan melanjutkan hal-hal seperti ini yakni kolaborasi dengan Sekolah Ekspor karena prospek cetak eksportir baru demi kemajuan Bangsa Indonesia, tambah Rachmawati.

“Bisa dibayangkan, dari 270 juta pendiuduk Indonesia, sumber daya manusianya akan sangat tinggi kemampuannya jika terus diasah,” ungkap Rachmawati.

STIMLOG Cetak Eksportir
Ketua STIMLOG, Rachmawati Wangsaputra, PhD., bersama Kepala Sekolah Ekspor saat mengunjungi Kampus Orange, STIMLOG

Program Mahasiswa Studi Independen Bersertifikat Menjadi Eksportir Baru 4.0 (MSIB Ekspor) diikuti oleh 5 mahasiswa STIMLOG diharapkan betul-betul dari pengalaman saat mengikuti Sekolah Ekspor dapat memberikan bekal demi kehidupan kedepannya, lanjut Rachmawati.

“Setidaknya kalian sudah pernah mencoba sampai ke titik mempunyai produk, pameran dan bagi yang sudah ekspor menjadi pengalaman yang valueble. Walaupun nanti akan bekerja, setidaknya akan memberi pengalaman dan bekal pentik bagi hidup kalian,” pesan Rachmawati.

Kepala Sekolah Ekspor, Dr. Handito Hadi Joewono mengatakan bahwa bisnis seperti yang dikatakan Ibu Rachmawati yakni sebuah kolaborasi yang menjadi esensi program pengembangan eksportir baru yang ada di Sekolah Ekspor dibawah naungan Kampus Merdeka, Dikti.

Program MSIB Ekspor di semester 2 nanti agak berbeda dengan yang lalu Menjadi Eksportir 4.0, yakni sebelumnya mendapatkan pelajaran, pelajaran, pelajaran selanjutnya ditengahnya ditahap akhir dengan praktek, praktek, bisnis matching, pengembangan produk dan sebagainya dan di Program Digital Ekspor akan dibalik saja dengan pengembangan produk dulu baru materi dibelakannya sehingga bila ada yang kurang akan kita lengkapi, lanjut Handito.

“Dengan ikutnya mahasiswa STIMLOG berjumlah 5 orang sudah diatas rata-rata, karena dari 800 orang yang mengikuti MSIB Ekspor semester 1 itu berasal dari 223 Perguruan Tinggi,” kata Handito Hadi Joewono yang akrab di sapa Han.

“Dari dulu Kami memberi perhatian kepada STIMLOG, ingin mendorong mahasiswa-mahasiswa yang punya basis logistik memiliki kedekatan terkait dengan ekspor yang akan mempermudah, mempercepat menjadikan eksportir karena bekalnya sudah didapat di kampus STIMLOG,” jelas Han.

Kepala Sekolah Ekspor, Dr Handito Hadi Soejomo
Kepala Sekolah Ekspor, Dr Handito Hadi Soejomo menyapa mahasiswa STIMLOG melalui zoom saat berkunjung di kampus Orange, STIMLOG

Kunjungan Kepala Sekolah Ekspor, Handito Hadi Joewono ke Kampus Orange mendapatkan sambutan hangat oleh mahasiswa STIMLOG yang ingin mengetahui Program MISB Ekspor dari Sekolah Ekspor.

Melalui zoom mahasiswa STIMLOG dapat berjumpa langsung dengan Han, tampak juga para Pimpinan STIMLOG yakni Wakil Ketua I Dr. Melia Eka Lestiani, M.T., Wakil Ketua III Nurlaela Kumala Dewi, S.T., M.T., Kepala Program Sstudi Transportasi Pradhana Wahyu Nariendra, ST, MT, dan mahasiswa STIMLOG peserta MSIB Ekspor.

Dalam dialog, interaksi mahasiswa STIMLOG yang belum mengikuti program MSIB Ekspor sangat antusias menanyakan cara mengikuti program tersebut.

Dengan bijak, Han berusaha menjawab pertanyaan dengan melemparkan jawaban dari mahasiswa yang sudah mengikuti Program MSIB Ekspor, dengan detail alur pendaftaran dipresentasikan hingga memahaminya.

Bukan hanya sekedar menyampaikan cara mendaftar melalui kampusmerdeka.kemdikbud.go.id, mahasiswa STIMLOG peserta MSIB Ekspor juga berbagi pengalaman yang sangat bernilai hingga menemukan produk yang akan segera di ekspor di Malaysia.

Kepala Prodi Transportasi, Pradhana Wahyu Nariendra, ST, MT mengatakan bahwa mahasiswa STIMLOG mendapakan pelajaran yang sangat berharga saat mengikuti Sekolah Ekspor.

Dalam kenyataannya, dunia ekspor bukan hanya sekedar mengirim barang di luar negeri, namun juga dapat mencari produk potensi ekspor, menciptakan produk ekspor, hingga mendapatkan jaringan buyer sehingga keilmuan logistik memperluas wawasan mahasiswa.

STIMLOG Cetak Eksportir
STIMLOG Gelorakan Cetak Eksportir Baru kolaborasi dengan Sekolah Ekspor saat mendapatkan kunjungan Kepala Sekolah Ekspor, Dr Handito Hadi Joewono

“Program MSIB Ekspor mempercepat pemahaman mahasiswa tentang ekspor dan secara langsung mendapatkan kesempatan untuk menjadi entrepreneur yakni sebagai eksportir,” kata Pradhana.

Dalam tahapan belajar luring, mahasiswa bertemu langsung dengan banyak pengusaha di Bali, saat itu pengusaha eksportir ikan segar, lanjut Pradhana.

Sharing session pengusaha ikan segar tersebut mulai dari proses turun dari kapal, pengemasan hingga siap di ekspor mahasiswa dapat langsung melihat dilokasi.

“Jangan takut untuk memulai menjadi entrepreneur, apalagi sebagai eksportir,” ujar Pradana.

Merubah mainset bahwa ada kekuatiran bila barang tersebut tidak laku dipasaran, lakukan riset kecil-kecilan untuk mencari produk yang berpotensi dibutuhkan pasar atau barang yang dapat di ekspor, ciptakan produk ekspor karena pasarnya diluar negeri pasti ada, tambah Pradana.

“Jangan lupa, saudara-saudara kita juga ada yang bertempat tinggal di luar negeri, hal tersebut menjadi peluang untuk memenuhi kebutuhannya dari dalam negeri ini, pasti mereka akan merindukan sambel bajak, bumbu pecel, kerupuk udang, minyak kayu putih, bumbu masak dan lain-lain yang tentunya tidak ada disana,” jelas Pradhana saat di wawancarai Bandung Side.

Kebutuhan ekspor di luar negeri bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan bule, namun saudara kita yang sedang belajar, bekerja atau mungkin juga yang sudah pindah kewarganegaraan akan merindukan produk-produk dari Indonesia secara kontinyu dan banyak, lanjut Pradana.

Pemerintah Indonesia mendorong ekspor lebih banyak sehingga impor dapat ditekan sejauh mungkin, hal tersebut dapat membukakan mata mahasiswa, STIMLOG mengambil bagian cetak eksportir setelah lulus nanti, yakni menjadi eksportir meningkatkan penerimaan devisa,” pungkas Pradhana Wahyu Nariendra.***

Tinggalkan Balasan