Berinternet yang Aman di Masa Pandemi

Berinternet yang Aman

Bandung Side, Kabupaten Bandung – Berinternet yang aman saat pandemi semua diminta untuk diam di rumah tetapi kehidupan kita tidak bisa diam karena kita harus bersosialisasi, berkomunikasi dengan pihak luar baik keluarga, teman kantor atau teman lainnya.

Tetapi bagaimana kita tidak bisa keluar namun harus selalu berkomunikasi jalan satu-satunya adalah kita melalui sebuah jaringan baik itu media melalui jaringan internet.

Berkomunikasi di dalam jaringan internet, maka kita harus lebih hati-hati dalam bersikap, lebih hati-hati dalam berkomunikasi dan segala sesuatunya harus selalu kita pikirkan dahulu.

Tuti Hartati, Pengurus APTIKOM Jabar mengingatkan hal tersebut. Apa yang akan kita buat dan apa yang akan kita lakukan karena semuanya akan terekam dengan baik di dalam jejak digital.

“Kita pun dapat melihat jejak orang lain gitu. Misalnya, kita mencari seseorang kita tinggal searching saja di Google,” kata Tuti.

Searching saja di Instagram atau misalkan kemudian di Facebook apakah ini orangnya baik, bagaimana perjalanan kehidupannya.

“Untuk itu kita harus selalu berhati-hati dalam aktivitas jejaring media sosial karena segala sesuatunya akan terekam dengan baik,” ungkap Tuti Hartati saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (01/11/2021) siang.

Kita juga harus mengetahui keamanan suatu aplikasi ketika kita pergunakan untuk bersosialisasi dengan yang lain.

Aplikasi-aplikasi baru biasanya menawarkan banyak hal mudah tapi keamanannya juga harus diperhatikan.

Kemudian di zaman yang marak pinjaman online kita harus tahu seperti apa aplikasi yang kita percaya.

Harus hati-hati sekali dalam membuat sebuah keputusan untuk melakukan semuanya itu. Kita juga harus berhati2 saat melakukan transaksi online dari rumah.

“Dalam memilih barang yang akan kita beli atau memilih toko yang akan kita pilih, apakah toko tersebut bisa dipercaya atau toko tersebut hanya jebakan Batman saja,” ujar Tuti.

Karena banyak kasus yang misalkan dia memesan sebuah barang ternyata barang kirimannya bukan barang yang sesuai.

“Barang yang kita beli tidak muat, jadi ketelitian ini harus dimiliki oleh konsumen,” jelas Tuti Hartati.

Pada saat melakukan komunikasi, kita harus selalu menjaga data pribadi secara digital.

Setiap pengguna internet harus mengetahui data apa saja yang harus mereka melindungi.

Kemudian bagaimana peran orang tua untuk mendampingi anak berinternet.

Jauhkan mereka dari konten negatif, dan perilaku yang juga buruk seperti perundungan online hingga pelecehan.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi.

Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (01/11/2021) siang, juga menghadirkan pembicara, Audrey Chandra (Jurnalis), Virginia Aurelia (Founder Divetolive.id), Tetty Kadi (Aktris Senior), dan Clarissa Darwin sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital.

Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan literasi digital ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.***

Tinggalkan Balasan