Keuntungan dan Kerugian Belanja Online

keuntungan dan kerugian

Bandung Side, Kabupaten Tasikmalaya – Keuntungan dan kerugian ditemui banyak sekali hal menggoda mata kita untuk melakukan belanja online saat berselancar di internet.

Saat melakukan aktivitas e-commerce memang diperlukan kehati-hatian. Dalam urusan menjaga data diri, akun marketplace kita hingga soal berhemat perlu kehati-hatian.

Seringkali seseorang, tergiur untuk masukkan barang ke keranjang kemudian check out dan akhirnya menyesal.

Solikul Rohim, Guru SMKN Parungponteng mengatakan, perhatian barang yang dibeli. Agar tidak menyesal, belilah barang yang memang benar-benar kita butuhkan.

Jangan sampai tergiur dengan harga murah atau misalnya diskon diskon dan lain sebagainya.

Tidak perlu pertimbangan, meskipun banyak diskon gratis ongkir dan sebagainya itu memang tidak perlu kita beli.

“Beberapa keuntungan dan kerugian ketika berbelanja online,” ujar Solikul Rohim.

Kalau misalnya berbelanja dengan konvensional bisa langsung mengetahui barangnya bagus, barangnya cocoknya di badan kita, bahannya dingin dan lain sebagainya.

Tetapi kalau belanja online itu tidak bisa di coba, dulu tidak bisa dipegang tapi kita hanya bisa memandang. Dan ini dapat dipengaruhi desain grafis dari kamera dan lain sebagainya.

“Itu juga memberikan efek yang begitu luar biasa sehingga para konsumen mudah tertarik,” ungkap Solikul Rohim saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (04/11/2021).

Keuntungannya tentu dalam berbelanja online itu kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pergi. Tidak perlu memerlukan tenaga untuk keluar rumah praktis bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Jika kita belanja di marketplace biasanya banyak diskon atau promo dengan tujuan untuk kita menjadi pelanggan mereka.

Pilihan bervariasi sebab setiap toko dapat memberikan banyak pilihan juga kita mudah berganti dari satu toko ke toko lainnya untuk melihat apa yang kita inginkan.

Tips aman dalam berbelanja online sebaiknya tidak membeli lewat jejaring sosial kecuali kita memang terkenal dengan pemilik akun di Facebook atau Instagram.

Jika tidak kemungkinannya sangat besar untuk kita ditipu karena tidak ada orang ketiga kita mentransfer uang langsung kepada mereka.

“Pilih official Store yang terpercaya untuk barang-barang yang mahal atau brand ternama. Keuntungannya dipastikan barang itu asli dan juga terpercaya karena langsung dari produsen,” ungkap Solikul Rohim.

Untuk berbelanja produk fashion tanyakan detail produk kepada seller seperti ukuran badan, bahan serta bagaimana cara mencucinya dan lain sebagainya.

Terakhir yang paling penting dan kini disarankan langsung oleh para penjual adalah melakukan video unboxing.

Yaitu melakukan video saat kita membuka paket untuk memastikan, apakah barang yang diterima kita itu sesuai dengan yang kita.

Karena jika kita ingin mengklaim kerugian ataupun tidak sesuai dengan yang kita pesan, kita bisa mengajukannya dengan bukti video unboxing tersebut.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (04/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Febriyanti Kristina (Founder @vitaminmonster), Richard Paulana (TMP Event), Aprida Sihombing (dosen Institut Bisnis dan Komunikasi LSPR), dan Kevin Joshua sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan literasi digital ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan