Mengenal Perangkat Lunak pada Perangkat Digital

mengenal perangkat lunak

Bandung Side, Kabupaten Garut – Mengenal perangkat digital yang kita gunakan, selain perangkat keras juga ada perangkat lunak sebelum menjadi sistem operasi.

Yang biasa ditemui adalah aplikasi, perangkat lunak yang langsung digunakan oleh user. Aplikasi ini harus jalan oleh sistem operasi.

Sistem operasi juga dapat mengeluarkan suara di speaker kemudian menerima inputan suara dari mikrofon itu menggunakan device driver.

Penyedia sistem operasi, ada beberapa opsi tergantung platform yang kita gunakan. Misalnya untuk komputer adalah Windows, dan Linux sistem.

Kemudian juga ada Apple itu Mac OS lalu Android yang sudah banyak smartphone juga perangkat lain misalnya smart tv.

Muhammad Tirta Mulia, head of information System, Universitas Pasundan Laboratory menjelaskan, penyedia sistem operasi Windows maupun yang dari Apple Mac OS itu berbayar. Jika kita menggunakan sistem operasinya harus membeli lisensi.

“Sangat disarankan kita menggunakan sistem operasi yang berlisensi karena awal dari segala masalah perangkat lunak alias nanti virus atau di-hack,” kata Muhammad Tirta Mulia.

Misalnya Trojan, Malware diawali dengan sistem operasinya yang tidak berlisensi jika tidak berlisensi maka sistem pertahanan atau di Windows defender itu aktif sehingga kalau dia tidak akan aktif.

“Sangat rentan terhadap serangan serangan virus maupun malware lainnya,” ungkap Muhammad Tirta Mulia saat menjadi pembicara dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (05/11/2021) pagi.

Perangkat lunak aplikasi, berbeda dengan sistem operasi, aplikasi ini dibuat perangkat lunak yang dibuat untuk fungsi spesifik dari bermacam-macam sekali.

Oleh karena itu kita akan butuh banyak aplikasi untuk beragam pekerjaan. Untuk urusan produktivitas, grafis video, audio, pendidikan, komunikasi, hobi dan lain-lain.

Jadi sangat banyak sekali varian dari perangkat lunak yang mungkin bisa ada di gawai kita.

“Misalnya kita membutuhkan untuk berkomunikasi dengan banyak orang meallui virtual melalui Zoom, berkomunikasi pesan teks juga tambahan kirim gambar video ada WhatsApp dan sebagainya,” jelas Muhammad Tirta Mulia.

Ada aplikasi yang sudah menjadi bawaan dari sistem operasi sedangkan yang lain harus kita download terlebih dahulu.

Ada yang berbayar maupun gratis, untuk yang berbayar ada yang seumur hidup atau dengan jangka waktu tertentu.

Terdapat perbedaan untuk aplikasi pribadi atau yang akan dipakai di perkantoran. Untuk kantor karena spesifikasi komputernya medium juga untuk aplikasi grafis.

Sementara multimedia membutuhkan komputasi dari perangkat keras yang lebih tinggi.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (05/11/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Diana Balienda (Trainer Digital), Bambang Iman Santoso (CEO Neuronesia Learning Center), Ronal Tuhatu (Psikolog), dan Ida Rhynjsburger sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan